"Leo, pakai ini."
Arthur tersenyum seraya memasangkan sebuah syal untuk Leo. Sudah 5 bulan berlalu tapi keduanya masih belum bisa terbiasa dengan cuaca disini.
Sudah banyak yang berubah, semuanya sudah lebih baik dan mereka hidup tenang tanpa kejaran masalah yang menyangkut masa lalu.
Arthur sudah berhasil memulihkan bisnis nya bersama Matheo. Kini bisnis tambang dan properti yang digeluti keduanya sudah mulai naik bersaing dengan perusahaan ternama di Kanada. Hal itu tentunya mudah dilakukan karena latar belakang Arthur serta keadaan ekonomi di kanada sangat stabil, respon masyarakat terhadap perusahaan mereka juga sangat baik.
Hanya saja meskipun semua sudah membaik, entah kenapa Leo tak bisa merasa tenang. Tubuhnya selalu dihantui rasa takut, entah kenapa. Semua berawal saat untuk pertama kalinya ia merasa sakit luar biasa pada perutnya. Padahal Leo hanya sedang duduk membaca dan minum teh, rasa sakit itu memang sebentar namun meninggalkan sinyal waspada pada diri Leo.
Mungkin waktunya sudah hampir tiba, meski ternyata lebih awal dari waktu yang Clark bilang. Leo pun meminta Arthur untuk selalu mendampingi meski para pelayan dan Matheo tak pernah meninggalkannya selama 24 jam.
"Sshh akh!"
"Terasa lagi?"
Leo mengangguk. Ia menunduk gugup dan juga takut, sudah tiga hari terakhir rasa sakit yang muncul terasa berbeda. Sampai Leo menyetujui usulan Clark untuk segera dirawat ke rumah sakit.
"Bertahanlah, kita hampir sampai." Meski Arthur berucap pelan dan tenang, tapi sorot matanya tak bisa dibohongi jika dia sangat khawatir.
Arthur memapah Leo menuju ruang inap khusus yang sudah Clark siapkan bersama dokter lain. Disana Leo menjalani serangkaian pemeriksaan sendirian. Arthur sungguh tak tega melihat bagaimana Leo meringis menahan sakit, apalagi ketika mata itu perlahan menutup akibat obat bius yang Clark berikan.
"Dia pasti baik baik saja, kan." Arthur berucap, dia mematung dengan tangan yang bergetar hebat. Tak pernah ia sangka jika hari ini datang juga.
"Iya, Tuan Leo akan baik baik saja bersama bayi kalian." Matheo menyahut dan memberikan Arthur sebotol air minum. Namun ditolak secara halus karena Arthur bilang dia tak mau makan atau minum apapun sampai Leo kembali tersadar.
Matheo menghargai ucapan Tuan nya itu, bagaimana pun pria itu pasti sedang sangat khawatir dan tak bisa tenang. Karena disaat seperti ini yang bisa mereka lakukan hanya diam saja sedangkan Leo berjuang sendirian.
Operasi berlangsung lama sekali, sampai akhirnya Clark keluar dan menghampiri Arthur.
"Haah... keduanya selamat, Arthur kau boleh lihat kedalam. Sudah selesai." Clark tersenyum dan mempersilahkan Arthur untuk masuk kedalam. Sedangkan dirinya diam sejenak dan menghela nafas lega disamping Matheo.
"Leo sempat kritis dan menghabiskan banyak darah. Jika aku bilang begitu, Arthur pasti mengamuk kan?"
Clark berucap lalu duduk menyender pada bangku yang tersedia. Merasa cukup lelah karena sudah berjuang menyelamatkan dua nyawa sekaligus.
Matheo menghampiri dan duduk disamping Clark, dia membuka tutup air mineral yang dari tadi ia pegang lalu menyodorkannya pada Clark.
"Terima kasih." Dijawab singkat begitu lalu Clark fokus minum sampai habis setengahnya.
"Tidak masalah dan terima kasih juga."
"Aku lelah, boleh ku pinjam bahu mu?"
"Tentu saja." Matheo menjawab singkat lalu mulai mengikis jarak mereka. Bisa ia rasakan beban pada bahunya, ia lihat Clark terpejam setelah melepas kaca matanya. Beberapa detik ia merasa canggung dan heran, bahunya tidak selebar milik Clark... tapi pria itu nampak nyaman sekali bersandar disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
INSANE [Man×Boy]
Romantiek[SUDAH TAMAT] Dunia memang sudah gila. Maka saat jalan hidup Leo sudah ditentukan oleh kedua orang tuanya pun ia tak marah. Tak pula sedih ketika ia harus mengorbankan masa mudanya demi uang. Hidup nya sepenuhnya dilepas oleh orang tuanya, menjadika...
![INSANE [Man×Boy]](https://img.wattpad.com/cover/248017431-64-k493264.jpg)