Ayah Minho masih membujuk putranya itu untuk menerima kehadiran anak temannya yang akan tinggal beberapa waktu bersama Minho di rumah besar itu.
" Ayolah nak, rumah ini kan terlalu besar jika hanya kau yang tinggal sendiri." Bujuk sang Ayah.
" Tidak! Ini rumah ku! Ayah tidak bisa menyuruhku atau ikut campur dalam kehidupan ku di rumah ini!" Jawab Minho tegas.
" Ayah sudah berjanji pada paman Kim, bila anaknya akan tinggal di rumah ini untuk sementara waktu."
" Itu urusan ayah, aku tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian kalian."
" Minho, mengertilah sedikit. Seungmin tidak mungkin tinggal dengan orang asing disini. Kalau dia sampai kenapa-kenapa bagaimana?"
" Bukan urusanku. Ayah juga, kenapa memasukan orang asing ke sini? Kalau aku kenapa-kenapa bagaimana?" Minho terus mengembalikan kata-kata sang ayah.
" Kau kan laki-laki, sedangkan Seungmin kan perempuan. Apa kau tega membiar kan wanita muda sendirian di kota asing bersama orang asing?"
" Kalau ayah begitu mengkhawatirkannya, kenapa ayah tidak membawanya untuk tinggal bersama ayah?"
" Di rumah utama sudah tidak ada kamar kosong,"
" Kan ada kamarku dan kamar tamu!"
" Kamar tamu sudah di ubah adikmu menjadi galeri pribadinya. Sedangkan kamarmu... Ayah dan ibu masih berharap kau akan kembali kesana."
" Tidak! Suruh dia tinggal di sana saja!"
" Minho ayolah, Seungmin itu manis. Kau lihat dulu sebentar baru putuskan."
" Apa ayah sedang bernego dengan ku? Aku akan melaporkan ayah kepolisi, karena sudah terlibat dalam sindikat penjualan manusia."
" Memang sangat sulit berbicara denganmu. Aku akan menyuruh Seungmin tinggal di sini dan kau harus menerimanya. Suka maupun tidak!"
Ayah Minho bangkit dan menghampiri sosok yang hodie abu-abu dengan masker hitam yang menutupi wajahnya.
" Ayah pikir aku tidak ingat bagaimana sosok Seungmin itu? Anak perempuan dengan kuncir dua, luka gores di seluruh tubuh, wajah kucel, penampilan berantakan dan gigi yang berlubang! Yang seperti itu mana bisa tumbuh jadi sosok manis!"
Minho sebenarnya sudah pernah mengenal sosok Seungmin, saat keduanya masih kecil. Seungmin sangat senang mengusik Minho dan akan tertawa puas jika Minho mengomelinya.
" Tidak apa-apa Seungmin. Bukankah sudah biasa Minho bersikap dingin seperti itu. Dia kan memang anak yang tegas dari dulu." Bujuk ayah Minho pada Seungmin.
" Jangan paman, aku benar-benar tidak enak. Aku akan tinggal di tempat lain saja, nanti paman bilang ke papa kalau aku tinggal di sini! Aku janji akan baik-baik saja. Paman tidak perlu khawatir."
" Bagus! Pergi sana! Menyusahkan saja!" Usir Minho sambil bersandar di pintu rumahnya.
" Minho! Kau tidak boleh bicara seperti itu pada seorang gadis."
" Gadis? Ayah tidak lihat penampilannya? Rambut pendek, topi, hodie dan celana jeans. Mana bisa yang seperti itu di bilang gadis, cih!" Cibir Minho.
" Kau ini hidup di jaman apa kak? Apa kau pikir seorang gadis hanya bisa berambut panjang dengan pita manis, memakai dress dan heels tinggi? Itu membosankan!" Sahut Seungmin.
" Ck! Kau tidak berubah ya! Dasar si gigi ompong!" Ledek Minho.
" Dasar si jelek pemarah!" Balas Seungmin.
" Kau!" Minho naik pitam.
" Hey! Kenapa malah bertengkar sih! Seungmin, paman akan tetap meminta kamu tinggal dengan Minho. Jadi kalian baik-baiklah disini ya."
" Aku tidak mau!" Minho menarik tangan Seungmin kuat dan menghempaskan tubuh kecil itu keluar pagar rumah.
Seungmin jatuh tersungkur, hingga masker yang menutupi wajah Seungmin ikut terlepas dari sang pemilik.
Seungmin menatap Minho emosi. Minho terdiam menatap wajah Seungmin yang kini tak tertutupi lagi.
" Apa lihat-lihat! Dasar mahluk dingin, tidak punya hati!" Keluh Seungmin yang berusaha kembali bangkit namun tumit kakinya terkilir dan membuat sang empu meringis.
" MINHO!! Kau sudah sangat keterlaluan! Baiklah Seungmin, paman setuju kau tinggal di tempat lain! Ayo paman antar, kau cari kamar kost di sekitar sini." Ayah Minho memapah Seungmin pergi dari sana.
" Tunggu!! Minho menghampiri Seungmin. Dia mengangkat Seungmin di bahunya dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya mengambil koper Seungmin yang ayah Minho pegang.
" Ayah pergi saja. Aku akan memelihara puppy kecil ini dengan baik!" Ucap Minho dingin dan membawa Seungmin masuk kerumahnya.
" Aku bukan seekor puppy! Turunkan aku!!" Seungmin meronta, dan memukul-mukul punggung Minho. Namun semua itu tidak menghentikan langkah Minho.
" Ya ampun anak itu! Aku tidak mengerti, bagaimana cara berpikirnya!" Keluh ayah Minho.
______________________________________
Sesampainya di dalam, Minho menghempaskan kasar tubuh Seungmin ke sofa.
" YA!! KAU MAU MATI?!" Teriak Seungmin.
" Jangan berisik! Kamar mu di lantai satu dan kamar ku di lantai dua. Jangan pernah menginjakan kakimu di lantai dua, karena itu daerah kekuasaanku. Aku punya kamar mandi pribadi di atas jadi kau tidak perlu takut untuk memakai kamar mandi bawah, karena aku juga tidak tertarik pada body lembek sepertimu."
" Kulkas, dapur dan televisi bisa di gunakan bersama, asal tidak berbenturan jadwal. Jangan menyimpan makanan tidak sehat dalam kulkas. Bersihkan alat makan sendiri setelah makan. Bersihkan rumah secara teratur dan jangan menyimpan sampah basah di dalam rumah! Apa kau mengerti?!"
Ucapan panjang Minho sama sekali tidak ada yang masuk ke telinga Seungmin. Satu-satunya yang dia ingat hanya letak kamarnya saja.
" Mengerti tidak!" Bentak Minho.
" Iya kak!" Jawab Seungmin cepat.
" Bagus! Sekarang pergi kekamarmu!" Seungmin berusaha bangkit namun kakinya masih terasa sakit.
" Duduk!" Minho menekan bahu Seungmin hingga sang empu kembali duduk di sofa.
" Maunya bagaimana sih? Tadi di suruh pergi ,sekarang suruh duduk? Apa dia punya penyakit kepribadian?" Batin Seungmin bertanya-tanya.
KREK!!
" AW AW AW!!" Teriak Seungmin saat Minho menyetuh tumit kakinya.
" Apa kau sudah gila? Kalau kakiku patah bagaimana?" Keluh Seungmin sambil memukul Minho kencang.
" Kalau gendang telingaku terganggu bagaimana? Itu lah yang harusnya kau pikirkan! Dasar si gigi ompong!" Minho mencoba mewaraskan telinganya dengan menjauh dari mahluk berisik itu.
" Sikap kejinya makin dewasa malah makin parah! Dosa apa yang ku buat di masa lalu, hingga kau harus berhadapan dengan mahluk sadis itu lagi! Sebal!" Seungmin bangkit dengan mudah dan menarik kopernya menuju kamar yang Minho maksud.
" Eh? Kaki ku? Kaki ku sudah tidak sakit! Wah! Dia hebat juga!" Seungmin yang baru sadar Minho sudah mengobati kakinya pun berjingkrak kegirangan.
" Ternyata kau baik juga. Kakak aku mencintaimu.." Seungmin membuat love sign dan memberikan flying kiss ketangga yang menuju lantai dua itu, kemudian menghilang di kamarnya.
Minho yang diam-diam memperhatikan Seungmin terkekeh melihat perilaku anak itu.
Kyuji_25
KAMU SEDANG MEMBACA
[ GS ] CASE
Fanfiction[ 2MIN AREA ] Bijak sebelum membaca. Book ini bukan bxb dan mengandung konten dewasa [ 23+ ] Bagi yang berbeda pandangan atau belum cukup umur harap skip saja Sekian dan terimagaji
![[ GS ] CASE](https://img.wattpad.com/cover/296614475-64-k915359.jpg)