Shin Yumi adalah seorang gadis berusia 24 tahun, yang bekerja di salah satu perusahaan swasta dengan gaji pas-pasan. Ia mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Shin Yuri, usianya hanya terpaut 3 tahun, yang berarti Yuri berusia 27 tahun. Yuri...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Disinilah Yumi sekarang, ia duduk manis disebuah restoran yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara. Fokusnya terus-menerus mengarah pada meja hingga membuat Jaehyun bingung, ia harus melakukan apa agar Yumi bisa tersenyum seperti biasanya. Jaehyun sangat bersyukur karena dia hendak menjemput sahabatnya di bandara dan bukannya menjemput orang yang ia maksud, dia malah membawa Yumi kabur dari tempat tersebut.
Suatu kebetulan yang mungkin Tuhan sudah rencanakan agar Yumi bisa selamat dari serangan paniknya akibat terkena cahaya lensa kamera, gadis itu bisa tiba-tiba pingsan dan bahkan teriak ditengah keramaian jika kedua matanya terkena lensa kamera. Itulah alasan mengapa dia memakai kacamata hitam, selain karena ingin menutupi identitasnya, ia juga ingin bertahan hidup dari serangan paniknya sendiri.
“Sejak kapan kamu tahu?” tanya Yumi.
Jaehyun bukanlah orang bodoh yang berpura-pura tidak paham kemana arah pembicaraan Yumi, jadi alangkah baiknya jika Yumi langsung to the point saja. Yumi benar-benar membenci orang-orang yang selalu terlihat baik padanya, namun pada kenyataannya mereka ternyata kasihan dengan sosok Shin Yumi.
“Udah lama. Kamu enggak suka kalau aku tahu? Kenapa kamu sembunyikan ini semua, Yum?” balas Jaehyun.
“Kamu enggak perlu tahu alasan aku menutupi ini semua itu apa.” ucap Yumi.
Jaehyun sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Yumi, hingga membuat Yumi sedikit menunduk dengan serangan tiba-tiba itu. Walaupun dia tak menaruh perasaan apa-apa pada Jaehyun, tapi Yumi tetaplah wanita normal, detak jantungnya tidak bisa diajak berkompromi saat ditatap sedekat itu oleh pria tampan.
“Aku tahu, kamu suka sama Doyoung,” gumam Jaehyun.
Ucapan itu terdengar seperti ancaman bagi Yumi, ia pun meneteskan air mata disebelah kiri, kedua matanya bahkan memerah karena menahan isakan tangisnya ditengah keramaian restoran ini. Urat di lehernya terlihat jelas, pertanda bahwa dia benar-benar kesal untuk sekarang.
“Enggak ada yang salah. Seperti yang kamu ucap, cinta itu datang tak diduga. Aku juga yakin, kamu pasti gitu. Kamu suka Doyoung saat dia jadi kakak ipar kamu,” ucap Jaehyun.
“Kamu ternyata sok tahu banget,” sentak Yumi.
Kening Jaehyun mengernyit heran dan kembali ke posisi semula agar lebih nyaman berbincang dengan Yumi. Gadis dihadapannya ini terlihat sangat berbeda, matanya memancarkan aura kebencian. Tak ada lagi Yumi yang lembut, ceria dan pandangan teduh itu ia perlihatkan. Apa sebesar itu rasa cintanya pada Doyoung?
“Aku suka kak Doyoung, jauh sebelum dia kenal dengan kak Yuri. Dia anak dari kolega Ayah aku, yang otomatis dia pun tiap saat datang ke rumah. Dari situ aku mulai dekat dengan dia, tapi lama kemudian, Ayah memutuskan untuk menjodohkan kak Doyoung dengan kak Yuri. Sedangkan aku? Aku cuma bisa diam, menerima semua keputusan itu.” jelas Yumi.