Destrion merupakan daerah yang dikelilingi oleh Hutan Sethna yang disebut sebagai hutan terlarang, baik oleh penyihir maupun non-penyihir. Sejak perdamaian yang diakhiri dengan tersegelnya Lucifer, hutan itu menjadi pemisah antara Destrion beserta makhluk gaib lainnya, juga desa non-penyihir.
Di bagian Barat hutan, terdapat sebuah wilayah tak terjamah yang dikuasai oleh para siluman, salah satunya adalah Werewolf. Lebih jauh di dalamnya, ada sebuah gerbang yang hanya bisa dilihat oleh orang yang memang direstui oleh alam.
Salah satunya adalah Dolhaf—pria tua bertubuh tegap itu telah berdiri di depan gerbang batu yang tingginya mencapai langit, entah setinggi apa sebab tertutup awan tebal. Di belakangnya ada tiga orang murid setianya yang tengah membawa tandu. Sebuah sulur hijau merambat dari atas gerbang, ujung sulur itu membentuk tunas bunga sebesar kepalan tangan.
Dolhaf menyentuh tunas itu dengan jemari berlapis energi sihir. Tunas itu berkedut, mekar, dan keluarlah peri kecil berwarna hijau dengan empat sayap tipis yang mengepak cepat. Peri itu menatap semua tamunya dengan mata kecil seperti manik-manik berwarna hitam, lalu terbang mengelilingi mereka. Ia menjatuhkan serbuk mengkilat dari atas, lantas kembali terbang ke gerbang.
Tangan kecilnya mengetuk dua kali, getaran terasa dari dalam tanah. Gerbang tinggi dan kokoh di depan mereka perlahan membuka. Dolhaf mengisyaratkan pada murid-muridnya untuk masuk mengikuti, dibimbing oleh si peri kecil.
"Selamat datang di Aydril." Suara lembut mengagetkan ketiga murid Dolhaf. Mereka melirik ke samping kanan yang ternyata ada sesosok wanita yang tubuhnya dipenuhi lumut dan bunga-bunga kecil tumbuh dari kepalanya. Dia adalah peri hutan. Wanita itu mendekat dan mengintip ke dalam tandu, "Siapa mereka, Dolhaf?"
"Putri mahkota Destrion dan kesatrianya," jawab Dolhaf.
Jemari berbentuk ranting membelai wajah Freya yang pucat dengan napas lemah, "Kenapa kau membawa mereka ke sini?"
"Raja Ferdinand telah dibunuh dan kerajaan diambil alih."
Peri hutan itu berdiri tegap. Tingginya melebihi Dolhaf, mungkin sekitar dua meter. "Di luar sana memang penuh dengan bermacam intrik yang membuatku jengah. Jika kau bukan teman baik Tuan Reighnel, kami tidak akan membiarkan kalian masuk membawa mereka."
"Jangan begitu, Suu." Dolhaf hanya bisa tersenyum maklum. Ia mengikuti peri hutan itu untuk masuk lebih dalam.
Aydril adalah negeri para peri. Sebuah tempat yang berada di dimensi lain, memisahkan diri dari dunia manusia. Selama ini keberadaannya hanya dianggap mitos oleh banyak orang, sebab tidak ada yang tahu di mana dan bagaimana cara untuk ke sana.
Banyak yang berkata, Aydril adalah tempat yang menyerupai surga. Tidak ada perpecahan ataupun kejahatan di sana. Semua hidup dengan damai dan dipenuhi hal ajaib melebihi sihir yang bisa dilakukan oleh manusia.
"Kalian tunggulah di sini, aku akan mengabari Tuan Reighnel!" Peri hutan yang bernama Suu itu memasuki bangunan bercat putih, sebuah kastel yang memiliki pohon besar tumbuh di tengahnya. Memayungi tempat itu hingga terasa begitu teduh.
Tidak lama menunggu, pintu utama kastel terbuka, sosok berpakaian serba putih dengan wajah rupawan keluar diikuti Suu dari belakang. Rambutnya pirang, lurus, dan panjang hingga hampir menyentuh lantai. Kedua kupingnya lancip, ada mahkota berbentuk sulur berwarna perak melingkari kepalanya. Dia sangat cantik. Semua mata tidak berkedip menatapnya.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, Dolhaf," sapanya dengan suara maskulin. Ketiga murid Dolhaf yang sempat terpana hampir tersedak. Mereka pikir dia adalah perempuan. "Kudengar kau membawa tamu? "
Dolhaf berlutut memberi hormat. Ketiga muridnya mengikuti. "Saya memohon bantuan Anda untuk menyembuhkan Putri Freya."
"Kenapa kau mau aku menolongnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Story of Evil
Fantasi✨ Daftar Pendek Wattys 2023✨ Arion, seorang anak bermata emas, melarikan diri dari kekejaman dunia hanya untuk menemukan kegelapan yang lebih dalam. Dalam dunia yang penuh sihir, pengkhianatan, dan darah, ia harus memilih; menjadi alat kehancuran at...
