Arion berjalan membelah hutan yang semakin rapat. Bros pemberian Grey masih tergenggam, hingga ia berhenti dan menatap tangannya sendiri—tangan yang dulu digunakan untuk membunuh banyak orang, sekarang bergemetar karena tak mampu menggenggam satu-satunya orang yang mengakui keberadaaannya.
Jika dia bukanlah pahlawan dalam kisahnya, lalu siapa dia? Untuk apa sihir yang sekarang mengalir dalam darah dan napasnya?
Arion menggeleng pelan dan memejamkan mata sejenak. Saat matanya kembali terbuka, ia mengucao dengan mantap, "Lucya. Semua karena dia."
Kesedihan yang tadi menyelimuti, kini lenyap berganti kebencian pada Lucya, penyebab segalanya. "Dia yang merenggup Freya. Merusak segalanya."
Hutan masih gelap meski matahari sudah terbit. Hanya sedikit cahaya yang dapat masuk, menembus rimbunnya pepohonan. Ia berhenti ketika seseorang menghentikan perjalanannya. Pria bertopeng yang pernah menculik Freya dan menyerang Eidin.
"Seperti yang kukatakan, kita akan bertemu lagi!" ujar pria dengan senyuman yang tercetak jelas pada bibir yang tidak tertutup topeng merah.
Arion tidak mengatakan apa pun. Amarahnya sudah tidak terbendung. Sihir gelap yang selama ini terus ia kungkung, meluap tidak terkendali. Mata emas itu berkilat, sesekali pupilnya berubah vertikal.
"Kecurigaan kami ternyata benar, Anda adalah reinkarnasi Putri Luna." Pria itu tidak takut, ia terus mengoceh seolah begitu akrab. "Seseorang yang membawa separuh jiwa Lucifer bersamanya."
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, maka enyahlah!" ketus Arion.
"Kau tidak tahu tentang dirimu sendiri?"
Sebelah alis Arion terangkat. "Aku adalah kesatria 'sang pewaris'. Orang yang akan mewujudkan impiannya."
"Bukan, bukan itu. Tapi jati dirimu yang sebenarnya." Arion hanya diam, dia pun kembali bersuara, "jadi, Putri Freya tidak mengatakan apa-apa padamu?"
"Apa maksudmu?"
Pria itu tertawa lantang sebelum akhirnya bercerita, tentang sosok Arion yang merupakan reinkarnasi Putri Luna—malaikat yang turun ke bumi dan menyegel separuh jiwa Lucifer di dalam dirinya. Lalu tentang Artikius yang pernah mencoba membunuhnya, serta Freya yang mengetahui semua itu.
"Malang sekali, mereka merahasiakan semua itu darimu. Membuatmu menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa."
Arion melirik bros yang ada di genggaman. Jelas ada kekecewaan yang tersirat dari mata itu. Kenapa Freya tidak mengatakan yang sebenarnya?
"Freya adalah sang pewaris, orang yang dapat membunuhmu dengan sangat mudah."
"Dia tidak mungkin membunuhku!" Arion menatap murka.
"Dia berencana untuk membantu Artikius memperbaiki segel Lucifer yang ada dalam tubuhmu. Tapi apa kau tahu risikonya?" Pria itu tersenyum lebar. "Kau akan mati."
"Kau pikir aku percaya?"
"Jika tidak begitu, mana mungkin dia merahasiakannya darimu. Dia sudah tahu kebenarannya. Hanya menunggu waktu ketika kau sudah tidak berguna, lalu kau akan dilenyapkan!"
"Dari mana kau tahu semua itu?"
Pria bertopeng masih menyeringai. Ia membuka sebuah portal dan muncullah Lucya dari dalamnya.
"Apa kabar Arion," sapa Lucya seolah tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Gadis berambut hitam yang masih mengenakan seragam pelayan itu berjalan mendekat.
Sontak amarah Arion semakin tersulut. Lucya adalah orang yang membuatnya terusir dari sisi Freya. Mengoyak tubuhnya tidaklah cukup. Gadis itu harus memohon untuk mati di bawah kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Story of Evil
Fantasía✨ Daftar Pendek Wattys 2023✨ Arion, seorang anak bermata emas, melarikan diri dari kekejaman dunia hanya untuk menemukan kegelapan yang lebih dalam. Dalam dunia yang penuh sihir, pengkhianatan, dan darah, ia harus memilih; menjadi alat kehancuran at...
