Elemen Air dan Api

7.4K 848 7
                                        

"Bagaimana kondisi putriku?" Tanya William khawatir.

"Sepertinya karena tubuhnya masih lemah, dan putri mengeluarkan terlalu banyak kekuatan menyebabkannya pingsan" Jawab Isaac.

"Kapan dia akan sadar?" Tanya William.

"Sepe-" Ucapan Isaac terpotong kala melihat sang putri mulai bergerak.

"A-ayah?" Panggil Fiona dengan suara lirih.

"Putriku!" William menggenggam erat tangan putrinya itu dengan air mata menetes melintasi pipinya.

"Jika pengawal dan pelayan melihat Kaisar mereka secengeng itu, itu akan menjadi aib anda yang merupakan Kaisar yang dingin!" Ujar Isaac.

William mengabaikan perkataan Isaac, dirinya sangat khawatir saat ini.

Lalu Isaac menatap Fiona yang masih terbaring, "Putri bagaimana bisa anda memiliki elemen ganda?" Tanya Isaac penasaran.

William yang baru menyadarinya tersentak dan menghentikan tangisnya, ia menatap putrinya sendu.

Fiona mencoba untuk duduk di kasurnya, William segera membantu putrinya itu.

Sebenarnya Fiona juga bingung, bagaimana bisa dia memiliki elemen ganda.

[Master, tubuh Fiona sebelumnya memiliki elemen Air dan sepertinya itu baru bangkit hari ini.]

"Elemen air? Tapi jelas aku membentuk es dan suasana dingin tadi!" Jelas Fiona.

[Karena anda memiliki elemen air yang kuat anda bisa membentuk es dengan mudah]

"Jadi sebelumnya tubuh ini memiliki elemen air dan karena aku mendapat elemen cahaya sebagai hadiah. Itu berarti aku memiliki elemen ganda?" Tanya Fiona menyimpulkan.

[Benar master]

"Tapi bagaimana sekarang? Elemen cahaya tidak mungkin memiliki elemen ganda?" Tanya Fiona bingung.

[Itu mungkin bagi anda, jiwa Rossa memiliki elemen api, jiwa Fiona asli memiliki elemen air, dan jiwa anda memiliki elemen cahaya]

Mendengar penjelasan itu Fiona menyimpulkan setelah ini apakah dia akan mendapatkan elemen api.

[Anda tidak perlu khawatir elemen api sudah berada dalam diri anda, tapi karena terdapat elemen cahaya, membuatnya dilahap dan membentuk elemen cahaya yang lebih kuat]

"Apakah Elemen air juga bisa bersatu dengan elemen cahaya?" Tanya Fiona.

[Elemen air perlahan akan di lahap oleh elemen cahaya dan menciptakan elemen cahaya yang lebih kuat lagi]

"Itu artinya elemen cahayaku melahap elemen-elemen itu!" Fiona menyimpulkan.

[Benar master, setelah ketiganya bersatu anda akan menjadi orang yang paling kuat di dunia novel ini. Tapi satu hal yang disayangkan]

"Apa?" Tanya Fiona penasaran.

[Tubuh anda terlalu lemah master]

"Apakah aku akan mati lagi?" Tanyanya khawatir.

[Untuk menghindari kematian anda harus melahirkan anak yang akan menerima sebagian kekuatan anda]

"Hei sistem, aku bahkan belum menikah!" Bantah Fiona.

[Segeralah menikah master]

Fiona mencebik bibirnya kesal.

William melihat putrinya yang nampak kesal menjadi khawatir.

"Jika sulit bagimu menceritakannya, ayah tidak akan memaksamu" Ujar William.

Fiona tersenyum manis kepada ayahnya, "Maafkan aku ayah" Ucapnya.

William mengangguk, kemudian ia mengelus surai putrinya. Setelah memastikan keadaan putrinya membaik William dan Isaac segera keluar kamar.

"Sistem, bagaimana keadaan Leon saat ini?" Tanya Fiona penasaran.

[Dia berada di ruangannya, dirinya masih frustasi master]

Fiona menghembuskan napasnya berat, lalu ia teringat kata-katanya yang akan menghukum Leon.

Fiona segera menggunakan sihir teleportasinya ke ruangan Leon, sebelum itu ia memastikan Leon sedang sendirian di ruangannya.

🌹

"Leon!" Panggil Fiona.

Leon mengeluarkan pedangnya tapi ketika menyadari itu adalah sang putri dia mengurungkan niatnya.

"Putri kenapa anda kemari?" Tanya Leon. "Bukankah berbahaya, bersama seseorang yang hampir membunuh anda?" Lanjutnya.

Fiona mendekati Leon yang saat ini sedang duduk di tepi kasurnya. Lalu ia meraih wajah Leon membuatnya mendongak menatapnya.

"Hei Leon!" Ujarnya, "Aku sebelumnya bilang akan menghukummu!" Lanjutnya.

Leon menatap gadis di depannya bingung. Fiona tersenyum penuh makna.

"Menikahlah denganku!" Ucap Fiona.

Leon terkejut, baru kali ini dia mendengar sahabatnya itu berani mengatakan hal itu. Padahal dia selalu bilang bahwa dirinya sangat mencintai Rossa.

"Bukankah kau tau aku mencintai Rossa!" Tolak Leon sambil memalingkan wajahnya dari Fiona.

Fiona kesal dan mengeratkan genggaman tangannya di wajah lelaki itu. "Aku dan Rossa itu sama saja!" Tegasnya.

Leon menjadi kesal, dia tidak menyangka dengan tindakan Fiona.

"Setelah menyuruh kaisar membunuh sahabatmu sendiri? Sekarang kau ingin merebutku yang jelas-jelas mencintai sahabatmu?" Tanya Leon dengan tatapan dingin.

Fiona tersenyum tipis, "Baiklah jika kamu tidak mau menerima lamaranku. Aku harap kau tidak menyesal!" Tegas Fiona.

Lalu meneleportasikan dirinya.

Leon semakin frustasi, dia tidak habis fikir dengan tindakan Fiona yang diluar dugaannya.

TBC

Leon cepatlah sadar-

Pembalasan [18+]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang