"Teleportasi ke kamar!" Ucap Fiona dalam hati.
Cling..
Dalam sekejap Fiona berteleportasi ke kamarnya, Fiona menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Wajahnya merah padam dengan rasa malu yang memburunya. Perasaannya sangat berantakan saat ini, antara senang dan bingung.
Sementara Deus terkejut kala melihat gadis di pelukannya menghilang secara tiba-tiba. Dia semakin yakin itu adalah elemen cahaya yang langka itu.
Deus melihat kelopak mawar di sekitarnya yang dijatuhkan oleh Fiona saat melakukan teleportasi.
Dia memungut kelopak mawar itu dan menciumnya. "Semoga kita bisa bertemu lagi, Fio!" Ujarnya.
🌹
[Master surat anda sudah diterima oleh Leon, setelah menerima surat itu. Dia langsung bergegas kembali ke kerajaan Vorexar]
"Seperti biasa, Leon masih sangat mencintai Rossa!" Ujar Fiona.
"Putri apakah anda ingin menambahkan aroma mawar lagi?" Tanya salah satu pelayan.
"Ya" Jawab Fiona singkat.
Pelayan itu segera memasukan aroma mawar kedalam bathtub. Fiona menikmati aroma mawar yang memasuki hidungnya.
Sepulang dari taman di kerajaan Cassazee, Fiona berinisiatif meminta para pelayannya menyiapkan persiapan mandinya.
Dan dengan aroma mawar membuatnya lebih tenang untuk berpikir terbuka.
Setelah menyelesaikan mandinya, Fiona memakai gaun kesukaannya. Berwarna biru laut dengan manik-manik indah menghiasinya, tak lupa mahkota putri diatas kepalanya.
Setelah beres Fiona keluar kamarnya dan dengan berjalan anggun dia menuju ke ruangan ayahnya.
Tok..tok..
"Yang mulia, ini saya putri Fiona" Ujar Fiona dari balik pintu.
William yang sedang disibukkan dengan dokumen-dokumennya langsung menghentikan kegiatannya dan meminta Fiona untuk segera memasuki ruangan.
Fiona melangkah masuk kedalam ruangan, melihat ayahnya sedang tersenyum padanya. Lalu pandangannya jatuh kepada tumpukan dokumen yang tinggi di atas meja.
"Ayah sedang sibuk? Apakah Fiona menganggu?" Tanya Fiona dengan nada lembut.
"Tidak, duduklah dulu. Ayah akan meminta pelayan membawakan cemilan" Ujarnya.
Fiona mendudukkan dirinya di kursi yang disediakan sambil menatap Ayahnya antusias.
"Ayah bolehkah aku..." Ucapan Fiona terhenti kala melihat wajah ayahnya yang penasaran. "Aku ingin mengurusi keuangan istana!" Putus Fiona.
William tersentak, "Tidak, ada kepala pelayan yang akan mengurusinya kau tidak perlu khawatir." Tolak William dengan halus.
Fiona mengangguk pelan.
[Master mengapa anda tiba-tiba mau mengurusi keuangan istana?]
"Hanya iseng sekaligus mencari bahan pembicaraan"
[A-alasan macam apa itu]
Fiona terkekeh pelan, melihat putrinya yang asyik sendiri William segera mendekatinya.
"Ada apa putriku?" Tanyanya penasaran sambil menduduki kursi di seberang putrinya.
"Ayah, kau sangat tampan. Aku jadi penasaran bagaimana ibu bisa menaklukan hatimu?" Tanya Fiona antusias.
Wajah William seketika memerah, "Waktu itu aku sedang melakukan misi rahasia, tidak sengaja aku bertemu dengan ibumu" Ucapnya bercerita.
"Oh, apakah ayah bertemu ibu di rumah merah?" Tanya Fiona penasaran.
William tersentak, "Darimana kamu tau mengenai tempat seperti itu?" Tanyanya dengan nada marah.
Fiona langsung mencebik bibirnya, "Saat berjalan-jalan keluar istana aku melihat rumah biru. Pikirku kalau ada rumah biru pasti ada rumah merah kan?" Tanya Fiona penasaran.
William menggeleng pelan, dia tidak habis pikir. Pengawalnya sangat ceroboh bisa membiarkan Fiona kabur dari istana dan mengetahui hal tersebut.
William tersenyum kearah putrinya itu, "Rumah merah itu tidak ada putriku dan itu tidak mungkin ada karena jumlah wanita sangatlah sedikit. Dan satu hal..." Ujarnya sambil melihat raut wajah putrinya yang menggemaskan.
"Berhentilah kabur dari istana dan melihat sesuatu yang seperti itu!" Perintah William dengan sedikit tegas.
Fiona mengangguk cepat, sementara dalam hatinya berkata "Aku tidak mungkin menuruti ayah, kalau aku turuti bagaimana bisa aku bertemu dengan pria tampan?".
"Lalu ayah, dimana ayah bertemu dengan ibu?" Tanya Fiona kembali ke topik.
"Saat itu ibumu sedang menyanyi di pusat kota, suaranya sangat indah bahkan bisa menarik perhatian banyak orang dan dari sanalah ayah mulai mengejar ibumu. Yang ternyata sudah menargetkan ayah duluan!" Jelasnya sambil tersenyum hangat mengenang masa lalunya.
"Ternyata ibu sangat agresif" Batin Fiona menyimpulkan.
[Itu karena ibu anda juga merupakan maniak pria tampan, master]
"Apakah dia juga berasal dari dunia modern?" Tanya Fiona penasaran.
[Tidak, tapi dia memang maniak pria tampan. Tidakkah anda menyadari betapa tampannya ayah anda? Anda juga akan terkejut jika melihat suami-suami ibu anda yang juga tak kalah tampan!]
"Woah, aku jadi iri. Padahal aku sudah 3 tahun di dunia ini. Tapi belum ada yang menyukaiku sama sekali!" Ucap Fiona kesal.
Karena memang tidak ada yang mendekatinya di dunia ini, bahkan jenderal Leon saja lebih tertarik dengan Rossa.
Padahal dia selalu bersikap ramah dan baik hati kepada semua orang.
[Mungkin itu dikarenakan anda memiliki kondisi tubuh yang lemah, jadi Kaisar memerintahkan semua orang melindungi anda dan menjauhkan anda dari yang namanya pria]
Mengetahui fakta tersebut, Fiona memasang wajah kesalnya kepada ayahnya itu. William yang mendapati tatapan tersebut tersentak dan khawatir.
"A-ada apa putriku?" Tanya William khawatir.
"Tidak, tidak ada!" Jawab Fiona cepat tak mengubah ekspresi kesalnya.
Tbc
Apakah Kaisar William tipe suami bucin?
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasan [18+]
RomanceRossa dikhianati oleh ketiga suami yang ia cintai dan harus berakhir dengan kematian. Sebelum kematiannya dia mengucapkan kata terakhir "Aku akan membalas kalian!". Akankah Rossa bisa membalas ketiga suaminya itu?
![Pembalasan [18+]](https://img.wattpad.com/cover/299254871-64-k235798.jpg)