09 : misteri

92 11 2
                                        

🍁 Happy reading 🍁

Sebesar dan seberapa lamapun kejahatan itu dia lakukan,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebesar dan seberapa lamapun kejahatan itu dia lakukan,

Yang namanya kebohongan pasti akan  terungkap

Ingatlah!, Tidak ada satupun kejahatan maupun kebohongan yang akan terus bertahan

~Al Zahir Wilson~

Seperti yang telah dikatakan oleh Zahra, bahwa hari ini dan mungkin seterusnya dia tidak mau dijemput Zahir lagi

"Hai betieee" sapa Zahir tepat di hadapan zahra

"Ish apaan sih brengsek" jawab ketus zahra

Mukanya zahra memang sembari tadi terlihat sangat tidak enak. Mukanya mendungggg banget. Terlihat bahwa dia banyak pikiran

"Lo kenapa sih" ketus Zahir balik

El yang sembari tadi melihat mereka sedang tidak baik baik saja, menghampirinya

"Zahra, aku boleh tanya sesuatu ke kamu?" Tanya El dihadapan Zahra

Zahra mengangguk dan tersenyum pada El

"Kita bicaranya di kantin yuk" ajak El pada Zahra

Zahra yang dimintapun menuruti apa kemauannya tanpa memikirkan sedikitpun perasaan Zahir

Zahra pergi bersama EL keluar kelas dan menuju kantin tanpa zahir

"Paan sih" ketus Zahir

Iyalah sudah pasti zahir tidak terima. Zahra itu sahabatnya bukan sahabat EL. Dan El? Dia sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain


Sekitar hampir 15 menit mereka menghabiskan waktu istirahatnya berdua di kantin

Zahir yang dari tadi sibuk dengan hp tiba tiba di kagetkan oleh teman sebangkunya yang bernama Athala

"Broow" panggilnya sambil mendubrak meja Zahir

"Astaga naga" kagetnya sambil memegang hp yang hampir jatuh karena kaget

"Lu tu ya kalo mau ngomong ngomong aja gak usah pake kaget kagetin kek gitu"

"Untung aja ni jantung kagak copot. Kalo copot ntar lu gua suruh ganti abis lu" kesal Zahir pada Athala

Athala ini adalah teman sebangku Zahir. Sejak awal semester semua bangku di rombak oleh guru. Dan yeah Zahir tidak bersanding dengan sahabatnya itu

Zahir duduk bersebelahan dengan Athala. Anak perempuan yang humoris, bawel dan suka sekali yang namanya bercanda. Tapi meski dia duduk dengan Zahir, dia tak sedikitpun mengoyak oyak hati Zahir.

Dia tau bahwa Zahir memiliki sahabat dekat yaitu Zahra. Dan dia tak ingin sedikitpun merusak persahabatan mereka.

"Iye iye maap Zahir yang paling paling ganteng deh" candanya sambil menoel noel Zahir agar dia mau memaafkannya

"Ish lu kenapa sih toel toel segala" ucapnya yang mulai risih

"Iya abisnya dari tadi gua perhatiin lu maen hp Mulu. Biasanya sama Zahra. Eh Zahra malah sama si EL. Lu kagak cemburu apa??" Tanya tanya Athala yang semakin membuat mood Zahir hancur

"Kagak" jawab singkatnya sambil membuka buka hp nya lagi

"Beneran???. Tadi gua lihat Zahra sama EL pegang pegangan tangan di kantin" anak ini bukannya menenangkan justru memanas manasi keadaan

"Whattt??? Lu yang bener aja kalo ngomong!! Zahra tu bukan anak yang suka kek gitu gitu an !!" Colot Zahir depan muka Athala

Perlahan Athala mulai menjauhkan muka Zahir dari depan mukanya. Itu membuatnya risih

"Syuut. Bawel lu" ucapnya sambil menjauhkan pundak Zahir

Zahir yang mendengar perkataan Athala tadi mulai gelisah dan mulai memancing amarahnya

"Anak itu benar benar mencari kesempatan" batin Zahir

Athala yang melihat Zahir mulai gelisah dan marah, dia langsung menenangkannya dan sangat merasa bersalah

Athala mengelus elus pundak Zahir guna menenangkannya

"Gue minta maaf ya. Harusnya gue gak bilang ini ke Lo" ucapnya sambil memberikan minuman pada Zahir

Belum sempat mengambilnya, tiba tiba datang seorang mendobrak meja Zahir dan Athala

Brakkk

Siapa dia? Beraninya dia main dobrak dobrak meja Zahir dan Athala tanpa sedikitpun sopan santun

"Owh ternyata gini ya main lu" ujar wanita cantik putih bersih dihadapan Zahir dan Athala

"Zahra" kaget Athala.

Keringat dinginnya mulai bercucuran. Tidak. Ini tidak seperti apa yang dilihat Zahra. Athala hanya memberikan minum dan menangkan Zahir

"Sekarang Lo udah berani deket deketin sahabat orang" ucapnya sembari menarik lengan bajunya

"Cukup Zahra!!!" Bentak Zahir lalu menyelamatkan Athala dari Zahra

"Kok lu belain dia sih??" Ucap Tak terima Zahra

Zahir, dia merasa sangat kesal dan marah pada Zahra. Dia segera menggeret zahra keluar kelas dan pergi menuju suatu tempat yang sepi

"Lepasin tangan gue Al!" Ujar Zahra yang kesal karena zahir mengandeng dan menyeretnya tiba tiba

Zahir melepaskan gandengannya dan mulai adu mulut dengan Zahra

"Lu udah gila apa?? Lu sendiri yang mulai!. Ngapain lu pegang pegangan tangan sama EL di kantin??!. Sedangkan Athala, Dia cuma ngasih gue minum dan nenanggin gue gara gara lu!" Tegas Zahir di depan mata Zahra

Zahra mulai menunjukkan muka takutnya. Dan itu membuat Zahir langsung merasa bersalah karena telah membentak bentak dia

"So-so-sorry AL" Ucap gugup Zahra

"Gue tau lu bersikap kek gitu tadi gara gara mama lu kemaren kan??" Ucap Zahir tiba tiba

Zahra yang mendengar itu seketika kaget dan binggung. Bagaimana bisa dia tau semuanya?. Zahra sama sekali tidak memberi taukan itu pada Zahir

Zahir mulai menjelaskan kecurigaannya pada mama Zahra

"Maksud lu apaan curiga sama mama gua?" Ujar gugup Zahra

Zahir menceritakannya semua. Mulai dari mama zahra yang mirip sekali dengan muka bunda zahir yang telah tiada, sampai mama Zahra yang terlihat antusias dengan ayah zahir

"Lo liat ini" Zahir membuka hp nya dan menunjukkan foto almarhumah bundannya yang sangat mirip dengan mama Zahra

"Astaga" kaget Zahra melihat foto itu

Zahra masih tidak percaya. Dia masih diam memikirkan bagaimana mamanya bisa semirip itu dengan bunda Zahir

"Gue curiga kalo....."

TBC.....

Woah ada misteri apakah dibalik ini semua 😱😱😱

Jangan lupa vote dan komen biar author lebih semangat 😉

Zahir The Series [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang