Kita langsung masuk ke halaman rumah, Rayhan bersalaman dengan Umi dan kakak. Dia begitu sopan kepada Umi dan kak Diana. Dengan ramah ia memperkenalkan dirinya kepada Umi.
"Assalamualaikum tante, perkenalkan nama saya Rayhan Alfarizi, biasa di panggil Rayhan. Saya temannya Dinda dari kelas 10, tapi kita beda kelas". Sambil menyodorkan tangan nya pada Umi dan Kak Diana.
"Waalaikumsalam, oh namanya Rayhan, saya Uminya Dinda, ini kakaknya namanya Diana". Umi memperkenalkan dirinya pada Dia dan juga kak Diana.
"Oh iya tante, kak Diana. Saya selalu ingin dekat dengan Dinda, tapi dia nya nggak pernah mendekat, pasti selalu menghindar". Dengan muka balas dendam dia mengatakan itu di hadapan Umi dan kakak ku.
Malunya diriku Tuhan, aku langsung berlari menjahui mereka bertiga dan masuk ke dalam rumah"
"Dinda masuk dulu, makasih Rey" dengan tergesa-gesa aku kabur, karena sudah terlalu malu berada dihadapan mereka, tapi aku masih penasaran apa yang akan di bicarakan manusia aneh ini, jadi kuputuskan untuk mengintip mereka dari balik pintu.
"Dinda, kok masuk sih", ucap Umi yang melihatku kabur meninggalkan nya.
"Maafkan Dinda ya nak Rayhan, Dia bukan ingin menghindar tapi mungkin dia tidak ingin dekat dengan siapa pun, pacaran juga haram kan di agama kita". Penjelasan Umi pada ucapan Dia yang selalu ingin mendekatiku.
"Tapi kan saya pengen deket tan, se enggak nya dia kalau di panggil itu noleh dan membalas sapaan saya dengan ramah". Ya Allah dia begitu to the point terhadap Umi.
"Ya udah nanti saya sampaikan ke Dinda ya, ayo masuk dulu" Umi mempersilahkan nya masuk kedalam rumah".
"Nggak tan, makasih sekarang udah sore saya harus pulang", Dia meminta maaf pada Umi karena harus pulang cepat.
Rayhan pulang kerumahnya dan Umi tiba-tiba mengetok pintuku. Aku sedang berebahan di kasur, untung saja aku sudah sholat dzuhur dan ashar di sekolah jadi aku bisa santai sebentar di kamar.
"Tok-tok-tok, Dinda sayang buka pintunya Umi mau bicara".
"Iya Umi bentar" Aku langsung berdiri dan berjalan ke depan pintu, rasanya hati ini tidak ingin menjawab pertanyaan yang akan di lontarkan dari mulutnya.
"Dinda, sebagai seorang muslimah kita harus menghormati dan menghargai orang lain, meskipun dengan lawan jenis, jika ia menyapa, kita harus membalas sapaan nya. Jangan pernah membenci orang lain, Allah sangat tidak suka dengan hamba seperti itu".
Aku heran mengapa Umi tau tentang keadaan ku dengan Rayhan.
"Iya Umi sayang". Aku kaget mendengar pernyataan Umi padaku, ku balas pertanyaannya dengan singkat karena aku sudah lelah hari ini.
Lalu Umi keluar dari kamar ku. Jangan-jangan Rayhan yang cerita ke Umi. Kepala ku masih terngiang-ngiang tentang perkataan dia kepadaku di jalan tadi. Apakah dia ngejar-ngejar aku selama ini karna dia suka padaku, ah tidak mungkin. Lagi pula aku ini siapa, masih banyak perempuan yang lebih cantik yang cocok dengan nya. Dia juga sangat cuek, waktu aku jatuh di depan kelasnya dia tidak menolongku, apakah itu yang dinamakan suka. Sungguh manusia aneh.
🍂🌸🍂
