Malu

73 15 4
                                    

Wulan sedang bingung memilih menu santap siang.

"Hmm pilih yang mana ya Din? Aku bingung nih". Dia membuka lembar demi lembar buku menu.

"Kamu kan suka mie goreng, udah pesan itu aja, aku mah ngikut kamu aja".

"Ya udah deh", kemudian Wulan memanggil pelayan untuk memesan makanan.

Aku tetap tak paham dengan sikap Vico terhadap ku, apakah dia lupa dengan ku.

Lalu bagaimana kabar nya Rayhan, sudah dua minggu lebih aku tidak bertemu dengan nya. Aku khawatir padanya.

"Lan, Rayhan apa kabar ya? Btw dia kuliah dimana?", aku menanyakan Rayhan pada Wulan.

"Mana aku tahu Lan".

Ponsel ku berbunyi ternyata ada telepon masuk. Aku tidak melihat nama nya langsung ku geser ke warna hijau.

"Hallo, Assalamualaikum Calon Istri ku", aku kaget mendengar suara nya, Rayhan, iya dia Rayhan. Hatiku berdebar mendengar suara nya, ada apa dengan ku.

"Waalaikum salam, ada apa?", sebenarnya hati ini sudah mulai menyukai nya tapi aku merasa malu harus mengakui perasaan ini kepadanya.

"Kamu jadi kuliah di kampus itu?"

"Iya, emang kenapa? Kamu kuliah disini juga?".

"Iya aku kuliah disitu juga, kamu sekarang ada dimana?"

"Ada di kantin kampus". Wulan malah mendekatkan kepalanya pada Hp ku.

"Lan jangan nguping deh".

"Wulan? Dia kuliah sama kamu juga?", Rayhan menanyakan Wulan padaku.

"Iya, kamu ambil jurusan apa?".

"TI, biar jago coding-coding gitu. Terus yang paling penting aku bisa mantau keberadaanmu ada dimana, lagi duduk sama siapa, makan sama siapa", dia berbicara sambil tertawa.

"Hmmmm sampek segitu nya ya . Yaudah aku makan dulu ya, udah laper nih".

"Ok, sekarang aku nggak bisa nemuin kamu, soalnya aku lagi ada urusan nih".

"Iya nggak papa". Kututup telfon nya.

Maaf Rey, aku malu mengatakan perasaan ini padamu.

Makanan sudah datang, aku dan Wulan langsung menyantapnya.

Entah kenapa hatiku yang tadinya nggak enak sekarang berubah 180 derajat, setelah tadi menerima telfon dari Rayhan. Aku mulai menerima keadaan Vico dan Kak Diana. Toh aku juga tak ingin menyakiti hati kakak ku.

Hati ini sangat merindukan mu Rey...

~~~
Aku sudah sampai di rumah dan ospek akan diadakan minggu depan. Aku mempersiapkan semua nya dari sekarang, mulai dari papan nama dari kardus sampai baju putih dan rok hitam.

Aku masih penasaran tentang Vico, harus kutanyakan tentang Vico pada kak Diana. Mungkin dia tau tentang masa lalu Vico.

Aku pergi ke kamar kak Diana, ternyata dia sedang sibuk dengan Hp nya.

"Kak, aku boleh nanyak sesuatu nggak?", aku duduk disebelahnya.

"Boleh, mau nanyak tentang apa?". Dia membenarkan posisi duduk nya dan meletakkan Hp nya di atas meja.

"Kak Vico, dia orang mana sih kak?"

Semoga dia Vico yang dulu aku kenal.

🌸🌸🌸

Ayo penasaran kan?
Jangan lupa vote dan follow
I love you all💋💋💋

Manusia Aneh (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang