15. korban perdrakoran

2.5K 459 80
                                        

berasa tante ada di atasnya 😆😆
pasti pada protes 🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️

Emma POV

Aku memeluk bantal yang terasa nyaman sambil menghirup wangi bed cover yang menyelimuti tubuhku sampai leher.

Sebentar, kok wanginya berbeda dengan bed cover milikku?

Mataku tiba-tiba terbuka lebar lalu terduduk sambil menyibak bed cover.

"Ini di mana?" Pikirku panik lalu berdiri turun dari ranjang ukuran queen.

Pandangan mataku langsung mengedar memindai isi kamar dengan cepat.

"Gue tidur di kamarnya bang Dhani?" Tanyaku kaget setelah bisa membaca situasi dan nyawa sudah seratus persen ngumpul.

Gila! Gila! Kenapa malah jadi nginap di sini, batinku.

"Kok bisa tidur di kamar? Bukannya semalam gue nonton film di ruang TV?"

"Masa gue tidur sambil jalan ke kamar dia?"

"Terus bang Dhani mana? Gak mungkin kan semalam gue tidur seranjang sama dia?"

"Gak terjadi apa-apa semalam" Aku menghela nafas lega menyadari pakaianku masih utuh melekat di tubuh.

"Eh, bisa jadi terjadi apa-apa tanpa perlu melucuti pakaian, dan bang Dhani langsung ngerapiin baju gue setelah kita ngapa-ngapain, bener gak?" Aku bermonolog dan berspekulasi sendiri.

"Ah, gila! Kok gue gak inget kejadian semalam padahal gak mabok soju" Tanganku mentoyor-toyor keningku sendiri.
Berharap dengan melakukan hal begini kejadian semalam akan teringat.

Percuma, sampai kepalaku sakit akibat terhentak ke belakang efek toyoran, kejadian semalam tidak terlintas sedikit pun.

Mataku tidak menangkap tanda-tanda kehadiran bang Dhani di kamar ini, aku menggaruk rambut bingung.

"Apa bang Dhani udah bangun duluan karena kaget nemuin gue tidur seranjang sama dia?"

"Biasanya kan gitu, kaget, terus langsung bangun dan ninggalin pasangannya sendirian di ranjang"

"Eh, ada pesan yang di tulis sama bang Dhani gak?" Mataku beralih ke arah nakas yang hanya terdapat jam tangan milik bang Dhani.

"Ah, gila! Gue kebanyakan nonton drakor"

Aku berjalan keluar sambil merapikan rambut dan mengikatnya kembali membentuk cepolan ke atas.

"Udah bangun?" Suara berat dan dalam terdengar dari arah dapur begitu aku keluar dari kamar dengan keadaan pintu masih terbuka di belakang.

Aku berjengit kaget.

"Ya udah bangun lah, kalau masih tidur gak mungkin gue jalan begini" Kataku setelah mengatur nafas akibat kaget.

"Eh" Aku langsung menutup mulut karena teringat perkataanku sendiri.

Apa semalam aku beneran tidur sambil berjalan masuk ke kamarnya bang Dhani?

"Gue pulang" Lanjutku cepat setelah menyambar handphone yang tergeletak di atas karpet.

Handphone gue aja ada di sini, kenapa tubuh gue ada di kamar? Batinku masih bingung dengan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.

"Gak cuci muka dulu? Kamu tuh kan belum mandi seharian dari kemarin, setidaknya kumur-kumur atau sikat gigi dulu"

"Di kamar mandi udah saya sediain sikat gigi baru" Lanjut bang Dhani.

"Semalam gue gak ngapa-ngapain elu kan, bang?" Pertanyaanku sangat jauh melenceng menanggapi perkataannya.

"Ha?" Bang Dhani memutar tubuh jangkungnya menghadap diriku yang berdiri di tengah-tengah ruang TV.

abangkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang