Malam Berbintang

651 49 3
                                        

Vote & komen ya!
✈️✈️✈️

Ada satu hal keajaiban Tuhan yang indah sebagai perhiasan bumi. Kala malam datang berganti peran dengan mentari melepaskan tugasnya menerangi bumi dengan berada di langit meski perannya tak sebenderang sang surya.
Bukan. Bukan rasa kalut yang yang kali ini datang. Bulan pula goresan luka yang kembali merasakan pedih kala terbuka ke permukaan. Tapi sebutlah dia sebagai rasa damai yang mana membuat hati siapapun tenang bak nyanyian yang dilantunkan oleh sang binatang di kala malam juga semilir angin yang hembusan nya tak pernah absen menerpa kulit putih Tira malam itu.

Nampak gaun berwarna peach yang mengait leher Tira tanpa lengan memberinya kesan ramping dengan belt yang diletakkan di pinggang sebagai hiasan. Bahannya yang ringan membuatnya terbang kecil terbawa hembusan angin.

Ya. Kali ini kita bicara sosok wanita itu yang mengukir senyum tipis dengan mata terpejam berdiri menghadap pagar yang menjadi pembatas ujung lantai bangunan mession yang cukup tinggi itu. Tangannya memegangi pagar dengan warna didominasi putih tulang, berbahan besi dengan tinggi yang sedang sehingga cukup untuk menjaga keamanan bagi yang mendekati tepian itu.
Ah rupanya ketakjuban tak cukup untuk menggambarkan betapa indahnya yang terjadi di sana. Seakan rumah mewah ini adah pelengkap dunia yang Tuhan ciptakan untuk bisa Tira nikmati sekarang.

"Saya kira kamu bakal bosan saya ajak ke sini"

Satu suara yang menginterupsi Tira dari berbagai pikiran yang sedang dirasakannya ternyata asalnya dari pria. Ah kalau mau Tira kenalkan lagi itu suara bosnya yaitu Kaenan Diranu.

"Bukan hal yang buruk buat ikut bapak ke sini, disini indah mungkin bisa menghibur hati saya"

"Begitu ya? Sayang dong-"

"Sayang apa pak?"

"Sayang kalo kamu gak kesal saya ajak ke sini"

"Lah bapak ini gimana sih?"

"Tadi kamu ketemu ibu saya ya?"

"Hem iya tadi waktu saya ke taman samping yang ada bunganya itu, ternyata ada ibu bapak di sana"

"Dia ngomong apa aja sama kamu?"

"Em itu saya- Eh-"

"Dia ngira kamu pacar saya ya?"

"Eh itu, i-iiya pak"

"Terus kamu bilang apa?"

"Saya gak sempat bilang apa-apa pak, soalnya ibu bapak sudah mau masuk dan akhirnya saya ditinggalkan"

"Biarin aja dia nyangka kamu gitu"

"Loh kenapa pak? saya kan bukan-"

"Udah gak usah bawel ikut aja kalo bos suruh"

mentang-mentang bos suka sekali semena-mena lirih Tira katakan itu dengan hampir tidak terdengar. Kalo sampai terdengar apalagi itu Kaenan, uhh bisa-bisa ditendang dia dari balkon langsung dipecat. Kan berbahaya bagi kelangsungan masa depannya Tira.

"Pak bukannya bapak nyuruh saya buat deketin Kakaknya bapak pak Romeo ya? Kok malah saya disuruh jadi pacar pura-puranya bapak sih?"

Boss vs PramugariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang