WEDDING BUSSINESS [4]

620 64 15
                                        

Sinar matahari yang hangat, ada aroma bagus di luar sana
Aku ingin tau apa kau menyadari kenapa aku mempercepat pertemuan kita?
Saat aku melihatmu
Aku tidak bisa menyembunyikan hatiku, aku yakin itu terlihat jelas

Hubungan apa yang kita miliki?
Aku tidak ingin berada di depan, aku ingin berada di sampingmu
Mengapa aku menjadi seperti ini?
Aku terus berbicara gagap
Kau cantik bahkan bahkan saat kau sedang berpikir
Tegakkan kepalamu, dan lihatlah aku !

_YESUNG "BETWEEN"_

*********

*Akan ada beberapa penambahan cast/character dalam cerita ini sering berjalannya cerita yang kubuat. Dan aku gak akan jabarin nama nama karakter seperti sebelumnya jadi cukup diingat dan diikuti saja alurnya.. Terima kasih 🙂*

@Kim House ~~

Pukul setengah tiga pagi seorang pria dengan kemeja hitam yang ia lipat dibagian tangannya hingga siku dan satu tangannya yang memegang jas yang ia kenakan tadi. Pria itu berjalan melewati lorong rumah yang begitu luas dengan pilar pilar besar yang menjadi tumpuan atap lorong ini. Kolam ikan koi yang terlihat cukup besar berada disamping kanan lorong rumah megah ini. Ikan yang dianggap sebagai suatu keberuntungan dan rejeki bagi siapa pun yang memeliharanya. Dan itulah yang dipercayai oleh keluarga Kim hingga sekarang. Taman yang tidak luas namun panjang itu dengan beberapa pohon pinus dan pohon sakura yang tumbuh subur ditaman samping rumah.

Kedua langkah kakinya berhenti disebuah ruangan dengan pintu ganda yang terbuat dari kayu Gaharu termahal dan pilihan dengan pahatan pahatan disetiap sisinya. Jongwoon membukanya hanya dengan sekali hentakan. Pria itu menjatuhkan tubuhnya pada sofa panjang dan merebahkan tubuhnya tanpa memperdulikan tatapan seorang pria yang berada diruangan yang sama dengan Jongwoon sekarang. Oh... Tidak. Bahkan ruangan ini adalah ruangan kerja milik pria yang tengah menatap Jongwoon dikursi utama diruangan ini.

"Kyu-ah... Kau tidak ingin pindah keruang kerja samchon ? Bukankah kau tidak perlu bersusah payah bekerja didua ruangan rumah ini ? Kau hanya perlu memindahkan barang-barangmu keruangan itu" ujar Jongwoon dengan kedua mata yang terpejam. Lelah... Ya rasa lelah lah yang menguasai tubuhnya saat ini.

"Tidak... Bagaimanapun aku hanya menggantikan abeonim untuk sementara waktu hingga ia sadar"

"Kyu-ah jika imo sudah menyerahkan padamu itu tandanya ia mempercayaimu. Saat samchon sadar aku tidak yakin dia akan melanjutkan perusahaan bersama appaku" kali ini Jongwoon membuka matanya, menolehkan wajahnya tetap dengan posisi merebahkan tubuhnya disofa milik Cho Kyuhyun.

"Aku tidak akan menjadi menantu yang gegabah hyung"

Jongwoon mendudukkan tubuhnya pada sandaran sofa dan menatap Kyuhyun dengan wajah serius. Jongwoon terlihat sedikit berfikir sejenak, memori otaknya berputar ketika ia bertemu Jaehwan setengah jam yang lalu.

"Kyu-ah apa adik iparmu gila ?" Ucapnya yang membuat Kyuhyun menaikkan satu alisnya bingung.

"Aku rasa pria itu sudah kehilangan otaknya." Cibir Jongwoon yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria itu.

"Ada apa dengannya ?" Tanya Kyuhyun.

"Dia setuju dengan ide pria mesum itu."

"Dohwa ?"

"Memang siapa lagi yang suka bermain dengan wanita diantara mereka ?" Sinis Jongwoon

" Apa yang pria itu katakan ?"

WEDDING BUSSNIESSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang