Pernyataan Deus

7.1K 862 7
                                        

⚠️Skinship
⚠️Kiss Scene

Fiona tersentak menyadari seseorang didekatnya, lalu dia tersadar dirinya tidak berada di kamarnya.

"Fio" Panggil Deus.

Deus langsung memeluk Fiona dari belakang, "Kangen" Ujar Deus mengeratkan pekukannya.

"Deus? Apa yang kamu lakukan?!" Tanya Fiona dengan jantung yang berdebar cepat.

"Fio, akhirnya aku bisa memanggilmu kesini" Ucap Deus.

Fiona tersentak, "Apa maksudnya?" Batinnya.

[Master, sepertinya Deus menggunakan kekuatan kegelapannya untuk memanggil anda]

"Bagaimana bisa?" Tanya Fiona.

[Dengan memanfaatkan saat dimana anda melakukan teleportasi, pengguna elemen kegelapan harus merapalkan mantra disaat yang sama ketika pengguna elemen cahaya merapalkan mantranya]

"Jadi Deus benar-benar memiliki elemen kegelapan!" Batinnya menyimpulkan.

"Fio? Kenapa kamu memegang cambuk?" Tanya Deus menyadari Fiona memegang cambuk di tangannya.

"I-ini.." Fiona memikirkan alasan apa yang harus dia berikan kepada Deus.

Deus mengambil cambuk itu dari tangan Fiona dengan mudahnya.

"Deus kenapa..?" Fiona menatap Deus bingung.

"Ini berbahaya Fio, aku akan menyimpannya" Ucap Deus.

"Tidak tunggu, aku memerlukannya. I-itu senjata perlindunganku!" Henti Fiona.

"Benarkah? Tapi aku merasakan aura berbahaya dari cambuk ini?" Ujar Deus tidak percaya.

"Kembalikan padaku Deus!" Fiona memaksa sambil berusaha mengambil kembali cambuknya.

Deus berusaha menjauhkan cambuk itu, "Tidak-tidak ini berbahaya!" Tolaknya.

"Tapi itu senjata perlindunganku!" Fiona memasang wajah kesalnya.

"Kalau begitu kamu harus menuruti permintaanku dulu!" Pintanya.

"Apa?" Tanya Fiona.

"Cium aku!" Perintah Deus.

Fiona mengembungkan pipinya kesal, lalu dia menghembuskan napasnya berat.

Cup..

Fiona langsung mencium bibir Deus. Deus tersentak, padahal dia ingin meminta Fiona mencium pipinya.

Tapi karena sudah begini, Deus memanfaatkan kesempatannya. Dia meraih tengkuk Fiona dan memperdalam ciuman mereka.

"De...us.." Ucap Fiona disela-sela ciuman mereka.

Deus merasakan tiap bagian dari mulut Fiona dengan rakus. Fiona hanya bisa menikmatinya dan sesekali dia membalas ciuman Deus yang sangat lihai itu.

Deus semakin menekan tengkuk Fiona membuat Fiona kesulitan bernapas.

"De..deus..a..aku..ti..dak..bis..ah..berna..pas.." Ucap Fiona.

Deus mendengar itu langsung menghentikan ciumannya dan menatap Fiona yang mencoba mengatur napasnya.

Setelah dirasa napas Fiona kembali normal, Deus mencium bibir Fiona singkat untuk mengakhiri ciuman mereka.

Pipi keduanya memerah dan suasana menjadi canggung.

"Fio, kenapa kamu butuh cambuk ini?" Tanya Deus penasaran.

"Itu senjata perlindunganku" Jawab Fiona.

Pembalasan [18+]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang