Doa Cinta

18 2 0
                                    

Besok adalah hari yang selama ini kutunggu. Doa-doa yang selama ini kupanjatkan, harapan yang kupinta tiap kening bertemu bumi, sekarang ada di depan mata.

Begitu bahagia hati ini, ketika mimpi itu terwujud dengan bingkai cerita yang sangat Indah. Sungguh tak ku sangka Dia pilihan terbaik yang Allah gariskan untuk ku.

Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan manusia dalam mahligai rumah tangga, namun persaudaraan baru yang tercipta akan kedua keluarga.

Reyhan kini akan menjadi suami ku. Seorang lelaki aneh yang berhasil menaklukkan hatiku.

Satu langkah lagi aku dan Reyhan akan menjadi kita. Hatiku masih gelisah tak karuan, tiap sudut ruangan kamar seakan terbayang wajah Reyhan. Denting jam dua belas kali berputar aku tetap tak bisa tidur.  Menanti hari esok ternyata tidak seperti malam-malam sebelumnya. Momen berkesan dalam hidup yang akan membawa aku ke dalam pernikahan.

Pukul 05:30.

Tata rias datang ke kamar ku, hiasan wajah kini tepat berada di hadapanku. Rasanya masih belum percaya hari ini aku bertunangan dengan Dia.

Diluar sudah terpasang bunga-bunga hiasan, lampu-lampu dan kursi sudah ditata sangat rapi oleh WO. Aku sungguh tak sabar. Sanak families juga datang dari Abi dan Umi. Teman-teman ku dan Kak Diana begitu sibuk mengecek makanan untuk tamu.

"Masyaallah begitu cantik anak ini". Kedua orangtua ku masuk ke kamar.

"Doain ya, semoga niat yang baik ini berjalan sampai pernikahan".

"Iya Dinda sayang, ya sudah sebentar lagi Reyhan akan datang, Abi dan Umi keluar dulu".

....

Dia datang dengan baju putih bersih bersetelan celana kain warna coklat, yang senada dengan dress ku. Wajahnya sangat berseri, senyumnya begitu indah sekali.

Tak hentinya aku memanjatkan doa, dzikir, agar semuanya berjalan dengan lancar. Umi begitu setia berada disampingku, aku dimanjakan bak putri raja, makan disuapin, minum diambilin.

Tepat jam 09:00 acara dimulai, Reyhan menatap ku dalam-dalam dari kejauhan yang semakin membuatku gugup. Acara dimulai oleh paman Reyhan, tak lama kini adalah giliran Reyhan.

"Assalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh, terima kasih atas izin nya untuk saya dan keluarga datang hari ini. Saya Reyhan bermaksud melamar, meminta pilihan hati saya, Dinda kepada Bapak untuk menjadi istri saya". Ucap Reyhan dengan suara bergetar menahan haru.

"Bagaimana nak Dinda?". Tanya Ayah Reyhan.

"Bismillah, atas izin Allah, setelah Dinda beristikharah, setelah Abi, Umi, Kakak dan hati Dinda yang telah mempertimbangkan semuanya, tolong bimbing Dinda ya Mas menuju surga Allah, tolong cintai, sayangi Aku dengan tulus, tolong tegur aku ketika aku salah dengan lemah lembut, insyaallah Dinda menerima lamaranmu".

Reyhan dan aku sama-sama meneteskan air mata, setelah perjalanan panjang, kami akhirnya bisa berada di titik ini.

Ibu Reyhan lalu memasang cincin di jemari manis ku. Kemudian memberikan seserahan tunangan.

Kak Diana juga tak bisa menahan tangisnya saat memelukku, adik kecil yang selama ini masih bermanja, kini akan menjadi milik orang lain.

"Sudah ahh jangan nangis".

"Hahahaha.. Kakak segerakan ya". Ledekku padanya.

Kami kemudian berfoto bersama sebagai kenangan di hari yang spesial ini. Semuanya sangat riang bahagia, senyum begitu merekah antara dua keluarga ini.

"Barakallah, sebentar lagi kalian akan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah". Doa Abi sambil mengusap kepala ku.

"Amin ya rabbal alamin". Jawab kami berdua.

                                    Tamat
Jangan lupa vote dan baca cerita beruku😍 komen dibawah ya teman-teman.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 25, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Manusia Aneh (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang