46. SALAH PAHAM

10.2K 262 79
                                        

YANG BACA WAJIB KOMEN DAN KASIH BINTANG!

••••••

46. SALAH PAHAM


Megan melangkahkan kakinya menyusuri lorong SMA Bina bakti yang tampak sepi, Bagaimana tidak sepi, Sekarang masih jam pelajaran, Namun Megan meninggalkan kelas karna harus menemui Pak Kurniawan, Guru yang biasa mengurus urusan olimpiade sekolah. Sebenarnya Megan juga tidak tau kenapa dirinya dipanggil oleh guru tersebut, Namun karna yang memanggilnya itu seorang guru, Mau tak mau ia harus menurutinya.

Saat melewati tangga sekolah yang menuju lantai dua, Megan terlonjak kaget namun masih dengan wajah yang datar ketika dirinya bertemu dengan seorang cewek yang sepertinya seangkatan dengannya. Cewek itu menghampiri Megan dengan nafas yang ngos ngosan serta wajah yang begitu panik.

"Me..megann pleasee bantuin.." Ucap cewek tersebut masih dengan nafas yang ngos ngosan.

Megan menaikkan satu alisnya, Tidak ada sedikitpun niat untuk mengeluarkan suara.

"Gue mohon banget pleasee, bantuin.."

"Tadi gue sama Serena mau ke wc, tapi pas kita udah di tengah jalan, Serena tiba tiba aja pingsan!" Cewek itu ingin memegang tangan Megan agar bisa ia tuntun ke tempat Serena berada, Namun belum sempat ia melakukannya, Megan terlebih dahulu menangkis tangan cewek itu.

"Ayolahh Gann, gue udah minta tolong kesana kemari tapi nggak ada yang mau bantuinn!"

"Serenanya mana?" Setelah sekian lama diam tanpa suara, Megan akhirnya membuka suara membuat cewek yang ada didepannya hampir memekik kegirangan.

Dengan cepat cewek tersebut menunjuk kearah lorong yang menuju ke arah wc wanita, Lalu keduanya berjalan menghampiri Serena yang masih tergeletak pingsan dilantai.

Mau tak mau, Karna merasa kasihan dengan Serena, Megan lantas mengangkat tubuh Serena lalu membawanya ke uks. Sedangkan cewek tadi tersenyum miring sembari menatap kepergian Megan dan Serena.

"Rencana berhasil," Gumamnya pelan.

Setelah sampai di uks Megan langsung membaringkan tubuh Serena di atas brankar. Merasa sudah tak ada urusan lagi, lantas Megan ingin melangkahkan kakinya meninggalkan Serena, Namun belum sempat ia meninggalkan uks, Langkahnya terhenti ketika ia mendengar Serena yang memanggil namanya dengan lemas.

"Megann.." Serena berucap dengan nada yang sangat lemas, Dirinya sangat berharap Megan diam untuk menemaninya di uks.

Tak memperdulikan panggilan Serena, Megan kembali melangkahkan kakinya namun lagi lagi langkahnya terhenti ketika mendengar suara dari arah brankar tempat Serena berbaring.

brukk

"Awww!" Serena meringis seraya menatap kakinya yang sudah mengeluarkan sedikit darah akibat goresan pada brankar ketika ia ingin mencegat Megan untuk tetap tinggal, Namun dirinya malah terjatuh dan berakhirlah terluka seperti ini.

"Ck!" Megan berbalik untuk membantu membaringkan tubuh Serena kembali ke brankar. Meliat itu Serena tersenyum dengan jantung yang berdegup sangat kencang, Diperhatikannya setiap inci wajah dan tubuh Megan. Wah, rasa ingin memiliki Megan dihidupnya semakin meningkat.

"Megan minta tolong ambilin air putihh, aku haus bangett.." Pinta Serena ketika dirinya sudah duduk diatas brankar.

"Lo kira gue babu lo?" Ketus Megan dengan wajah yang teramat datar.

"Pleasee ambilin yaa" Serena menatap Megan penuh harap. "Kalo lo nggak mau ngambilin gue air minum, gue bakal nguntit lo buat kedepannya," Lanjut Serena mengancam.

"Lo ngancam gue?"

"Nggak kok, aku cuman memperingatkan aja hehe.." Serena menjawab seraya terkekeh.

Tak mau urusan menjadi tambah panjang, Megan lantas mengambilkan Serena segelas air putih lalu memberikannya pada Serena.

Jika Megan mengira setelah ini dia bisa pergi dengan tenang, Megan salah, Serena tak akan membiarkannya pergi begitu saja.

"Ah? maaf," Serena memasang wajah terkejut ketika dirinya dengan sengaja menumpahkan segelas air tadi ke tubuh Megan dan membuat seragam lelaki itu basah kuyup. Lantas Serena bangun dari duduknya mendekati Megan masih dengan wajah yang pura pura panik.

"Gue bantu bersihin baju lo ya," Bahkan kini dengan lancangnya Serena mulai memegangi tubuh Megan, mencoba membantu melepaskan seragam Megan. Dengan cepat ia memaksa untuk membuka kancing seragam Megan.

Megan terkejut dengan kejadian yang menurutnya sangatlan cepat. Dirinya tak sadar ketika dengan lancangnya jari jemari Serena melepaskan kancing seragamnya dan berniat untuk membantunya melepaskan seragamnya yang sudah sangat basah sekarang.

Tersadar, Megan lantas mendorong tubuh Serena sampai menabrak brankar. Serena meringis ketika punggungnya terasa sakit akibat dorongan Megan.

"Aku cuman mau bantu kamu lepas seragamm, itu udah basah bangett!" Serena kembali berdiri. Tak terima melihat Megan yang berbalik untuk meninggalkannya. Serena lantas menarik tubuh Megan kuat lalu tangannya kembali ingin membuka kancing seragam Megan.

"Megan aku cinta banget sama kamu Megan," Racau Serena tanpa sadar.

"Lo gila!" Megan kembali mendorong tubuh Serena, Namun Serena tak pantang menyerah, Ia menarik seragam Megan dan menyebabkan seragam cowok itu sobek. Belum selesai dengan aksinya, Serena lalu memeluk tubuh Megan dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Megan ingin mencium bibir manis lelaki idamannya itu.

"kalian ngapain?"

Megan membalikkan tubuhnya sangat terkejut ketika mendengar suara yang sangat ia kenali. Nesya, Istrinya itu entah sejak kapan sudah berdiri di depan uks. Megan dapat meliat dengan jelas Mata Nesya yang sudah memerah dengan tubuh yang bergetar, sialan, Ia tidak mau wanitanya itu salah paham.

"Syaa.." Megan mendorong tubuh Serena sangat kuat sampai cewek itu terjatuh kelantai dan tak dapat menarik tubuh Megan lagi seperti tadi.

Tak ingin mendengar apapun penjelasan dari Megan. Nesya lalu berlari dengan cepat meninggalkan Megan dengan air mata yang sudah membasahi pipi. Cowok brengsek!

Megan terus berlari mencari Nesya yang berlari begitu cepat, Cowok itu mengusap wajahnya gusar, kini ia tampak sangat berantakan, Megan begitu prustasi. Membayangkan betapa sakit hatinya Nesya saat ini membuat hati Megan ikut tersayat.

Megan memukul tembok kuat sampai tangannya mengeluarkan darah. Ini semua salahnya, Coba saja tadi dia tidak membantu Serena, Ini semua pasti tidak akan terjadi, Dan Nesya tidak akan salah paham dengannya.

"Nesya maafin aku Sya.."



•••••

DIKIT YA ?

SPAM KOMEN DULU BIAR DOUBLE UPDATE YANG PARTNYA PANJANG😝

Habisnya banyak silent readers sii😤

KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA YA DI SETIAP PARAGRAF BIAR DOUBLE UPDATEE!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MEGANTARA | PERJODOHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang