🖤
Brahms terbangun dalam keadaan sepi tanpa seorang pun di dalam rumahnya. Saat ia memeriksa kamera, Jessica dan Sea pergi lebih dulu bersama salah satu anak buahnya. Bajingan sekali dirinya ini. Karena masalah tanpa alasan yang jelas Jessica tidak mau melihatnya. Atau cewek itu tidak mau Brahms melihatnya? Ah persetan!
Dengan buru-buru Brahms bersiap lalu menyuap sandwich buatan Jessica seraya berlari ke mobil layaknya anak sekolah yang sedang terlambat.
Rasanya Brahms ingin mengumpat ketika memasuki perusahaannya sendiri. Seluruh pekerja berbondong-bondong memberi hormat namun Jessica justru berkata sambil melenggang pergi.
"Meeting lima belas menit lagi. Jangan terlambat." Begitulah kata-kata singkat si ibu hamil.
Seketika Brahms geram Jessica tidak bertanya apa kesalahannya, menangis, atau memeluknya lagi. Tunggu-tunggu, kenapa ia berharap? Sialan.
"Sungguh pertengkaran yang profesional." Brahms menoleh pada Samuel yang sibuk mengedipkan mata ke arah gadis-gadis pekerja yang memandangnya penuh nafsu. "Apa yang kau lakukan pada kekasihmu?"
"Aku melakukan kesalahan."
Mafia berjas coklat yang memperlihatkan tato di tangannya mengeluarkan tawa renyah, membuat pujian girang banyak gadis semakin menjadi-jadi. "Sejak kapan kau memikirkan kesalahan, bung?"
"Bukan urusanmu." desis Brahms.
"Kau benar-benar mirip seperti Claretta yang sekarang. Penuh rahasia."
Brahms mencekal kerah kemeja Samuel dengan cepat, "What the fuck you did to her!?" geramnya marah.
"Calm down, brother. Aku hanya kebetulan melihatnya saat ke Madrid." bohong Samuel. "Dia tetap cantik dan menarik meski sudah hamil besar."
Rahangnya mengeras emosi, "Menyentuhnya sedikit akan kutembak kepalamu."
"Kau tahu aku tidak akan diam saja kalau ada seseorang yang berencana melubangi kepalaku. Lagipula aku sudah menanti-nanti momen pertarungan ini." Samuel menyeringai tipis, "Haruskah kita lakukan saja?"
"Mungkin lain kali."
"Lagi-lagi kau menundanya. Does that mean you give up, brother?"
Brahms refleks terkekeh, "Aku menundanya karena jika aku mati dan kau berani melukai gadisku, aku tidak bisa membunuhmu." Tangannya menepuk santai bahu Samuel yang umurnya lebih muda dua tahun. "Ayo pergi, Ana menungguku. Kita harus profesional, bukan?"
Dan Samuel mengepal mendengar kata-kata yang tidak jauh beda dari Claretta. Dua sepupu sialan.
***
Pertemuan penting demi kesuksesan perusahaan Brahms dan Samuel berjalan lancar. Kedua cowok itu berjalan ke arah yang berbeda setelah semua urusan selesai. Ditemani Adrian, Brahms memandang interaksi antara Jessica dan Sea dari kejauhan.
"Ini huruf M." tunjuk Jessica pada salah satu huruf di layar iPad.
"Mama?"
"Ya, M untuk Mama. Dan ini huruf N."
"Nanny!"
"Good boy."
"Ini, mama?"
"Itu huruf P, Sea."
"P untuk Papa."
Jessica menoleh kaget Brahms sudah ada di hadapannya seperti hantu. Lebih terkejut lagi Sea duduk di atas meja langsung memasang wajah galak. "No!" pekiknya kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly Trapped
Romance"Aku tidak percaya pernikahan. Aku hanya ingin hidup bersama membangun keluarga dengan ikatan yang kubuat sendiri." Brahms Rayan Carter adalah mafia berdarah dingin yang sangat mencintai sepupunya sejak kecil. Setelah memberi tempat tinggal sementar...
