Call me Caca...
SEBELUM MEMBACA AKU SARANKAN KALIAN DULU UNTUK MENGFOLLOW AKUN WP KU KARNA ITU GRATIS YA PREND
SUDAH FOLLOW? KU SARANKAN JUGA KALIAN UNTUK VOTE DAN JUGA BERKOMENTAR DI SETIAP PART NYA
BAGAIMANA? SUDAH SEMUA KAN? OKEY, SELAMAT MEMBACA PART 4💜
••🦋••
4. SATU BUNGKUS
Saat ini para inti Calaveras sedang berkumpul di warung Pak Burhan yang berada di gang belakang sekolah. Tempat itu memang biasa sudah di jadikan para anggota Calaveras untuk berkumpul di dalam kondisi apapun. Sebenarnya mereka punya basecamp nya sendiri. Tapi karena usul Satria yang ingin membuat jualan ayahnya laku. Mereka semua jadi memutuskan untuk berkumpul di warung Pak Burhan.
"Epal, kamu dengerin aku gak sih?!" tanya seorang perempuan yang sedari tadi selalu mengikuti kemanapun Reval berpergian. Termasuk ke warung om Burhan.
Reval menghela nafas prustasi. Perempuan ini memang tak pernah lelah untuk mengejarnya.
"Lo bisa diam gak Na?" sahut Reval ketus.
Liona menggelengkan kepalanya gemas. "Gak bisa." cewek itu menipiskan bibirnya. "Sebenarnya bisa sih, tapi Lio nya yang gak mau, gimana?!" lanjutnya membuat Reval kesal.
"Miris banget si Liona. Di tolak terus sama si bos." ucap Budi pelan pada Andi.
"Iya miris. Sangat miris!" Andi geleng-geleng kepala dibuatnya.
"Kalau di liat-liat. Liona itu mirip Nesya waktu kita kelas 10 gak sih? Suka ngejar Megan, eh tapi malah di tolak." Satria terkekeh saat mengingat kejadian satu tahun lalu dimana Nesya bersi keras untuk mendapatkan hati Megan. Namun naasnya cowok itu tetap bersikap dingin padanya. Dan berujung Nesya menyerah dan memutuskan untuk berhenti mengejar Megan.
Megan menoleh saat mendengar nama Nesya yang di sebutkan oleh Satria. Entah kenapa ia jadi ikut dejavu.
Aldi bangkit dari duduknya. Mengambil jaket jeans nya yang berada di atas meja. Lalu berpamitan kepada kelima sahabatnya sebelum pergi.
"Gue mau jemput Serra dulu. Kalian gak usah nungguin gue." ujar Aldi tenang.
"Geer banget, siapa juga yang mau nungguin lo." balas Andi seperti kekurangan akhlak.
Aldi menatap Andi tajam. "Gue tandain lo anak setan." gerutunya mulai kesal.
"Lo juga anak setan dong..? " timpal Satria lalu tertawa keras. Aldi menatapnya datar. Terserah lah. Dia tidak peduli. Memilih untuk berbalik meninggalkan warung om Burhan untuk menjemput kekasihnya yang sedang mengikuti les tambahan.
Megan menatap roomchat Nesya tanpa sadar. Entahlah. Padahal belum lama ia meninggalkan Nesya di rumah sendirian. Tapi dirinya malah khawatir, takut kalau Nesya kenapa-napa.
"Epal. Lio mau pulang aja ya?! Ngantuk." Liona mengucek matanya yang mulai mengantuk.
Reval menoleh. "Yaudah pulang aja sana." ketusnya cuek.
"Kamu gak mau nganterin aku apa?"
"Gak."
"Jahat!!" Cewek itu merengek di depan Reval sembari menghentakkan kakinya seperti bayi yang sedang kelaparan.
Reval menggeram kesal. Liona memang sangat meribetkan. "Iya udah, pulang bareng gue."
Bagaikan di sambar petir. Tubuh Liona langsung menegak sempurna. Matanya berbinar hebat. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Mungkin kalau menurut kalian sikap Liona lumayan berlebihan itu benar. Tapi mau gimana !? Prinsip Liona mah kalau suka sama cowok ya kejar lah. Masa diam aja.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Teen FictionDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
