Na Jaemin, anak lulusan SMA yang terpaksa bekerja sebagai barista di salah satu cafe kecil di kota Seoul.
Tanpa di sengaja, menyelamatkan nyawa seorang mafia terkenal kejam di Korea Selatan, Lee Jeno.
‼️Nomin
⚠️bxb
🔞paham?
jangan salah lapak.
[Part Terakhir Dari Kisah Seorang Mafia Yang Jatuh Hati Pada Pemuda Yang Menyelamatkan Nyawa Nya]
Kalian bisa baca cerita Boss Lee setelah ini, karena aku bakal up terus, thanks for support. Maaf kalau cerita ini kurang bagus dan gak jelas><
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaemin bangun lebih dulu, Jeno masih terlelap dengan nyaman di pukul 7 pagi ini. Ia mengusap lembut rambut si dominan sebelum mengecup bibir tipis itu dan keluar kamar.
Pemandangan pertama ketika melihat Jisung yang sedang membuat sepotong roti bakar dengan mozzarella, tentu di dampingi beberapa Maid.
"Selamat pagi jagoan Mommy" sapa Jaemin dan mengecup pipi Jisung.
"Pagi Mommy, Daddy mana?"
"Masih tidur, sana bangun in, biar ini Mommy yang lanjutkan"
Jisung mengangguk dan berlari ke kamar orang tua nya. Terlihat bahu telanjang sang Ayah yang bergerak karena suara pintu terbuka, Jisung berjalan perlahan menaikki ranjang dan menepuk pundak Jeno.
"Daddy... Bangun, sudah pagi~" ucap nya.
Jeno mendengar, namun ia menyelimuti tubuh dan wajah nya. Jisung berdengus dan menggoyangkan tubuh orang dewasa itu agar mau membuka mata nya.
"Daddy bangun, ish!"
"Daddy! Daddy! Daddy!"
Jeno membuka selimut dan mata nya perlahan, menetralkan nyawa agar terkumpul. Ia tersenyum kecil dan berpikir untuk mengerjai si sulung. "Aduh Ji, kepala Daddy sakit deh, kayak nya kalau di pijat enak" keluh nya sembari mengusap kening.
Jisung meletakkan telapak tangan nya di dahi Jeno dan menggeleng, "Tidak panas, arti nya tidak sakit"
Anak pintar.
"Tapi kepala Daddy pusing banget" keluh Jeno dan meringis dramatis.
Jisung yang panik segera menyingkirkan tangan Jeno dari dahi nya, ia memijat kepala itu dengan baik agar pusing yang di derita sang Ayah hilang. Pagi-pagi anak seorang Mafia di suruh memijat!
"Daddy selalu teriak sih kalau malam, jadi pusing kan" protes anak itu.
"Ha? Teriak? Maksud mu?"
"Iya, semalam Ji masuk ke kamar Daddy, terus Daddy teriak manggil nama Mommy"
Kalau wajah bisa di copot, Jeno mau taruh wajah tampan nya itu di laci agar anak itu tidak mengenal nya. Ternyata semalam ia lupa mengunci pintu? Huft, untung saja ketika di ranjang tidak kelihatan.
"Itu, apa nama nya—Daddy melihat serangga, hehehe" jatuh sudah harga diri Jeno di depan anak nya.
"What?! Daddy takut serangga tapi berani memegang pistol? Ckckck!" ejek Jisung sembari menggeleng kan kepala nya.