abang dadahin siapa? ke tukang soto mie yg kemarin gak lewat ya, ehhh 😂😅
Dhani POV
Padahal semalam aku memutuskan hari Minggu ini akan aku habiskan untuk beristirahat setelah lima hari bekerja lembur sampai malam hari.
Dan ternyata tubuh ini malah melakukan hal lain, mataku terbuka jam tujuh pagi, kakiku langsung melangkah ke kamar mandi dan akhirnya aku sekarang berdiri di depan rumah berpagar warna abu-abu pada jam delapan pagi.
Untuk apa?
Entahlah, yang sudah pasti tujuan utamaku adalah memulangkan wadah-wadah makanan milik bunda yang sudah beberapa minggu berada di rumahku.
"Ya ampun Dhan, kamu ngapain berdiri di pagar begitu? Bunda pikir ada sales mau nawarin perabotan rumah"
Aku terkejut ketika pintu pagar terbuka dan sosok bunda muncul tiba-tiba sambil tersenyum menghampiri dan menepuk lengan atasku.
"Kok gak kedengeran suara motor atau mobil? Kamu ke sini jalan kaki?" Bunda melongok ke belakang tubuhku.
"Apa kamu minjem pintu kemana aja nya Doraem*n?"
Aku terkekeh mendengar perkataan bunda yang selalu bisa membuatku terhibur.
"Dhani markirin mobil di depan bund, tadi mobilnya gak bisa masuk karena kealingan gerobak sayur yang di kerubungin ibu-ibu" Jawabku.
"Ya ampun, depan mana? Deket pos security? Kan lumayan jauh, bentar deh bunda suruh Em... eh eh eh mau kemana kamu main ngeloyor aja diem-diem?"
Bunda menarik hoodie belakang Emma yang tahu-tahu muncul dan hendak keluar rumah melewati kami yang berada di teras.
"Mau ngajar les" Jawabnya cepat dengan kepala menunduk.
"Ngajar les siapa? Mana ada orang tua yang rela anaknya di ajarin les sama kamu, masuk, jangan ngeboong" Pegangan bunda pada hoodie milik Emma semakin mengerat sehingga Emma tercekik dan mundur ke belakang.
"Uhuk-uhukkk... sakit maaaa" Emma terbatuk, perempuan yang membawa tas ransel di pundaknya itu memberontak berusaha untuk melepaskan tangan bunda darinya.
"Bund, kasian" Kataku melerai mereka.
Wajah Emma terlihat memerah.
"Ini bang Dhani yang minta ya, bilang makasih sama bang Dhani" Bunda melepas tangannya dari hoodie milik Emma.
Emma merengut lalu memutar tubuhnya masuk ke dalam rumah tanpa bersuara.
Aku meringis.
Sepertinya Emma masih marah padaku.
"Emmaaa... keluar gak!! Bawain tempat makanannya nih" Bunda meraih barang bawaan dari tanganku.
Sesaat kemudian sosok Emma kembali muncul, wajahnya semakin merengut, perempuan itu sama sekali tidak melihat ke arahku seakan-akan aku tidak terlihat olehnya.
"Memangnya gak kuat bawa sendiri? Percuma badan gede berotot bawa barang beginian aja minta di bawain perempuan"
Aku menghela nafas pelan mendengar perkataannya yang menyindirku, tidak mengapa, setidaknya Emma akhirnya menyadari kehadiranku walaupun dengan cara sindiran.
"Kamu nyindir mama?" Suara bunda meninggi.
"Siapa yang nyindir mama? Emang badan mama gede berotot?" Emma mengambil alih barang bawaan dari tangan bunda dengan hentakan pelan.
Mulutnya bersungut-sungut.
"Ngedumelin apa kamu? Kalau ngedumel bersuara biar mama ngedenger"
"Apaan sih ma? Emma lagi ngunyah permen juga" Jawabnya lalu memutar tubuhnya dan meninggalkan kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
abangku
HumorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 7/11/21 - 19/2/22
