vote&komen ya!
✈️✈️✈️
"Bapak apa-apaan sih?"
"DIAM!"
Suara yang menggelegar bak petir di tengah siang hari. Ah Tira rasa bosnya ini menakutkan jika sedang ber-amarah seperti ini.
"I-iya pak ma-maaf tapi tangan saya sa-kit"
"Kamu tuli ya? saya bilang diam!"
"I-iya pa-ak"
Kaenan hanya terdiam setelah bentakannya pada Tira. Merutuki dirinya seolah tak bisa menahan diri. Ah sial sekali untuk apa dia perduli. Bukankah tujuannya singkirkan Romeo dari Anin cintanya. Apa yang terjadi padanya? Seharusnya sekarang dia tidak se-perduli itu pada Tira pun juga Romeo. Bukankah suatu kabar baik jika Tira berhasil buat Romeo jatuh cinta padanya. Ini peluang besar untuknya, untuk dapatkan hati si pujaan hati sebenarnya. Ya, dia yang benar diakui oleh akal Kaenan. Namun, seolah ada ruang dalam hati yang berubah. Entah karena telah porak-poranda oleh rasa yang muncul tak terduga kala Tira datang di hidupnya. Rasa asing yang kadang posesif, memunculkan efek sensasi aneh yang disebut cemburu. Kalau kata orang Inggris sih, Kaenan ini sedang jelous.
"Kok diem pak?"
"Itu saya cuman mau ingetin"
"Oh tapi gak usah sampai narik saya gak ada akhlaknya gitu dong pak"
Meringis sudah sejak tadi Tira lakukan. Tidak perlu dijelaskan bagaimana sakitnya sebagai merah di pergelangan tangannya sebagai buktinya. Memang tangannya Kaenan keras sekali tariknya ya jangan salahkan Tira kalau hempaskan begitu rasa sakitnya itu.
"Iyaa maaf"
"Tuh kan lihat, tangan saya jadi bergelang merah"
Cerewet ya? maklumi aja gelangnya itu spesial sangat membekas membuat Tira kesal utamanya.
"Sensi banget sih... saya kan udah minta maaf"
Ekspresi kesal itu sudah tidak bisa disembunyikan. Hampir saja gunung di kepala Tira meletus kalau saja dia tidak menahannya.
"Padahal bapak gak kalah sensi tau pak"
"Apa kata kamu?"
"Itu bapak baik kata saya"
Alibi Tira kayaknya kurang tepat ini. Mau nipu sama orang yang sehat pendengarannya.
"Telinga saya masih sehat loh Ra, saya denger kamu ngatain saya"
Kalau saja ada benda yang berpotensi bagus akan Tira gunakan untuk menyumpal mulut orang ini. Ah dia jadi serba salah begini.
"Ya kalo bapak dengar ya kenapa nanya lagi"
"Kamu ini gak ada sopan santunnya sama bos kamu Ra!"
"Oh maaf pak saya datang ke sini hari ini buat sahabat saya, bukan buat jadi babu bapak"
Aduh maaf ini mulut Tira kebablasan lagi. Maksud hati membela diri sampai berani sekali mendebat atasan model Kaenan, bagaimana kalau dia diamuk Kaenan. Astaga hari ini nampaknya lidah, gigi, bibir beserta komponennya yang membuat Tira bisa bicara seperti isi otaknya, seolah berhianat pada akal sehatnya.
"Oh jadi kamu merasa jadi babu saya ya?"
"Eh itu, em-"
"Wah baru saja kamu kasih ide bagus buat saya"
"Huh, maksud bapak?"
Waduh wajah Kaenan nampak menakutkan sekaligus mencurigakan.
"Mulai hari ini tugas kamu nambah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Boss vs Pramugari
Romance"Dasar arogan!" "Kamu menghina saya?" Pramugari itu pelayan tapi dia juga punya hati. Jadi penumpang bukan berarti kamu rajanya ya bisa seenaknya. Bisa tidak hargai setiap profesi orang? published 3September2020
