Peristiwa Balkon⚠️

1.5K 57 5
                                        

Warning ⚠️ada unsur vulgarnya ya🔞
harap bijak yang membacanya
vote&komen ya!

✈️✈️✈️

Hilir mudik pria maupun wanita berseragam putih dengan dasi kecil khas pelayan hotel. Empat puluh menit selepas makan malam selesai. Orang-orang pun mulai pergi kesana-kemari berpencar karena sekarang hanya menikmati pesta perayaan saja. Kaenan juga sekarang duduk berbincang dengan Mr.Smith. Ingat kan mengenai kontrak kerjasama? Mereka sedang membicarakannya. Yang membuat keadaan Tira dilanda kebosanan. Dia tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan. Mulai dari bahas akan bangun proyek sampai bahas bahan bangunan dan desain hingga pemasarannya. Mana Tira paham soal begituan.

***

Tadi dia sudah bicara dengan Kaenan, juga susun rencana buat pendekatan yang jadi tujuan Tira terlibat di pesta ini.
Catat ya! Mereka sudah berunding begini kurang lebihnya.

"Nanti kamu saya ajak ngobrol sama Romeo, ya kenalan dulu lah ingat caranya yang baik jangan buat kesan kamu buruk lagi"

"Iya pak kapok kok saya cari masalah sama bapak ataupun kakaknya bapak, panjang urusannya"

Kaenan menghela nafasnya. Benar juga kata Tira, dia tidak akan terima saja kalau di usik hidupnya. Tira contohnya, jadi wajar kalau kalian segan bikin atau cari masalah dengannya.

Walaupun sadar atau tidak itu hanya karena posisi saja. Mengapa? Sebab siapapun yang berada di kasta tertinggi akan selalu mudah membuat yang rendah sengsara. Seperti ada stratifikasi untuk sebuah kebahagiaan. Padahal kehidupan adil sudah Tuhan atur sedemikian rupa. Tapi mengapa manusia suka seenaknya bikin yang lain sengsara.

"Saya akan buat seolah-olah semuanya gak sengaja jadi kamu perankan dengan baik dan jangan lupa minta maaf"

"Andai aja nih ya pak, orang mudah memaafkan saya gak bakal repot sampai kesini demi diampunin"

"Saya tau kamu nyindir saya, nggak usah ibaratin ini itu saya bukan orang baik yang mudah maafin orang apalagi kayak kamu"

"Yaampun pak jangan su udzon gitu! nanti pahala bapak pindah ke saya loh"

"Sejak kapan ngomong bisa mindahin pahala huh? Yang ada kamu ibadah Ra baru dapat pahala"

"Ada kok pak orang kalo bikin orang susah kayak bapak ke saya"

"Teori kamu gak ada buktinya Ra, yang bener kamu yang nyiksa saya udah berapa kali?"

"Iya deh pak saya minta maaf.. nggak usah diingatin saya bikin hidung bapak berdarah sampai hampir patah, ingat kok saya ingat banget malahan"

Dengar tuh di tekanin kalo Tira ingat banget kesalahannya. Dia mau tanggung jawab  sampai gak lari dari masalah. Manusia  kadang suka menghindar bahkan ada yang menunda buat menyelesaikan, sampailah pada ujung yang makin berlarut-larut. Jadi kalo ada masalah cepat cari solusinya ya.

***

Menatap indahnya suasana dari atas ketinggian memang punya indahnya tersendiri. Bagaimana mungkin perkembangan bahkan sesederhana membangun rumah dengan menyalakan lampu ditambah taburan bintang seperti nikmat mata yang patut disyukuri. Bukan hanya karena indahnya tapi lihat juga arti dari tugas mata mampu memberikan penyembuhan rasa paniknya. Lebih tepatnya nervous sebab dari tadi berhadapan dengan orang-orang tak biasa. Tekanan batin kalo orang bilang secara hiperbola.

Tira hirup aroma udara dari udara di balkon itu. Segar, pikirnya perlu dia stok banyak-banyak di dalam paru-parunya. Sesederhana itu bisa jernihkan pikiran. Maklumi saja otaknya serasa semrawut kalo dalam bentuk kantor nih ya kalian ingat saja kondisi otaknya kartun Spongebob waktu lupa namanya. Kacau balau kan?

***

Romeo menegak sebotol minuman khas orang luar negeri. Yang katanya punya rasa manis tapi menghangat di tenggorokan. Ini bukan minuman yang dikatakan bagus buat kesehatan ya. Apalagi kalau berlebihan akibatnya bisa hangover atau pahami saja itu minuman pembuat mabuk seperti alkohol dan sejenisnya.

Di sana ada sofa yang disediakan di balkon untuk para pengunjung hotel. Area yang cukup umum tapi kali ini sepi hanya ada Romeo yang menikmati. Tanpa perduli udara dingin yang sedari tadi memeluknya, Romeo sedang obati rasa kalutnya.

Seorang pembohong. Ketika ucapannya berlawanan dengan hatinya. Yang harusnya bilang ini dia jawabnya itu. Yang harusnya mengurangi ego malah turuti gengsi. Yang harusnya memaafkan agar kembali bersama tapi malah kabur menghindari meminta maaf.

Romeo salah satu pembohong itu. Ia bohong berusaha melupakan Anin. Ia bohong tidak merindukan Anin. Ia bohong kalau dia tidak mencintai Anin.

Berhubungan beberapa tahun terakhir sudah buat Romeo sadar kurang lebihnya kita harus setia. Istilah playboy taubat itu ada kok, Romeo bahkan mau mencobanya.

Sayangnya badai masih lebih kuat. Romeo ingin menyerah pada cintanya yang akhirnya kandas sebelum akhir bahagia.

Kalo anak milenial zaman jigeum menyebutnya galau tingkat dewa. Entah tahun berapa istilah itu buming tapi Romeo baru merasakannya.

Romeo juga salah satu pihak yang terluka disini. Jangan terus menyalahkan kehadirannya. Sebab kalo mujur terus jalan hidupnya tidak akan ada asam pahitnya. Tidak seru dan tidak menarik.

Saat pengaruh alkohol meliputi otaknya, menutup kesadaran menyisakan beberapa hingga dia rasa di ambang kewarasannya.

Romeo perhatikan dari sudut balkon menghadap ke view terbuka sebelah kiri pagar pembatas, sosok wanita bergaun merah dengan rambutnya tergerai sembari sedikit tertiup angin malam yang sepoi-sepoi.

"Anin!"

***

Tira rasa cukup menggunakan menikmati karya indah berbentuk pemandangan salah satu kota di Spanyol. Bahkan istana alambra nampak dari sana, uuh Tira jadi ingin kesana kapan-kapan.

Namun saat Tira berbalik akan pergi dari sana, sebuah tangan besar menariknya ke pelukannya, seorang pria mendekapnya erat sekali sampai rasanya sesak rongga paru-parunya.

Tira masih dalam mode bingung. Biasa otaknya perlu waktu mencerna. Semua sedang di proses dimana impuls swdang on the way ke otaknya melalui saraf.

Dan kemudian Romeo melerai pelukannya, mengangkat dagunya dari atas kepala Tira namun tangannya masih mengunci tira di pinggiran pagar pembatas balkon. Bukankah itu suasana yang romantis? tapi Tira justru tegang, padahal baru saja pikirannya tenang tadi. Namun kacau lagi karena Romeo pelakunya.

Romeo menatap Tira dalam sekali. Bukan sedalam palung laut ya, Romeo belum pernah ke sana soalnya buat mengukurnya.

Lalu yang terjadi selanjutnya sungguh tak terduga. Romeo mendekatkan bibirnya lalu menempelkannya dengan kepunyaan Tira. Sekitar sepuluh detik lalu terlepas dengan posisi dahi Tira dan Romeo masih saling menyendul tidak sakit alias saling menempel.

Yang kemudian mata Tira membola saat Romeo kembali menciumnya. Bedanya kali ini sambil menyesapnya bahkan membelit lidah Tira yang diawali menggigit bibir Tira hingga meringis seolah cara agar mendapat akses bersalaman dengan lidah Tira.

Jangan dikira Tira diam saja diperlakukan demikian. Tira sudah coba dorong hingga memukul tapi posisinya bahaya jika terlalu banyak bergerak. Kalau jatuh dia bisa mati. Tidak lucu namanya jika ia mati setelah dicium kan?

Hal gila lainnya Romeo menyematkan tangan kirinya di pinggang Tira mendekatkan posisinya lebih intim dengan mulut yang masih setia bertukar rasa manisnya.

Dan hal tergila yang pernah Tira alami kini, kancing belakang bajunya sudah hampir lepas. Bahkan hampir memperlihatkan punggung mulusnya. Oh Tuhan apakah sekarang Tira dilecehkan? Ia meringis, yang mana dirinya tidak mampu melawan, tubuhnya lemas seperti jelly. Yang hanya bisa Tira taruh harapan Tuhan menolongnya maka langsung di jawab oleh seseorang di sana.

"Romeo!!!"
✈️✈️✈️
bersambung.

ps:kiss kedua dalam hari yang sama dengan dua bersaudara^^

Ayf_Kim

Boss vs PramugariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang