I'M BACK💜
VOTE DAN KOMENNYA JANGAN LUPA!!
BUAT YANG GAK VOTE, PUNYA MASALAH APA SIH? SINI CERITA
****
"Penyesalan selalu datang terlambat, dan saat penyesalan itu datang, buat berjuang lagi pun sudah tidak ada gunanya, alias sia sia, maka hargai selagi ada."
-Revaldo Erichano
••🦋••
14. HUBUNGAN
Saat ini Nesya tengah berada di depan pintu rumah yang terbilang lumayan mewah. Walau tidak semewah rumah milik Megan, namun rumah ini terlihat sangat nyaman dan damai. Dengan cat berwarna abu-abu dan juga putih. Di samping rumah itu terdapat sebuah taman yang di tumbuhi berbagai tanaman dan bunga membuat Nesya merasa senang berada disana.
Setelah selesai memarkirkan motornya, Megan berjalan menghampiri Nesya dengan langkah santai. Cowok itu memperhatikan Nesya yang belum juga mengetuk pintu, dan lebih memilih diam di depan pintu.
"Kenapa pintunya gak di ketuk?" Megan bertanya dengan raut kelewat santai.
"Nungguin lo dulu lah, baru di ketuk pintunya." jawab Nesya, dengan cepat cewek itu berbalik lalu mengetuk pintu depan itu dengan keras beberapa kali.
Tok..Tok...Tok
"TANTE SARAH! INI NESYA!"
Ketika mendengar pekikan nyaring dari perempuan di sebelahnya, Megan refleks menutup kedua telinganya dengan tangan. Nesya memang tidak tau malu! berteriak seperti orang gila di depan rumah orang.
"Jangan teriak juga Sya," tegur Megan dengan nada malas.
Nesya menoleh. Menatap Megan cengengesan. Perempuan itu kembali fokus pada pintunya lalu mengetuknya lagi beberapa kali.
Selang satu menit pintu pun terbuka. Menampakkan seorang perempuan paruh baya yang tengah memegang secangkir teh di tangan kirinya, lalu satu tangannya lagi untuk membukakan pintu.
"Nesya? Astaga tante kangen banget sama kamu," perempuan paruh baya itu tersenyum senang pada Nesya, namun hanya sebentar. Setelah ia menyadari ada orang lain yang berdiri di samping Nesya, keningnya jadi berkerut bingung.
"Itu siapa sayang?" tanya Sarah sambil menunjuk Megan.
Nesya menoleh ke arah Megan sebentar. Lalu kembali menatap Sarah dengan senyum kecil.
"Ini Megan tante, temen satu sekolah Nesya." jelas Nesya. Megan menatap Nesya dengan tatapan sedikit jengkel. Sebenarnya kenapa juga dia harus jengkel? Toh tidak mungkin juga Nesya memberi tahu hubungan mereka yang sebenarnya kepada orang lain.
Sarah mangut-mangut. Lalu ia menarik pelan tangan Nesya menuntunnya untuk masuk kedalam rumah. Meninggal Megan yang masih berdiri cool di tempat yang sama.
"Sini duduk. Kamu mau minum apa? Biar tante bikinin," Sarah berucap ramah. Tak ada sedikit pun niat di benaknya untuk melirik atau menawarkan Megan minuman seperti apa yang ia lakukan kepada Nesya.
Sebenarnya ia sedikit kesal saat melihat Nesya yang datang kerumahnya bersama laki-laki. Harusnya kan Nesya tidak bersama laki-laki lain selain anaknya Leo.
"Gak usah tante. Lagian kan tante masih sakit." tolak Nesya.
"Iya sih, tante juga masih gak enak badan nih." Sarah terkekeh lalu duduk di samping Nesya.
Megan yang seperti tidak di anggap itu hanya bisa diam sambil menyimak pembicaraan keduanya. Cowok itu menatap ke sekeliling, terdapat sebuah foto keluarga yang terpajang rapi di dinding. Dan yang membuatnya heran itu kenapa ada Leo disana? Apakah Leo itu juga bagian dari keluarga ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
MEGANTARA | PERJODOHAN
Teen FictionDijodohin sama wakil ketua geng motor?! *** [⚠️CERITA INI MENGANDUNG KATA - KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU DAN JUGA CERITA INI DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG MENDADAK SERTA KEJANG - KEJANG DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI KARNA BAPER⚠️] *** "...
