3. BUKAN GEBETAN

33.3K 1.6K 17
                                        

Call me Caca...

SEBELUM MEMBACA AKU SARANKAN KALIAN DULU UNTUK MENGFOLLOW AKUN WP KU KARNA ITU GRATIS YA PREND

SUDAH FOLLOW? KU SARANKAN JUGA KALIAN UNTUK VOTE DAN JUGA BERKOMENTAR DI SETIAP PART NYA

BAGAIMANA? SUDAH SEMUA KAN? OKEY, SELAMAT MEMBACA PART 3💜

••🦋••

3. BUKAN GEBETAN

"Woy oppa kawe, bagi jawaban nomor lima cepet." paksa Satria pada Budi yang duduk di belakangnya.

Budi mendongak malas. "Heh Satria baja merah. Lo gak capek apa, setiap hari minta contekan mulu sama gue?!" cowok itu menegakkan badannya. "Bukan ape-ape nih ye. Ruginya di lo juga, udah tau nilai gue paling tinggi tujuh puluhan. Masih aja lo mau nyontek. Mending lo kalau mau nyontek ke Megan aja, yang pinteran dikit. Jangan ke gue mulu."

"Lo ngaku kalau lo bodoh?!" timpal Andi nimbrung.

"Gue bukannya bodoh. Cuman belum pintar aja." Budi terkekeh ringan.

"Sama aja goblok." Satria melirik Megan dan juga Aldi secara bergantian. Sepertinya ia memang harus menyontek dengan salah satu dari mereka berdua. Secara diantara yang lainnya. Mereka berdualah yang paling memiliki otak terpintar.

"Megalodon, bagi jawaban nomor lima dong." Satria memohon dengan nada memelas.

Megan melirik cowok itu datar. "Gak."

Satria mendengus sebal. Pelit sekali bocah ini!!

"Nanti gue kenalin sama temen cewek gue deh, asal lo contekin gue." ucap Satria merayu.

Megan kembali melirik Satria dengan tatapan datarnya. "Gue gak butuh." tolaknya sarkas. Lalu kembali konsen pada tugas.

Reval terkekeh mengejek. "Mampus gak lo!!" ujarnya.

Satria beralih menatap ketuanya itu dengan wajah masam. "Dasar Bos laknat." ucapnya. Reval langsung menghentikan tawanya. Merubah mimik wajah menjadi lebih menakutkan dari pada yang sebelumnya.

"Bercanda Val. Aelah emosian amat lo pada sama gue." Satria menghampiri tempat duduk si kembar. "Al, lo kan lebih pinter nih dari pada kembaran lo si Andi. Boleh lah kalau gitu kita bagi-bagi jawaban. Biar berkah." ucapnya pada Aldi.

Bukannya Aldi yang menyahut dan memberikannya jawaban. Malah Andi yang merensponnya dengan kata-kata yang sangat menyebalkan.

"Pergi gak lo Burhan?! Ganggu amat lo." sinis Andi sembari menyebutkan nama Burhan, ayahnya Satria.

Satria berkacak pinggang. "Ngapain lo sebut-sebut nama bokap gue, Saipudin?!" sahutnya tak kalah sinis.

"Lah lo juga sebutin nama bokap gue tuh."

"Kan lo yang duluan."

"Tetep aja."

Megan meletakkan pulpennya di atas meja, jengah mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu. Ia mengambil bukunya lalu melemparnya ke meja Satria asal.

Satria menoleh kaget. "Buset..., Gue tau lo baik, tapi gak gitu juga." ucapnya sambil tersenyum kecut. Cowok itu menghentikan perdebatan panjangnya dengan Andi lalu melangkahkan kaki senang menuju meja dan kembali mengerjakan tugas dengan konsentrasi.

"Giliran di kasih contekan aja cepet lo." sindir Reval geleng-geleng kepala.

Budi bangun dari duduknya. Lalu berjalan menuju meja Reval dengan perasaan senang.

MEGANTARA | PERJODOHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang