Yang baca cerita ini wajib follow akun wp author^
Spam komen disetiap paragraf, Biar cepet update'
(Bagikan cerita ini keberbagai aplikasi media sosial kalian. Jangan lupa sertakan hastag #Megantarawattpad #Cahyanisawattpad, agar aku bisa liat dan carinya lebih mudah)
••🦋••
34. PENGAKUAN CINTA
Nesya berjalan cepat didepan Megan. Sesekali ia menoleh, Melirik kearah Megan yang sedari tadi sedang sibuk memperhatikannya dari belakang. Keduanya saat ini sedang berada disebuah Mall besar yang berada di dekat rumah mereka dengan arah tujuan yang tidak menentu. Setelah kejadian tadi. Tiba-tiba saja Megan mengajaknya untuk pergi ke Mall. Entahlah apa yang ada dipikiran cowok itu hari ini. Yang pasti Megan bersikap sangat aneh.
Senyum Megan sedikit terangkat ketika melihat langkah kecil Nesya yang berusaha berjalan lebih cepat darinya. Dengan tinggi 158cm serta hoodie hitam yang kebesaran dan rambut yang dibiarkan tergerai, Membuatnya terlihat sangat imut dimata Megan.
Sebenarnya untuk saat ini Megan sedang berusaha untuk melupakan foto yang tadi ia lihat dan apapun yang terjadi dengan Nesya dan Leo. Bukannya tidak mau marah atau cemburu. Ia rasa kemarahannya sangat tidak tepat untuk ditampakkan pada Nesya. Karena Nesya tidak bersalah. Ia yakin, Saat itu pasti Nesya juga sudah berusaha untuk menghindarinya. Dan mengungkit hal itu lagi pasti akan membuat keadaan Nesya semakin memburuk.
Megan sedikit mempercepat langkahnya. Lalu tangannya naik untuk menarik topi hoodie Nesya pelan. Membuat tubuh cewek itu sedikit terhuyung kebelakang, Dan menabrak dada bidang milik Megan.
"A-apa??" Tanya Nesya sedikit gugup. Dengan posisi yang masih sama. Percayalah, Dengan posisi seperti ini. Jantung Nesya jadi berdetak tak karuan. Ditambah lagi otaknya yang selalu mengingat kejadian tak terduga yang terjadi di dapur tadi.
Megan memegang kedua belah bahu Nesya. Lalu mengarahkan tubuhnya kearah timezone. "Ke sana dulu, Gue mau main." Ucapnya seraya melirik kearah timezone. Lalu tanpa sepertujuan dari Nesya. Megan lantas menggenggam tangannya erat menuju timezone. Membuat jantung Nesya semakin berdetak kencang.
Nesya menunduk. Menatap tangannya yang digenggam oleh Megan. Senyum tipis terbit diwajah Nesya. Rasanya sangat nyaman. Baru kali ini Nesya merasakan senyaman ini ketika bersama dengan seseorang.
"Lo tunggu disini, Gue mau beli koin dulu." Ujar Megan pada Nesya ketika keduanya telah sampai didepan mesin pencapit boneka.
Nesya mengangguk. "Awas lo kalo lama!" Ancamnya sok galak. Melihat itu Megan lantas menaikkan satu tangannya, Lalu Mengacak rambut Nesya gemas.
"Iya, Esya.." Ucap Megan lembut. Setelah mengucapkan itu, Megan langsung melangkahkan kakinya. Meninggalkan Nesya yang senyum-senyum tak jelas sembari memainkan kedua kakinya.
Tak membutuhkan waktu lama. Megan pun datang dengan raut bahagia sembari mengangkat satu tangannya yang penuh dengan koin untuk bermain.
"Biar gue yang coba," Serobot Nesya seraya mengambil satu koin dari tangan Megan. Dengan semangat Nesya memasukkan koin itu kedalam tempat dimana koinnya harus dimasukkan. Lalu cewek itu mulai menggerakkan pencapitnya dengan konsen.
Dilain sisi, Megan terkekeh ketika melihat raut masam Nesya yang tidak berhasil mendapatkan boneka pilihannya. Dengan percaya diri Megan maju satu langkah. Membuat tubuh Nesya sedikit menyingkir dari depan mesin pencapit.
"Giliran gue yang coba." Megan pun lantas memasukkan koinnya. Membuat Nesya yang berdiri disampingnya mengangguk sembari menunjuk kearah satu boneka lucu berbentuk Hiu biru yang mungil. "Gue mau yang itu," Ujar Nesya dengan nada yang sedikit manja.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Teen FictionDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
