Rate : 18+
Sebuah takdir lama yang membuat dua orang asing memulai kembali cerita yang telah mereka lupakan. Takdir yang membawa keduanya jatuh digaris kehidupan yang begitu asing untuk mereka. Dua anak manusia yang harus memilih sebuah ikatan yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berlari dan berlari Kamu membuatku gila Labirin tak berujung dinding ke dinding Aku terus berputar putar Semua jalan hanya mengarah padamu Aku mencoba mencubit diriku sendiri, ini aneh Aku merasa seperti aku terjebak dalam mimpi Tidak ada pintu keluar di sekelilingnya Aku mencoba berlari dan berlari tapi Aku selalu berakhir di mana aku memulai Kau seperti peti harta karun tanpa kunci Tidak ada tombol, aku berusaha mencocokkannya Aku ingin keluar dari fantasi yang penuh wajahmu ini Setiap sudut dan belokan aku berusaha memeriksanya Pada akhirnya hanya jalan buntu Sudah terlalu lama, aku dapat mengingat jalananan Tapi aku terus tersesat dan hilang dalam mimpi ini Sekarang aku bosan dengan rasa letih Semua kesimpulan tidak mengarah pada apapun Kau seperti sebuah labirin tak berujung Semuanya sama, keputusasaan abadiku Dan aku akan gila seperti ini Pada akhirnya semuanya itu kau, seluruhnya kau Aku tidak punya lagi motivasi untuk melarikan diri Beginilah caraku mengakhirinya Kau menghalangi jalanku Meskipun aku mencoba menggelengkan kepala, kamu tetap ada Cintaku yang gila, keras kepala.
_VIXX "MAZE"_
* * * *
*Narasi yang bercetak miring adalah FLASHBACK dan Narasi yang bercetak miring dengan garis adalah komunikasi melalui panggilan !!
Hyeyoon melenguh sesaat sebelum kedua matanya terbuka. Kedua matanya menyesuaikan sinar matahari yang telah mengganggunya untuk segera terbangun dari tidur nyenyaknya. Dengan perlahan Hyeyoon bersandar pada kepala ranjang. Hyeyoon memijat bahu hingga tangannya yang terasa cukup sakit. tubuhnya terasa seperti tengah memikul beberapa ton batu di punggungnya.
Hyeyoon terdiam sesat, dia bangun dengan segala kesadaran dan ingatan yang masih lengkap dikepalanya. Termasuk ingatan dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Seokwoo semalam. Hyeyoon menepuk kedua pipinya dengan kedua tangan ketika ingatan semalam seperti sebuah film yang tengah berputar kembali .
Wajahnya kembali merona dan memerah ketika mengingat kembali percintaan diantara dirinya dan Seokwoo. Seokwoo yang bergairah, Seokwoo yang panas dan berkeringat, namun diwaktu yang bersamaan pria itu begitu lembut dan menghargai dirinya sebagai seorang wanita. Hyeyoon menelan salivanya ketika ia membayangkan wajah Seokwoo yang terkesan dingin berubah menjadi seorang pria dengan wajah yang hangat dan mata teduhnya. Baru kali ini ia merasa nyaman melihat wajah pria itu lama-lama.