Ramaikan komentar pada setiap paragraf dulu, baru besok lanjut. Kalo gak rame? Minggu depan deh lanjutnya..
Yang baca cerita Megantara wajib follow akun wattpad ini ^
Id Telegram author (Cxxxxx88)
Jangan lupa vote dan komennya, Juga bantu bagikan cerita Megantara ke aplikasi tiktok, Twitter, atau Instagram lalu tag akun Tiktok author (@nooranisa8) Jika kalian mempromosikannya disana.
(Nanti akan aku cek, kalau banyak yg membagikan , Aku akan update Megantara dua hari sekali😊)
(Dilarang keras untuk sider, pastikan kalo kalian selalu vote dan komen agar sy semangat nulisnya, karena vote dan komen kalian semangat sy^)
••🦋••
32. SEMOGA SAJA
"Kalau begitu saya permisi." Megan mengangguk pada seorang dokter yang baru saja menangani luka dan lebam Nesya. Setelah mempersilahkan dokter itu untuk pergi, Megan menoleh kearah Nesya yang tengah berbaring sembari menutup kedua belah matanya di atas brankar.
Megan melangkahkan kakinya. Berjalan mendekat kearah Nesya sembari menatap cewek itu hangat.
"Lagi tidur?" Tanya Megan. Mendengar suara itu. Nesya lantas berbalik arah membelakangi Megan. Jujur ia sangat merasa bersalah. Perasaannya pun tak tenang. Memikirkan bagaimana nanti reaksi Megan ketika mengetahui Leo telah mengambil ciuman pertamanya disaat Nesya sudah berstatus sebagai istri sah Megan.
"Marah?" Megan menautkan kedua alisnya. Ada penyesalan yang begitu besar didalam hatinya karena tak bisa menjaga Nesya dengan baik. Ia marah. Marah kepada dirinya sendiri.
"Sya, Lo ga mau ngomong sama gue?" Megan kembali bertanya. Namun Nesya tetap diam. Melihat itu Megan langsung menghembuskan nafas prustasi. Tak ada pilihan lain. Megan memutuskan untuk beranjak. Lalu berjalan keluar dari ruangan tempat Nesya dirawat.
Merasa Megan sudah tidak ada lagi disampingnya. Nesya kembali berbaring pada posisi awal. Matanya menerawang keatas langit-langit ruangan. Dengan pikiran yang kesana kemari.
Beberapa menit sudah Megan keluar dari sana. Namun cowok itu belum kembali juga. Nesya lantas menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka. Bukannya Megan. Pintu itu malah memunculkan ketiga sahabatnya. Monica, Jihan dan juga Serra yang datang dengan wajah panik.
"Astaga, Lo gak apa-apa kan Nes?" Serra duduk di atas kursi yang tadi ditempati oleh Megan. Wajah cewek campuran China itu terlihat sangat khawatir dengan keadaan Nesya.
Monica berdiri disamping Nesya sembari mengamati luka dan lebam pada wajah sahabatnya itu. "Sialan tuh cowok biadab! Bisa-bisanya dia bikin lo luka kaya gini? Gak bisa dibiarin, Gue harus turun tangan nih."
Jihan mengangguk. "Bener, Zodiak emang harus dikasih pelajaran. Biar kapok!" sahutnya membuat Monica menoleh dengan kening yang berkerut.
"Zodiak?" tanya Monica tak paham.
Lantas Jihan kembali menganggukkan kepalanya. "Namanya Leo kan? Yaudah, Zodiak," jawabnya asal.
Monica mengerucutkan wajahnya. "Iya deh, Terserah lo aja." Setelah mengucapkan itu. Monica kembali terfokus pada wajah Nesya yang lebam lumayan parah.
"Kalian tau gue disini dari siapa?" Nesya mendongak. Menatap ketiga sahabatnya itu bergantian.
"Tadi Megan nelpon, Dia suruh gue buat dateng kesini, Nemenin lo." Jelas Serra yang langsung diangguki kepala oleh Monica dan juga Jihan. Tadi, Saat ketiganya sedang berada dirumah Jihan. Serra tiba-tiba saja ditelpon oleh Megan. Mereka sangat kaget. Ketika mendengar Nesya tengah berada dirumah sakit karena ulah Leo. Cowok yang selama ini mereka anggap baik.
Saat di telpon, Megan menyuruh Serra dkk untuk datang kerumah sakit dan menjaganya selagi Megan keluar untuk mengurus sesuatu. Tentu saja mereka bersedia. Dengan cepat ketiganya langsung pergi menuju rumah sakit.
"Megan ada kasih tau kalian gak? Dia mau kemana?" Nesya menatap Serra. Serra lantas menggelengkan kepalanya.
"Gak tau," Jawabnya cepat.
Setelah mengucapkan itu. Atensi mereka teralihkan dengan kedatangan Megan dengan dua tangan yang memegang totebag berwarna merah tua. Saat memasuki ruangan. Mata Megan langsung bertemu dengan manik mata coklat Nesya. Dengan cepat Nesya langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Buat lo," Megan meletakkan dua totebag itu keatas nakas yang berada disamping Nesya. Nesya mendongak. Memberanikan diri untuk menatap Megan. Setelah itu tatapannya beralih ke arah totebag yang Megan bawa.
"Makasih," ujar Nesya lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Lantas Megan menoleh ke arah Serra. Serra yang paham akan tatapan itu langsung mengangguk. Lalu berjalan keluar dengan alasan ingin mencari makan sembari menarik kedua curutnya.
"Dibuka," Ucap Megan tiba-tiba. Tangan cowok itu beralih mengambil salah satu totebag lalu menyodorkannya kepada Nesya. Nesya yang tidak punya pilihan lain lantas mengambil totebag itu dari tangan Megan. Alangkah terkejutnya ia saat melihat isi dari totebag tersebut adalah susu kotak limited edition yang dulu pernah dicuri oleh Budi.
Dengan secepat kilat ekspresi Nesya berubah ceria. Tanpa basa-basi Nesya langsung mengambil satu totebag nya lagi. Lalu membukanya dengan antusias. Dan..., Ya. Ternyata isinya sama.
"Lo dapet ini semua, Darimana? Bukannya carinya susah?" Tanya Nesya sembari menusukkan sedotan pada salah satu susu yang ada ditangannya. Lalu meminumnya dengan perasaan senang. Seolah lupa dengan apa yang barusan terjadi pada dirinya.
"Rahasia," Jawab Megan seraya duduk dikursi samping brankar. "Muka lo masih sakit?" Tanpa disadari satu tangan Megan naik. Menyentuh permukaan pipi Nesya lalu mengelus lukanya yang tadi sudah diobati dengan lembut.
Sontak pipi Nesya memerah. Jantungnya berdetak dengan kencang. Cewek itu langsung menghentikan sedotan pada susu kotaknya. Lalu menoleh, Menatap Megan Yang wajahnya juga sangat berdekatan dengan wajahnya.
"Udah gak." Nesya memundurkan wajahnya menjauh. Lalu kembali menyedot susunya. Berusaha tenang.
Megan lantas mengangguk. Cowok itu memilih untuk diam sembari menatap wajah Nesya dalam. Lebih baik ia tidak usah membahas hal yang tadi terjadi pada Nesya. Ia takut cewek itu akan kembali memikirkannya dan malah menjadi trauma. Mau bagaimanapun, Apa yang tadi Leo lakukan pada Nesya. Sudah keterlaluan, Dan Megan takut hal itu akan mengganggu Nesya untuk kedepannya.
Sementara itu. Dalam diamnya Nesya berpikir. Otaknya kembali kalut. Bagaimana kalau suatu hari nanti, Leo datang dan kembali balas dendam pada Megan dan dirinya? Ya, Berdoa saja. Semoga hal itu tidak akan pernah terjadi.
••🦋••
SEJAUH INI BAGAIMANA MENURUT KALIAN TENTANG CERITA MEGANTARA?
ANGGOTA CALAVERAS FAV KALIAN?
CEWEK FAV KALIAN YANG ADA DIJUDUL INI?
SPAM "MEGANTENG😋" UNTUK LANJUT!
Oh iya. Bantu bagikan cerita ini keaplikasi media sosial kalian lalu tag akun Tiktok author (nooranisa8) Jika kalian mempromosikannya dilapak sana.
Oke. See u next chapter 👋
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Ficção AdolescenteDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
