Hai hai guys! ketemu lagi setelah dua bulan, aku harap kalian sabar nungguin cerita ini.. Terimakasih juga buat kalian yang terus pentengi bahkan ngasih vote cerita aku, sebab itu salah satu yang jadi supportsystem setiap penuli bukan? Kali ini kita lanjutin acara ketemu camernya Tira
✈️✈️✈️
Dua hari berselang sejak kepulangan Kaenan dari Surabaya mengurus anak perusahaan pernerbangan yang baru dibuka di sana sebagai pusat kontrol pemasaran. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa apalagi itu tranportasi maka Kaenan harus selalu memutar otak. Berbagai promosi dilakukan demi menggait minat masyarakat untuk memilih perusahaannya. Belum lagi hadirnya pandemic semakin menurunkan omset keuangan perusahaan jasa seperti perusahaan Kaenan. Berbagai aturan yang mempersulit sekaligus patut untuk diterapkan mau tak mau harus diterapkan ketat, sebab ini juga menyangkut keselamatan dan keamanan penumpang pengguna jasa transportasinya. Kaenan tak mau izin perusahaannya dicabut hanya karena keteledoran sedikitpun. Kaenan baru saja membuka cabang promosi di Surabaya untuk membantu perusahaan pusat yang ada dikota tersebut. Banyaknya peminat jasanya disana perlu untuk dikoordinir lebih baik lagi.
Begitulah Kaenan, lelaki super sibuk lagi pintar mencari peluang bisnis namun tak pintar dalam hal pasangan. Sebut saja percintaannya kulot sebab sedari purba hanya menjadi pengagum.
Ahh gimana sih bilangnya? kalau orang cuman berani mencintai dalam diam. Kalo dikata lelaki itu pengecut ya itu mungkin saja. Sebab mental Kaenan suka ciut berhadapan dengan wanita yang dia suka. Mentok dia salah tingkah atau malah jatuh dengan tanpa imej di depan wanita. Pernah sekali waktu masih sekolah, tepatnya waktu Taman Kanak-kanak Kaenan pernah naksir wanita yang masih patut disebut gadis kecil. Umurnya baru lima tahun tapi cantiknya luar biasa. Kaenan saja sampai terpana. Gadis itu biasanya bermain di taman komplek rumah Kenan dulu. Rambutnya panjang lurus sebahu, memakai kaus beruang coklat dan membawa seutas pita berwarna merah muda yang diikatkan di rambut sebagai kuncir. Gadis itu tidak sendiri, ada anak laki-laki yang lebih besar yang setia menemani. Ah tenang dia bukan pacar gadis itu, jangan berpikir sekecil itu sudah punya doi ya. Kalian nanti ngenes yang baru kenal cinta pas waktu SMA.
Ada kalanya ketika si gadis kecil itu menaiki sepeda mungil yang mana mengayuhnya begitu kencang hinga hampir menabrak Kaenan. Ah saat itu si gadis tanpa laki-laki yang tak lain adalah kakak gadis itu rupanya. Kaenan dengar sewaktu gadis itu berteriak memanggil nama si kaka lelakinya itu. Sigadis dengan kencang terus mengayuh sepedanya tanpa henti dan mengurang kecepatannya. Bahkan sesaat sebelum hampir menyerempet Kaenan hingga Kaenan jatuh nysruk tanpa menjaga imejnya. Gadis itu pun menoleh, meneriakinya dengan kondisi sepada yang masih berjalan "Kak maaf ya" ucapnya seraya melambai. Pita dirambutnya pun sudah terbang dan menyangkut di kepala Kaenan. Perangainya begitu wangi nan lucu. Itu kesan yang Kaenan dapat selain kecantikan wajah gadis kecil itu. Sesaat gadis itu menghilang mengitari air mancur taman, diketahui terjadi kehebohan. Yang mana si gadis jatuh dengan tidak elegan melukai lutut yang nampak memerah dihiasi cairan darah segar. Keanan sempat panik juga menahan tawanya melihat adegan langka itu. Kaenan mengendus bukan berarti dia vampir yang mencium bau darah. Itu bukan konsep cerita ini, jangan salah paham okey.
Kaenan mengendus dan menghela nafas panjang dalam hatinya berkata 'baru aja gue puji cantik, dalam hati pun, udah jatuh aja bidadari'nya semabari mengusap keningnya mendapati pita rambut si gadis "Ini kan punya dia"gumamnya mengalihkan perhatian pada pita berwarna merah muda tersebut yang selanjutnya kembali berbalik mencari keberadaan si gadis namun nihi, si gadis sudah hilang entah kemana hanya tinggal sepedanya yang masih ngejokrok. Bocah lelaki yang berada disekitar gadisitu pun juga menghilang. Hanya tertingga Kaenan di bocah berumur delapan tahun kala itu pun menggaruk kepalanya heran, "Cepet banget hilangnya, beneran bidadari keknya tapi kok bisa jatuh dari sepeda gak elite banget"
KAMU SEDANG MEMBACA
Boss vs Pramugari
Romance"Dasar arogan!" "Kamu menghina saya?" Pramugari itu pelayan tapi dia juga punya hati. Jadi penumpang bukan berarti kamu rajanya ya bisa seenaknya. Bisa tidak hargai setiap profesi orang? published 3September2020
