Cuaca hari ini begitu cerah, tidak begitu panas dan tidak terlalu dingin. Angin sepoi-sepoi, walaupun jalanan begitu macet tapi udara tetap sejuk. Di dalam mobil, aku hanya terfokus membaca berita-berita hangat di ponsel ku. Entah dari berita edukasi, politik, dan hiburan. Tiba-tiba aku kaget di depan mobil Abi ada sesosok laki-laki yang dari belakang tidak asing bagiku. Mataku terus memandang lurus padanya, sampai Abi mengibaskan tangan nya di depan wajahku, karena kami sudah berhenti di lampu merah."Hey, Dinda kok bengong sih, ada apa?". Tanya Abi mungkin heran padaku.
"Enggak Bi, gak apa-apa kok, itu tadi kayak ada temanku gitu, tapi kayaknya udah ngebut deh tadi". Tuturku bingung, Dia tapi mana mungkin.
Waktu sudah menunjukkan jam tujuh kurang sepuluh menit. Aku turun dari mobil dan berpamitan pada Abi.
Gerbang sudah terbuka lebar, pak satpam sudah siap mengatur anak-anak yang masuk ke sekolah. Seperti biasa hari ini pasti upacara, para petugas sudah berkumpul di lapangan, mikrofon sudah tegak berdiri di sini. Aku mulai masuk ke halaman sekolah, ku hampiri teman kelasku yang sudah berkumpul di gazebo. Kami bercanda ria disana sebentar, lalu aku masuk ke kelasku dan menaruh tas.
Lapangan upacara sudah penuh dengan siswa-siswi untuk mengikuti upacara. Untungnya hari ini cuaca begitu bersahabat. Ku mengambil barisan paling depan di sebelah danton. Petugas upacara hari ini adalah adik kelas. Suasana upacara sangat hikmat, semua peserta terhanyut dalam acara ini.
Selama perjalanan masuk kelas, tiba-tiba ada orang yang menyapaku.
"Assalamualaikum calon istri ku". Dengan percaya diri nya dia mengucapkan kata-kata itu padaku.
"Waalaikumsalam makhluk aneh". Balasku, langsung ku buru-buru pergi meninggalkannya.
Saat itu, banyak orang yang duduk di depan kelas dan mendengarkan perkataannya. Sungguh aku malu sekali, bagaimana nasibku ini. Dasar manusia aneh, kenapa kau selalu mengikutiku.
Semua orang melihat ku mungkin mereka tahu apa yang diucapkan Rayhan padaku. Aku hanya bisa tersenyum dan bersikap tidak ada hal yang terjadi waktu itu. Sesampai nya dikelas aku pasti akan ditanyakan macam-macam oleh temanku. Sungguh malangnya diriku.
"Ciee calon istri nih", ejek temanku.
"Apaan sih, jangan ganggu deh". Kutepis semua pertanyaan mereka karena antara aku dengannya memang tidak ada apa-apa.
Ternyata harapan ku tadi pagi tidak di jabah, aku malah ditakdirkan bertemu dengan dia lagi.
Saat istirahat tiba, karena masih jam sembilan aku tidak ingin ke kantin. Jadi, ku putuskan akan ke perpustakaan untuk membaca buku.
Perpustakaan di sini cukup lengkap, ada novel, buku pengayaan, cerpen, bahkan puisi. Aku masih sibuk memilih buku, saat ingin mengambil buku yang ku cari ternyata ada yang juga menarik buku itu.
"Siapa sih, lepas dong aku dulu yang menemukan buku ini". Tetap kutarik buku itu dengan sekuat tenaga.
"Assalamualaikum, kamu. Buat kamu apa sih yang enggak, ini baca aja". Langsung dia tarik buku itu dan berjalan untuk memberikannya padaku. Aku heran kenapa Dia lagi.
"Ini", mengulurkan buku itu padaku.
"Waalaikumsalam, Makasih" langsung ku pergi ke panita peminjaman buku dan berlari untuk menjauhi nya.
Ya, Allah kenapa aku selalu bertemu dengannya? Apakah yang dikatakan oleh Abi benar. Sejauh apapun kita menghindar dari seseorang, jika dia memang di takdirkan dengan kita pasti Allah akan selalu mendekatkan nya. Apakah dia jodohku? Tidak mungkin, aneh.
🍂🌸🍂
