16. HUJAN DAN PELUKAN

24K 1.2K 20
                                        

I'M BACK💜

SPAM NAMA INTI CALAVERAS KESUKAAN KALIAN DISINI!

KOMEN DAN VOTE NYA AGAR TIDAK SIDER.

"Yang sider anaknya dodi"
-Budi

••🦋••

16. HUJAN DAN PELUKAN

Budi meletakkan kaleng biskuit khong guan yang baru saja ia santap bersama Satria dan juga Andi. Lalu cowok itu mengikuti gaya Aldi dan juga Reval yang duduk dengan wajah serius sembari menatap Megan dan juga Nesya yang sedang duduk bersampingan di atas sofa.

"Kenapa gak ngomong sama kita-kita Gan?" Reval membuka suara. Cowok itu memasang wajah seriusnya, berbeda dari sebelumnya.

"Gue bingung harus ngomong kaya gimana ke kalian," jawab Megan dengan wajah cool seperti biasanya.

"TAU LO GAN, MASA UDAH BELAH DUREN GAK NGASIH TAU!" Pekikan nyaring itu berasal dari Budi yang tiba-tiba saja berdiri sambil melotot pada Megan dan juga Nesya.

Satria mengambil kembali biskuit yang tadi sempat Budi letakkan di atas meja. Lalu menyumpalkannya kedalam mulut ember milik Budi.

"Mulut lo kaya gak pernah di tk in aja." ujar Satria menimpali.

"Gue kecewa sama lo, setidaknya lo kasih tau ke kita kalo lo udah nikah, biar kita semua bisa kebagian makanan gratisannya." Andi menggelengkan kepalanya dramatis. Seolah ia adalah orang yang paling tersakiti disini.

"Gratisan mulu otak lo," sahut Aldi heran. Kenapa juga ia harus mempunyai kembaran yang bentukannya seperti Andi? Bikin malu saja.

Andi terkekeh. "Free is my favorite." ucapnya membuat Budi menoleh dengan wajah jengah. Sok bule banget kampret!

"Halah. gak usah sok-sok an pake bahasa bule lo, kalo ulangan aja masih nyontek ke Megan." sindir Satria tidak sadar diri.

"Percuma lo kaya, tapi gak bisa beli kaca," balas Andi kesal.

Satria mengangkatkan satu alisnya. "Ngapain beli kaca? Mendingan juga duitnya gue pake buat traktir pacar-pacar gue. "

"Kebiasaan, gak bisa setia sama satu cewek." ucap Aldi membuat Satria terkekeh karenanya.

"Gue bakal setia, kalau udah nemuin cewek yang pas."

"Terserah lo!" lalu Aldi kembali diam mengikuti Reval dan juga Megan yang sedari tadi juga diam.

Reval mendengus sebal. Mulut Trio terong-terongan itu memang tidak bisa diam. Bahkan di keadaan serius seperti ini pun mereka masih bisa mendebatkan hal yang tidak jelas seperti itu.

"Kalian bisa diem?" pertanyaan Reval barusan mampu membuat keadaan kembali hening seperti semula. Dengan kompak ketiganya duduk tegap lalu menutup mulutnya rapat.

"Kalian tau dari mana kalo gue sama Nesya udah nikah?" Megan bertanya sambil melirik kelima temannya itu satu persatu.

Nesya yang sedang duduk di antara Inti Calaveras itu hanya diam. Ia sedang mencoba untuk meredamkan amarahnya untuk tidak mengamuk dan mencakar wajah-wajah tampan mereka itu satu persatu.

"Tau dari tante gemoy lah. Masa dari bokap lo? Ya kali, bokap lo kan jarang banget ngomong. Udah kaya es batu berjalan aja." Budi menyahuti dengan tampang tak tau dirinya.

"Gue sama Nesya dijodohin." jelas Megan membuat kedua mata mereka melebar dengan mulut yang terbuka tidak percaya. Bukankah kata tante Hana mereka berdua menikah atas kemauan Megan yang katanya sangat mencintai Nesya? Sampai mau-maunya Megan menikah muda dengan Nesya hanya karena alasan cowok itu sangat cinta mati kepada Nesya.

MEGANTARA | PERJODOHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang