Bagian 14

310 22 0
                                        

Seminggu sudah berlalu dari kejadian Tiara berbicara niatnya untuk keluar dari kantor Bagas. Bagas menepati omongannya untuk mencoba melupakan kejadian tersebut. Terlihat dirinya mencoba untuk lebih santai jika berhadapan dengan Tiara.
Akan tetapi Tiara malah mencoba mengambil jarak darinya. Dia hanya tidak ingin jatuh kedalam pesona dan kebaikan Bagas.

Tiara hanya takut akan perasaannya sendiri sedangkan Bosnya tersebut hanya menganggap Tiara sebagai bawahan saja.

Teman-teman Tiara juga sudah tahu akan hal tersebut. Mereka mendukung semua yang Tiara lakukan, sampai berniat keluar dari kerjaan mereka mendukungnya. Kata mereka lebih baik bekerja nyaman tanpa melibatkan perasaan. Pekerjaan dan hubungan adalah dua hal yang berbeda. Sehingga harus memilih salah satu dari hal tersebut.

Itulah mengapa banyak perusahaan yang tidak meperbolehkan karyawannya memiliki hubungan satu kantor.

*****

Hari ini pernikahan Bang Kahfi. Tiara dan kawan-kawannya sejak pagi sebelum acara dimulai sudah ada di gedung acara pernikahan Bang Kahfi. Hana tidak main-main dengan ucapannya yang mengharuskan dirinya dan yang lain menjadi panitia. Lihat saja sekarang ini Tiara sudah berdiri menjaga buku tamu.

“Mbak Tiara kalau mau makan dulu gak apa-apa biar aku gantian jaga,” ucap Risma, sepupu Hana.

Tiara sudah kenal dengan gadis yang baru masuk kuliah tersebut. Sebab sudah beberapa kali ketemu dengannya, lagi pula Risma tinggal bersama Hana dan keluarganya. Karena rumahnya yang jauh.

Tidak lama itu Ajeng datang menjemputnya untuk mengambil makan bersama. Ajeng ditugaskan Hana menjaga souvenir untuk diberikan kepada para tamu undangan.

Tiara menengok Risma yang sedang memainkan ponselnya. Kemudian berkata, “Ma. Mbak makan dulu ya sama Mbak Ajeng. Kamu jaga sendiri dulu ya gak apa-apa kan?” tanya Tiara. Risma hanya mengangguk saja tanda dia setuju dengan hal tersebut.

“Ayo Ra!” ajak Ajeng.

“Makan dulu ya Ma,” pamit Ajeng kepada Risma.

“Iya Mbak,” balas Risma sambil melayani tamu yang datang.

Saat sudah ingin mengambil makan. Ajeng bingung ingin mengambil apa.

Hingga bertanya kepada Tiara, “Makan apaan kita Ra?”

“Gak tau. Gue juga bingung,” jawab Tiara. Lalu mata Tiara melihat ada soto betawi. Sepertinya makan itu nikmat.

“Gue mau makan soto betawi deh. Lu mau apa?” tanya Tiara.

“Sate enak kali ya?” tanya Ajeng. Tiara hanya mengagguk saja.

Akhirnya mereka pergi kebagian soto betawi terlebih dahulu. Mata Ajeng mencari Hana dan Ayu.

“Ayu sama Hana mana sih? Dari tadi gue gak nemu,” tanya Ajeng.

“Gila ya. Yang dateng rame amat dari tadi gue gak berenti bagiin souvenir. Pegel banget kaki gue Ra,” keluh Ajeng.

Tiara juga sama saja. Kakinya pegal sekali harus berdiri cukup lama. Karena tamu undangan tidak berhenti datang. Meski mereka disediakan oleh pengurus acara kursi tetapi tidak sempat lagi duduk. Ditambah dengan sepatu heels yang dikenakannya menambah pegal betisnya.

Setelah mereka mengambil makanan yang mereka inginkan Ayu muncul dengan tangan yang membawa Siomay.

“Lu dari mana sih Yu. Gue cariin dari tadi gak nemu tau gak,” keluh Ajeng.

“Dari toilet. Gue kebelet tadi,” jawab Ayu.

“Hana mana nih?” tanya Tiara.

Ayu hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu dimana Hana berada.

Meja KantorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang