[S2] Awal Baru

9.7K 1.1K 41
                                        

Ada baiknya sebelum membaca dan menikmati cerita ini, yuk follow sama vote. Belajar mendukung karya, walau karya disini masih jauh dari kata sempurna.


.
.
.

.
.
.









Leo terbangun tepat pada tengah malam, yang ia dengar kini bukan hanya dengkuran halus Arthur dan suara ketukan jarum jam.

Melainkan suara tangisan Gavin. Suara tangisan nya memang tidak kencang, justru pelan dan hampir tidak terdengar. Pantas Arthur tak terganggu sama sekali.

Leo hampiri ranjang bayi dan menggendong Gavin. Semenjak mereka keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, rutinitas Leo dan baby Gavin semakin intens saja. Bukan hanya soal mengurus Gavin di siang hari, tapi juga terbangun di tengah malam hanya untuk memberi bayinya susu atau sekedar menenangkan nya yang terbangun dari tidur.

Seperti saat ini, Gavin menolak diberi susu. Bayi ini hanya kembali pulas ketika sudah dipeluk oleh Leo.

"Mau tidur bareng Papa ya. Tapi ranjang bayi nya gak muat loh." Leo terkekeh pelan, ia cubit cubit pipi Gavin lalu menciumnya beberapa kali.

Leo perhatikan anaknya itu, sudah nampak berisi dan pipinya tidak semerah sewaktu pertama kali ia lihat. Membuat Leo tersadar jika Gavin sangat manis.

"Gen daddy mu benar benar hebat ya." Leo berucap sambil memperhatikan Arthur dan Gavin secara bergantian.

"Tapi pas sudah besar jangan jadi seperti daddy." Leo menimpali saat teringat kenangan masa lalu bersama Arthur. Sewaktu pria itu masih suka memaksa dan melakukan kekerasan, jangan lupa juga sifat arogan dan dingin nya, jangan lewatkan juga rasa tidak tau malu karena suka bercinta dihadapan orang lain dan di tempat terbuka.

Leo sedikit bergidik saat mengingatnya.

"Jangan jadi seperti daddy mu di masa lalu, tapi jadi lah seperti daddy yang sekarang saja ya Gavin." Leo melanjutkan kalimatnya sambil memerah.

Yah... begitu begitu pun Leo kan sudah sayang.


Karena merasa mengantuk juga, Leo kemudian membaringkan Gavin di ranjang nya seperti semula. Tak lupa ia benarkan selimut dan juga guling supaya Gavin tidak merasa sendirian.

Tak perlu berlama lama, Leo segera naik keatas ranjang dan memeluk Arthur sangat erat sambil terpejam.

Hanya bisa tidur beberapa jam membuat Leo mudah kelelahan dan kadang bangun terlalu siang. Disitulah Arthur selalu mengambil peran. Ia selalu menyiapkan keperluan Leo dan Gavin sebelum berangkat bekerja. Tak lupa juga mengecek peralatan rumah, siapa tahu ada yang rusak dan bisa menghambat keseharian Leo.

Kehidupan mereka sudah cukup berat sekarang, karena tidak ada seorang pun pelayan yang tiba disini. Arthur sedikit menyesal karena bibi Lily ternyata tidak bisa pindah ke sini karena kondisi kesehatannya, sedangkan ia sangat sibuk hingga tidak bisa meluangkan waktu untuk mencari pelayan yang bagus.

Yang tersisa hanya Matheo, itu pun sekarang dia sudah memiliki tugas ganda yaitu membantunya bekerja di perusahaan.

Arthur sedikit keterlaluan jika terlalu mengandalkan Matheo lebih banyak, anak itu kan juga punya kehidupannya sendiri.

INSANE [Man×Boy]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang