Rate : 18+
Sebuah takdir lama yang membuat dua orang asing memulai kembali cerita yang telah mereka lupakan. Takdir yang membawa keduanya jatuh digaris kehidupan yang begitu asing untuk mereka. Dua anak manusia yang harus memilih sebuah ikatan yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku melihatnya lagi hari ini, aku melihat matamu Seseorang yang hanya akan mencintaiku Kau menunggu untukku dari kejauhan Kaulah cintaku Seperti anak dewasa, aku terus tertawa Saat semua yang ku lakukan hanyalah berjalan bersamamu Bahkan di kamarku yang kecil, hanya diisi dengan wangimu Seseorang yang akan ku cintai Bahkan ketika aku sedih dan menangis Kaulah yang akan berdiri di sana tanpa keraguan Kau tidak perlu mengatakan apapun, cukup memelukku Hanya ada kau dan aku di bawah langit yang kosong Ketika aku melihatmu, ketika aku menggenggam tanganmu Hariku berlalu begitu cepat Cinta lebih menyenangkan daripada rasa pedih Inilah cinta yang kupelajari darimu Ayo jangan terburu-buru, jangan ragu Aku takut segalanya akan memudar tiba-tiba Waktu yang telah kita habiskan bersama diisi dengan kebahagiaan aku berterima kasih
_KEN "WHEN I SEE YOU"_
* * * *
Seokwoo berdiri menatap tubuh seorang gadis yang tengah berbaring dengan luka akibat benturan hebat yang ia alami kini telah terbalut beberapa perban ditubuhnya. Seokwoo melihat kearah tangan gadis itu yang dimasuki oleh selang infusan dan tertawa ketir.
"seharusnya aku tidak berteriak padamu, seharusnya aku tidak bersikap dingin padamu, dan seharusnya aku mengatakan apa yang akan terjadi padamu...." Seokwoo menggantungkan kalimatnya untuk menatap wajah gadis yang tengah tertidur ranjang rumah sakit.
"jika aku mengatakannya lebih dahulu, mungkin tidak akan seperti ini" lanjutnya dengan rasa bersalah yang menumpuk dibenaknya.
"aku tidak pernah membencimu.aku menyukaimu. aku ingin berteman denganmu. Tapi aku terlalu bersikap dingin padamu dan kau selalu mengabaikan kehadiranku" Seokwoo tersenyum lirih. Dia bukan pria yang mudah berteman dengan siapapun dan pria yang terlalu dingin terhadap siapapun yang tidak begitu ia kenal.
"bangunlah. buka kedua matamu. Maaf karena aku selalu bersikap kasar padamu"
"maukah kau berteman denganku ?"
Seokwoo menuju ketaman belakang rumah. Taman bunga dengan pohon pohon Pinus dibelakangnya yang membuat kesan indah. Ibunya selalu merawat bunga-bunga itu dengan sangat baik. Seokwoo duduk disalah satu bangku. Dia mendongak melihat langit yang bertabur bintang dengan sinar yang paling terang.
Saat ini jauh terasa lebih berat ketika mengingat kembali pertemuannya dengan Hyeyoon dimasa lalu dan apa yang telah terjadi diantara keduanya. Mulai saat ini ia tidak bisa menganggap Hyeyoon sebagai orang asing lagi dihidupnya. Mungkin bisa ia berpura-pura untuk tidak mengingat kembali pertemuan dan apa yang terjadi pada keduanya dahulu. Namun, hatinya memberontak ketika ia ingin melakukannya., Ia tidak bisa melakukan hal itu. Tidak bisa !