xvi. sendok.

79 28 7
                                    

Sudah beberapa hari sejak usainya penilaian akhir semester ganjil di sekolah tempat Yunseong mengajar. Selama beberapa bulan itu pula tak ada gangguan lagi. Yang terakhir di kamar anak-anaknya, lalu semuanya berjalan normal seperti biasa.

Yunseong kini kembali begadang. Ia sedang mengerjakan rapor anak-anak muridnya. Terkadang menghela napas melihat nilai kecil sebagian dari mereka. Banyak yang tidak mengerjakan tugas dan tidak belajar selama daring.

Mata Yunseong langsung segar melihat nilai nyaris sempurna salah satu anak didiknya, "Di atas 90 semua? Siapa ini--- oh, Kang Minhee?"

Kang Minhee, si anak tukang tidur di kelas. Yunseong tahu dia memang pintar, tapi alih-alih menunjukkan betapa pintarnya ia, Minhee justru menunjukkan sikap buruknya yang seringkali tertidur saat kelas tak ada guru.

Pernah suatu hari, Yunseong datang terlambat karena Hyeop sakit. Ia masuk ke kelas dan melihat Minhee tidur di lantai dengan jaket sebagai bantalan. Pemandangan biasa, namun dengan posisi tidak biasa.

Yunseong meringis mengingat betapa seringnya ia membangunkan anak itu sebelum mulai mengajar.

"Anak aneh," gumamnya sembari menggeleng pelan.

Ia kembali fokus memasukkan nilai, sampai telinganya mendengar suara sendok beradu dengan piring di dapur.

Ia yang duduk di ruang tengah, segera menoleh ke arah dapur. Ketukan itu pelan, terjadi tiga kali. Yunseong menggelengkan kepala, mungkin ia salah dengar karena mulai mengantuk.

Tuk!

Lagi.

Kali ini lebih keras, membuat Yunseong menggeram kesal karenanya. Ia berdiri, lalu melangkah ke dapur tanpa basa-basi.

Tapi yang dilihatnya---

"Jangan ganggu saya lagi."

---kosong. Semua piring dan sendok ada ditempatnya masing-masing. Dan Yunseong tahu, ia mulai diganggu lagi.

[✓] Voorval | DRIPPINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang