Jaemin membuka mata nya saat sinar seseorang memanggil nya. Ia sedikit terkejut melihat Jisung yang sudah berdiri di samping ranjang nya. Ia sontak menutup tubuh nya dengan selimut tebal karena tau apa yang sudah mereka lakukan tadi malam.
"Tidak perlu khawatir, semalam aku sudah membersihkan mu. Jisung tidak akan melihat tubuh polos mu, Na" ucap Jeno yang datang dengan sebuah nampan berisi sarapan.
"Na?"
"Tidak boleh aku memanggil mu Nana?"
"Boleh"
Jisung menaikki ranjang besar itu dan duduk di samping Jaemin dengan senyum cerah. "Kenapa kamu, Ji?" tanya Jaemin.
"Ji senang karena Daddy sudah menepati janji nya untuk memberikan Ji Mommy. Terima kasih ya Mommy Nana, sudah menjadi Mommy nya Ji" ucap Jisung dan memeluk Jaemin.
"Aaaaa~ gemas nya anak Mommy, iya sayang sama-sama. Ji harus nurut sama Daddy dan Mommy ya? Harus menjadi anak yang baik dan ramah. Okey?"
"Siap Boss!" seru nya.
"Sudah berpelukan nya? Sekarang Mommy sarapan dulu, biar Daddy suapkan" ujar Jeno sembari mengambil sesendok nasi dan lauk.
"Aku bisa sendiri kali Jen"
"Tau, tapi ini spesial dari Lee Jeno"
Jaemin terkekeh dan membuka mulut nya, Jeno memasukkan sesuap sarapan nya dan tersenyum. "Jangan senyum-senyum" bantah Jaemin di sela makan nya.
"Emang nggak boleh senyum lihat istri sendiri?"
"Daddy! Ini Mommy Ji! Bukan istri nya Daddy!" protes Jisung sembari menyilang tangan nya di depan dada.
"Aku yang menikahi nya juga, jadi dia istri ku. Nanti aku akan membuat anak dengan nya dan kau bukan lah anak nya lagi" ejek Jeno.
Jisung mengepal tangan nya di seprai yang sudah di bersihkan itu dan menahan tangis nya. Terlihat menggemaskan untuk Jeno dan Jaemin, apalagi ketika anak itu sudah meruntuhkan ego nya dan menangis lantang.
"Ululululu.... Daddy nya nakal ya Ji?" bujuk Jaemin yang mengangkat Jisung ke pangkuan nya, membiarkan rasa nyeri di bagian bawah agar anak itu bisa tenang.
"Huwaaaa!!!! Daddy jahat! Ji nggak mau punya adik!" tangis nya.
"Nggak, nggak ada adik, Ji kan anak Mommy. Nggak ada yang lain kok"
"Hiks... T-tadi Daddy bilang seperti itu, hiks" tangis nya.
Jeno mengambil alih Jisung yang semakin menjerit, pria itu menggendong si kecil dan membawa nya ke jendela besar itu. Melihat beberapa burung beterbangan di langit serta matahari yang mulai naik.
Jaemin melanjutkan sarapan nya sembari memandang pemandangan indah di dekat nya. Jeno yang menggendong Jisung dan memberi tau nya banyak hal tentang alam. Ini pemandangan terindah.
"Daddy... Mommy nggak akan tinggalkan Ji kan?" tanya Jisung.
"Tidak akan, Daddy janji"
Jisung kembali memeluk Jeno dan menatap Jaemin yang sedang menghabiskan sarapan nya. "Itu Daddy dan Ji yang memasak, Mom" ucap anak itu.
"Oh ya? Pantas saja rasa nya sangat enak" puji Jaemin.
"Kalau begitu, Mommy harus memberikan hadiah untuk Ji" ucap Jisung.
"Baiklah... Ji mau apa?" tanya Jaemin.
"Bersepeda di taman, boleh ya Mom?"
"Tidak Ji, di mansion saja" sahut Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAFIA[Nomin]
FanfikceNa Jaemin, anak lulusan SMA yang terpaksa bekerja sebagai barista di salah satu cafe kecil di kota Seoul. Tanpa di sengaja, menyelamatkan nyawa seorang mafia terkenal kejam di Korea Selatan, Lee Jeno. ‼️Nomin ⚠️bxb 🔞paham? jangan salah lapak.
![MAFIA[Nomin]](https://img.wattpad.com/cover/288365339-64-k805400.jpg)