Vote dan comment tentang cerita Choco ya😘😋
.
.
.
Selamat membaca...
.
.
.
Pagi ini perasaan Leo sungguh tentram. Selain karena hatinya merasa nyaman dengan nuansa mansion ini, juga karena Arthur tiba-tiba menjadi baik.
Jika dihari-hari kemarin ia selalu terbangun dengan rasa sakit, pagi ini Leo malah disuguhkan dengan wajah tampan Arthur yang sedang memeluknya dibalik selimut.
Jika mengingatnya saja bahkan mampu membuat leo gundah. Plin plan antara memilih membenci Arthur ataukah harus mulai membuka hati.
Tapi ia tak mempedulikan itu. Setidaknya untuk saat ini. Karena perutnya begitu lapar meminta jatah makan sedari tadi.
"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu."
Matheo menyapanya, seperti biasa dia siap siaga dengan rapih dan juga formal.
"Tidak perlu. Apa kau sudah sarapan? Kau kurus sekali."
Leo baru saja tersadar. Matheo itu memiliki tubuh tegap dan ramping, sedikit lebih tinggi darinya. Tapi dirinya mampu menggendong Leo, bahkan sudah beberapa kali.
"Saya bisa sarapan setelah Tuan selesai."
"Tak usah seperti itu. Ini... Ambil lah."
Leo menyodorkan sepiring menu sarapan kepada Matheo. Menyuruh pria itu untuk segera duduk dan makan sarapannya.
Matheo hanya menunduk hormat seraya berterima kasih. Ia pamit menuju tempat khusus para pelayan, untuk melaksanakan perintah Leo. Ya, sarapan.
***
"Arthur... Bangun, kau harus sarapan."
Sebenarnya leo enggan untuk membangunkan Arthur. Masih terbesit perasaan takut dalam dirinya.
Tapi untungnya, semua berjalan dengan baik. Arthur mulai bangun lalu beranjak menuju kamar mandi. Sementara pria itu mandi, Leo segera membereskan ranjang serta membuka jendela.
Ya, mulai hari ini Leo akan melakukan tugas-tugasnya. Geli memang jika dipikir pikir. Tapi, Leo tak keberatan. Sewaktu dirumahnya dulu, ia sudah terbiasa dengan bebersih dan juga memasak.
Mungkin menjadi istri juga tidak terlalu buruk.
"Leo."
Beberapa lama setelah itu, Arthur sudah selesai. Ia sudah nampak lebih segar dengan baju santainya. Membuat Leo berfikir bahwa pria dihadapannya ini sedang libur bekerja.
"Kau sudah selesai? Ayo sarapan bersama."
"Hm."
Mereka turun menuju ruang makan. Hingga ketika mereka hampir sampai, bisa Leo lihat ada orang lain yang masuk kedalam mansion.
Wanita paruh baya yang sedang duduk anggun dengan secangkir teh digenggamannya. Disebelah wanita itu berdiri seorang pria tua yang beberapa helai rambutnya sudah beruban. Namun masih nampak gagah dan juga tegap. Sekilas bisa Leo lihat bahwa pria itu mirip dengan Arthur.
KAMU SEDANG MEMBACA
INSANE [Man×Boy]
Romance[SUDAH TAMAT] Dunia memang sudah gila. Maka saat jalan hidup Leo sudah ditentukan oleh kedua orang tuanya pun ia tak marah. Tak pula sedih ketika ia harus mengorbankan masa mudanya demi uang. Hidup nya sepenuhnya dilepas oleh orang tuanya, menjadika...
![INSANE [Man×Boy]](https://img.wattpad.com/cover/248017431-64-k493264.jpg)