42. PENGUNTIT

4.3K 176 1
                                        

YANG BACA WAJIB FOLLOW IG AUTHOR DULU : @anisaxx86

YANG BACA WAJIB FOLLOW IG AUTHOR DULU : @anisaxx86

YANG BACA WAJIB FOLLOW IG AUTHOR DULU : @anisaxx86

YANG BACA WAJIB FOLLOW IG AUTHOR DULU : @anisaxx86

YANG BACA WAJIB FOLLOW IG AUTHOR DULU : @anisaxx86

••••••

42. PENGUNTIT

Hari berganti hari, dua hari sudah sejak Megan pergi meninggalkan Nesya pergi keluar kota untuk mengurus urusan kantor yang harus ia selesaikan untuk menggantikan Papanya. Kini Nesya tengah duduk ditepi kolam renang rumahnya sembari mengayunkan kedua kakinya didalam air. Cewek itu menghela nafas, bosan sekali rasanya tinggal dirumah besar ini seorang diri.

Beberapa menit kemudian Nesya tersenyum ketika mendapatkan ide cemerlang. Daripada diam diam dirumah, lebih baik ia pergi me time keliling kota jakarta dan berbelanja beberapa barang dan makanan.

Dengan cepat Nesya pergi meninggalkan kolam renang dan berjalan cepat menuju kamar untuk bersiap siap. Sedikit memoles make up diwajahnya agar tetap terlihat segar untuk dilihat.

Dengan outfit dress diatas lutut berwarna pink serta bandana berwarna putihnya dan jangan lupakan rambut yang juga sudah di curly. Nesya kini terlihat sangatlah cantik.

Jemari jemari Nesya mengotak atik ponselnya untuk menghubungi seseorang. Mang Ujang, cewek itu menghubungi supir pribadinya ketika dirumah orang tuanya, sudut bibir Nesya terangkat ketika beberapa menit kemudian sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat didepannya yang tengah berdiri didepan pagar rumah.

Kaca mobil depan terbuka. Terlihat seorang laki laki paruh baya dengan pakaian serba hitam khas supirnya tersenyum ramah ke arah Nesya.

"Silahkan naik Non Nesya," Ucap Mang Ujang sangat lembut. Ketahuilah, pria paruh baya itu sudah berkerja bersama keluarga Nesya sejak Nesya masih menginjakkan kaki di bangku kelas 4 sd. Dan karna hal itulah Mang Ujang sangat dekat dan menyayangi Nesya seperti anaknya sendiri.

"Siapp mangg!" Nesya dengan antusias masuk kedalam mobil, ia duduk tepat disamping Mang Ujang.

"Jadi Non Nesya mau kemana dulu nih," Tanya Mang Ujang masih dengan pandangan yang konsen kedepan.

Nesya berdehem singkat, "Ke Mall dulu aja deh Mang, Nesya mau liat liat baju." Sahutnya tampak antusias.

Mang Ujang menganggukan kepalanya mengiyakan. Dengan kecepatan rata rata Mang Ujang mengendarai mobilnya menuju ke arah Mall terdekat. Nesya yang gabut lantas membuka jendela mobilnya saat berada di lampu merah yang menampilkan warna berwarna merah yang artinya semua kendaraan harus berhenti.

Pandangan Nesya tertuju kepada beberapa motor yang tampak mencurigakan. Cewek itu mengkerutkan keningnya, sepertinya beberapa motor itu sudah berada di belakangnya dari ia baru saja keluar dari komplek perumahannya.

Nesya menggelengkan kepalanya pelan, berusaha positif thingking. Mungkin saja itu hanya kebetulan.

Lampu Merah berubah menjadi lampu hijau, Mobil pun Mang Ujang lajukan kembali menuju Mall. Selang beberapa menit kemudian mereka pun sudah berada di parkiran Mall.

"Mang Ujang mau ikut kedalam nggak? temenin Nesya belanja, nanti kita beli es cream." Ajak Nesya kepada Mang Ujang. lantas Mang Ujang menggeleng.

"Nggak Non, Mang Ujang disini aja mau nonton Naruto nih di hape," Mang Ujang tersenyum seraya mengangkatkan ponselnya yang sudah menampilkan anime yang sudah sangat terkenal itu.

MEGANTARA | PERJODOHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang