Cantiku

642 92 1
                                        

No longer life

~

"Kenma-san!" Sapa gadis itu melambaikan tangannya. Hari ini halte bus itu ramai. Ini masih pagi hari, dengan cuaca cerah, ditambah dengan status akhir pekan.

"Ohayo." Sapanya saat pria bersurai panjang itu sudah berdiri di sampingnya.

"Ohayo. Mau ke Roppongi ya?" Kenma menyapa balik. Dia hari ini tampak tampil dengan Hoodie berwarna baby blue dan celana jeans. Tidak, yang lebih menarik perhatian adalah rambutnya yang diikat. Kerennya lebih uwaah.

"Kenma-san ada rekomendasi tempat?"

"Ha? Ano... Aku jarang keluar. Jadi, aku bawa temen buat pemandu wisata boleh?" Pria berkuncir itu menunjuk dirinya sendiri tersenyum kaku.

"Gapapa kok! Dimana?" Gadis itu mengangguk cepat.

"Di sekolah aku. Omong-omong... Aku cuma bisa nemenin sampe jam 3."

"Thankyou banget, Kenma-san. Jadi, naik bus ke Nekoma dulu ya?" Gadis itu mengingat tulisan pada jaket olahraga yang biasa dikenakan Kenma.

"Eum."

"Berarti ... Pas banget, 3 menit lagi kalau jadwalnya." Gadis itu menoleh pada papan digital yang bergelantung pada atap halte itu.

Apakah menurut kalian 3 menit itu waktu yang lama? Oh, tentu tidak. Bus itu sudah datang di depan mata mereka segera.

"Disekolah kenma-san banyak kucingnya ya?" Dia mulai membuka topik pembicaraan di dalam bus. Tangannya menyodorkan bungkusan biskuit kecil pada pria di sampingnya.

"Ngga juga." Kenma sedikit tertawa geli mendengarnya. Tangannya menerima biskuit itu kemudian memakan isinya.

"Nekoma loh. Hahaha" Gadis itu ikut tertawa melihat orang di sampingnya tertawa.

"Kenma-san... Maaf." Mulut gadis itu terasa kelu untuk berucap.

"Iite ii desu. [Bilang aja, gapapa]" ucap kenma.

"Maaf, aku lupa kalau buku yang kemarin ada somethingnya. Udah ketemu? Bukan niat mau bikin ngga nyaman kok. Beneran lupa. Takutnya malah membebani." Gadis itu mengatupkan kedua tangannya. Dia tidak ingin dianggap sebagai orang yang harus diperlakukan sebaik mungkin karena akan pergi.p

"Maaf juga, kemarin aku penasaran jadi kebuka. Tenang aja, isi suratnya belum kebaca semua kok. Bukunya aku balikin waktu selesai baca ngga apa-apa?" Kenma ikut merasa tidak enak. Sungguh, rasa penasarannya sangat kuat kemarin

"Gapapa kok. Aku juga ngga gitu rencana mau kasih ke orang. Itu cuma misal siapa tau ada yang ketemu."

"Gitu ya... Ngga mengganggu kok. Aku memang udah ada niat mau ikut nemenin."

"Arigatoune, Kenma san." Senyum gadis itu ramah.

"Nama aku udah ketahuan dong. Hahahaha. Tapi, kalo sama orang panggil aku hmm... 'cantik' aja."

"Cantiku?" Kenma mengucapkan bahasa Indonesia itu dengan logat Jepang. Gadis itu hampir saja salah paham. Untung dia mengetahui lidah orang Jepang memang begitu.

"He'em." Dia mengulum bibirnya sedikit ingin tertawa.

"Dan, jangan ingat namaku."

Kenma hanya diam. Apakah nama [Name] itu terlalu buruk? Atau, dia tidak ingin diingat olehnya?

~

23 April 2021

- Emm... Maybe I have no longer life. -

-I decided to...-

-Let me fell happy again-

-Its just like...-

-Never...-

-I don't know. Its hurts sometimes-

-Tired, you know?-

With love
[Name]

~~~~

Tokyo's Rain (Kozume Kenma x Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang