H.E.L.L.O
APA KABAR MANIS?
KANGEN GA?
AQIL UPDATE KAMIS-SABTU YA 💗
COMENT DI TIAP PARAGRAF BIAR RAMEE
HAPPY READING
SNMPTN dan SMBPTN adalah mimpi buruk bagi siswa kelas 12. Mereka tahun depan akan dihadapkan oleh 2 pilihan itu. Mereka harus mempersiapkan dengan matang agar bisa diterima di universitas impian mereka
Adisya harus belajar mulai sekarang. Sebenarnya ia belakangan ini menjadi sensian dan emosian karena memikirkan masalah kuliah nanti. Adisya si gadis overthinking
Gadis berambut sepinggang yang digerai lurus itu sibuk memilih buku apa yang akan ia beli untuk SBMPTN. Aqil menatap tak minat. Ia hanya mengantar Adisya ke gramedia. Adisya memgambil 2 buku untuknya dan untuk Aqil
"Kita nanti belajar bareng-bareng,biar lulus bareng juga"ujar Adisya lembut
$$$
Perempuan dengan rambut sepinggang itu berjalan tertatih membuka pintu kamar yang digedor. Adisya sudah tau siapa yang menggedornya,Aqil. Laki-laki itu meminta izin pergi keluar bersama temannya tadi sore. Entah apa yang terjadi, Aqil datang dengan rusuh menggedor pintu hingga membuat anak perempunnya terbangun
"Astagfirullah, Aqil! "seru Adisya kaget
Adisya menelan salivanya menatap wajah Aqil yang babak belur. Wajah Aqil benar-benar hancur. Lebam dimana-mana. Untung saja yang membukakan pintu utama tadi Shafira bukan Azka
"Ssh"ringis Aqil
Adisya memegang lengan Aqil menuntunnya masuk dikamar. Aqil terperangah kala mendengar suara tangisan Elya tiba-tiba
"PAPA"teriak Elya
Anak perempuan itu duduk dengan ketakutan. Elya mengerjapkan matanya
"Sayang"ujar Aqil memanggil
"Ma!"seru Elya takut
Elya berjalan merangkak mendekati Adisya. Anak perempuan itu bersembunyi dibelakang badan Adisya dengan tangisan
"MAMA"
"CING"
"CICING"panggil Elya pada kucing putih milik Azka
"Sstt..... Sayang, kenapa?"tanya Adisya lembut
Aqil berdehem. Ia hendak menyentuh lengan kecil Elya, Namun anak perempuan itu menjerit
"AAAAAA"jerit Elya
Aqil terperangah
"Kayaknya dia takut sama kamu deh Qil"ujar Adisya
Aqil menelan salivanya
"MAMA! "seru Elya
"Ssst...Tenang ya..."
Adisya membawa Elya ke dekapannya. Ia menggendong Elya seraya berjalan mengambil kotak p3k
Aqil mengamati pergerakan dua perempuan itu. Elya menyembunyikan kepalanya di pundak Adisya
Setelah menemukan kotak p3k,Adisya duduk dipinggiran kasur sambil mengobati Aqil. Elya tak berani merubah posisinya. Ia takut melihat wajah Ayahnya
"Udah"ujar Adisya setelah mengibati luka dan lebam Aqil
Aqil tak menggubris. Ia menatap datar ke anak perempuan yang memunggunginya. Aqil mencolek lengan Elya
"Ih"sahut Elya menanggapi.

KAMU SEDANG MEMBACA
AQIL
Подростковая литература[SEQUEL AZKA] [BISA DIBACA TERPISAH] Menghamili gadis saat kelas 1 SMA kemudian setelah melahirkan gadis itu pergi entah kemana Itu adalah PR Aqil. Harus mencari Ibu dari anaknya. Kemana perginya gadis malang itu. Anaknya butuh dia. Aqil juga butuh...