Call me Caca...
KALO BOLEH TAU KALIAN TAU CERITA INI DARI MANA SIH??
SEBELUM MEMBACA, SIAPKAN DIRI DULU UNTUK BERKOMENTAR DI SETIAP PARAGRAF DAN VOTE PART INI
SUDAH? SELAMAT MEMBACA💜
••🦋••
12. MULAI BAPER?
Bugh!
Keenam inti Calaveras itu menatap Nesya kaget. Begitu pun juga dengan Budi. Cewek itu tiba-tiba saja datang ke arah mereka lalu menabok bahu Budi dengan keras. Nesya berkacak pinggang sembari menatap Budi tajam.
"Heh! Itu Susu UHT punya siapa? Punya gue kan!?" Nesya menunjuk kotak susu yang sedang Budi pegang. Tentu ia tau kalau itu susu kotak miliknya, orang tadi Nesya sempat menempelkan plester pada kotak susu yang berasa pisang itu.
Budi mengangkat kotak susunya. "Ini? Punya gue dong, masa punya lo!" elaknya cepat.
"Itu punya gue, ada plester motif upin-ipinnya di sudut kiri." ujar Nesya seraya menunjuk plester motif upin dan ipin yang ia curi dari tas milik Megan. "WAHH MALING LO!!" lanjutnya tidak terima.
Dengan penuh emosi Nesya mengambil kotak susu itu dari tangan Budi. Dadanya naik turun ketika mengetahui kedua susu miliknya itu telah habis dan hanya tersisa beberapa tetes lagi.
"GANTI RUGI GAK LO!!" teriak Nesya garang.
Megan menghela nafas panjang. Sedikit tertekan saat mengingat kalau wanita yang sedang mengamuk di depannya itu adalah istri sahnya.
"Mampus tuh si Budi, singa tidur sudah terbangun coy." bisik Andi pada Satria pelan.
"Du-duit gue cuman cukup buat beli seblak, hehehe." Budi mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk V. Bermaksud untuk berdamai dengan Nesya.
"GUE GAK MAU TAU, GANTI SUSU GUE ATAU LO YANG GUE JADIIN MAKANAN SAPI!!"
Keenam cowok yang menjadi incaran para kaum hawa itu menutup telinganya menggunakan tangan. Teriakan Nesya sangatlah nyaring, sampai-sampai siswa yang berlalu lalang pun ikut memperhatikan aksinya.
"Buset itu teriakan ape bunyi terompet sangkakala?" gumam Budi terkejut.
"Sya?"
Nesya terkejut mendengar suara berat yang memanggil namanya itu. Ia menoleh pada Megan yang tengah menatapnya sambil bersender pada dinding lorong.
"Apa?" Nesya mengumpat dalam hati. Kenapa ia jadi lupa kalau dimana ada Budi dan lainnya. Pasti ada Megan disana. Bukan apa, Nesya malu euy teriak-teriak seperti orang gila tadi di depan Megan. Sudahlah! Terlanjur emosi juga.
"Ikut gue!" ucap Megan datar. Lalu ia menarik pelan tangan Nesya menjauh dari kelima sahabatnya.
Reval terkekeh saat melihat tingkah sahabat lamanya itu yang sangat berbeda dari biasanya. Tumben-tumbenan seorang Megan mau ikut campur urusan seorang perempuan. Dan hal langka itu sekarang terjadi, si depan matanya.
"Apasih lo?" Nesya melepaskan pegangan tangan Megan secara kasar.
Megan menoleh, kembali memberi tatapan datar pada Nesya. "Ceroboh!" ujarnya.
Nesya menaikkan satu alisnya. "Maksud lo?"
"Lain kali lokernya di kunci, biar kejadian kaya tadi gak terulang lagi." ucap Megan santai sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Teen FictionDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
