Call me Caca...
SEBELUM MEMBACA AKU SARANKAN KALIAN DULU UNTUK MENGFOLLOW AKUN WP KU KARNA ITU GRATIS YA PREND
SUDAH FOLLOW? KU SARANKAN JUGA KALIAN UNTUK VOTE DAN JUGA BERKOMENTAR DI SETIAP PART NYA
BAGAIMANA? SUDAH SEMUA KAN? OKEY, SELAMAT MEMBACA PART 5💜
"Mau move on tapi gak bisa, soalnya lo terlalu menarik buat di lupakan."
- secret
••🦋••
5. TURUN DI JALAN
Megan memarkirkan motor ninja hitam miliknya di parkiran sebuah tempat makan yang menjual berbagai jenis ayam geprek. Sedangkan Nesya, cewek itu sudah turun dari tadi. Berjalan cepat menuju amang yang berjualan.
"Mang. Pesen ayam geprek nya dua. Levelnya yang paling tinggi ya mang." setelah memesan pesanannya, Nesya memilih untuk duduk di sebuah kursi yang kosong.
Megan menghampiri Nesya dengan kedua belah tangan yang masuk kedalam saku celana. Banyak pasang mata yang menatap cowok itu dengan kagum. Benar sih, Nesya pun mengakui kalau suaminya itu memiliki paras yang tampan.
"Udah pesan?!" Megan duduk di kursi samping Nesya.
"Udah. Gue juga udah pesenin buat lo, lo pasti belum kenyang kan tadi?!" tebak Nesya tepat sasaran.
Megan berdehem singkat. Matanya menerawang ke arah depan. Banyak sekali motor yang berlalu lalang. Kerlap-kerlip lampu malam pun ikut menghiasi jalan raya. Menambahkan kesan ramai.
"Ini pesanannya dek." Amang penjual ayam geprek itu menyodorkan dua piring ayam yang terlihat sangat menggiurkan.
Nesya tersenyum senang. "Makasih Mang." ucapnya antusias.
Nesya menggeserkan satu piring lainnya kedepan Megan. Megan bangkit, ingin mencuci tangannya. Nesya menatap cowok itu bingung, mau kemana dia?!
"Woy Megalodon, mau kemana lo??" pekik Nesya dengan nada yang lumayan tinggi.
"Cuci tangan. Emangnya lo, gak mau cuci tangan." sahutnya dingin. Cowok itu kembali melangkahkan kakinya menuju wastafel. Nesya diam. Apa katanya?!
"HEH !! TANGAN GUE BERSIH YA, ANTI KUMAN!! " teriak Nesya kesal. Hal itu sontak membuatnya menjadi pusat perhatian. Sudah cempreng, pakai acara teriak-teriak lagi.
Sedikit malu, Nesya memilih untuk mengampiri Megan untuk mencuci tangannya juga.
"Katanya tangan anti kuman." sindir Megan dengan nada yang sangatlah menyebalkan.
"Diem lo ketek badak!!" Nesya menggosokkan tangannya kasar. Megan memutar bola matanya malas. Lalu berjalan menuju tempat makannya tadi meninggal Nesya.
Nesya melirik Megan sekilas. Sepertinya ia harus menceraikan Megan sekarang juga. Serius, cowok itu sangat menyebalkan.
"Yeayy.., makan," Nesya langsung melahap makanannya itu dengan perasaan senang. Sumpah deh, Nesya sangat menyukai ayam geprek. Apalagi yang level tertinggi.
Pedas. Itu yang Megan rasakan saat pertama kali memakan ayamnya. Keringat mulai bercucuran di keningnya saat Megan melanjutkan memakan ayam geprek miliknya.
"Stsss..." Megan mendesah kepedasan. Level berapa ini?! Ah, sedari kecil Megan sangat tidak menyukai makanan pedas.
"Kenapa lo?" tanya Nesya sembari menatap Megan heran. Wajah cowok itu tampak memerah dan penuh peluh.
"Pedas," lirih Megan mulai tak tahan. Dengan cepat cowok itu mengambil es teh yang tadi sempat Nesya pesan untuknya.
Nesya masih menatap ke arah Megan dengan polosnya. "Lo gak bisa makan pedas?!" tanyanya tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Novela JuvenilDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
