Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 23 : Night In Los Angeles, California

1.3K 41 15
                                        

"IF YOU DON'T HEALTHE WOUNDS, YOU BLEEDINTO THE FUTURE"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"IF YOU DON'T HEAL
THE WOUNDS, YOU BLEED
INTO THE FUTURE"

Los Angeles, California

Ferrari 458 Spyder itu bergerak lurus membelah jalanan yang dikemudikan seorang supir.

Dalam keterdiaman, Eunwoo melirik sang jelita sekilas pandang. Jiyeon seperti biasa, tetap cantik, dalam balutan dress yang Eunwoo pilihkan, kaki jenjangnya diperindah dengan stiletto merah selaras dengan bibir merah yang terlihat sensual.

Mereka berada di Los Angeles, Eunwoo memiliih Negara ini karena ada suatu urusan, bukanlah untuk berlibur atau memberikan Jiyeon hadiah, tapi faktanya seusuatu yang sudah terencana dari beberapa hari lalu. Pada intinya Eunwoo hanya ingin sedikit memainkan permainan yang menurutnya menyenangkan.

11 jam perjalanan sedikit membuat Eunwoo lelah, matanya dari subuh tidak bisa terpejam, setelah sampai dan check in Hotel, mereka langsung pergi ketempat tujuan yang sudah dijanjikan. Tak memberi sejenak untuk istirahat.

"Aku merasa semenjak kau mengetahui aku anak dari mantan suamimu kau berubah, Jiyeon."

Jiyeon menoleh, mata Jiyeon berkilat-kilat geli. "Apa kau tidak berubah? Kau menjadi lebih brengsek dari sebelumnya."

Kata-kata ringan Jiyeon membawa Eunwoo terombang-ambing akan perasaan diantara membenci atau mencinta. Ketika diceramahi oleh Jaehyun, Jaehyun beragumen bahwa sudah berkali-kali Jaehyun memberikan masukan untuk melupakan masa lalu, masa lalu terus membawa dalam kecemasan, tapi pada akhirnya selalu menyeruak kembali dalam pemikiran seperti ini; Darah harus dibalas dengan darah, begitu juga penderitaan dan hancurnya kebahagiaan.

Pandangan Eunwoo terus memandang Jiyeon yang tak menatapnya lagi, menatap wanita sial itu bagaikan intan ataupun berlian yang sangat berharga, sekalipun disingkirkan dengan sekuat tenaga, mencatat Jiyeon bukanlah intan melainkan imitasi, wanita ini akan kembali tersemat berpredikat aslinya, yaitu sebuah Intan.

"Apa alasanmu tidak membunuhku lebih cepat?" tanya Jiyeon. "Betele-tele seperti ini, tidakkah matamu muak melihat wanita benalu seperti ku?" Mustahil bagi Jiyeon mengabaikan nuraninya yang ingin meraung-raung melepaskan pertanyaan seperti tadi.

"Kesempatan tidak boleh di buang, seperti sebuah peluang kau harus memanfaatkannya."

Oh, omong kosong, sialan!

"Apalagi kau secara gratis aku dapatkan dengan fasilitas yang begitu mengagumkan, bibirmu, payudaramu, bokongmu seluruh bagian tubuhmu sayang untuk diabaikan." Yang terpenting kesempatan ini menjadi reward baginya. "Ehmm tidak juga gratis karena sebuah kebutuhanmu tercukupi olehku."

Elegant Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang