25 (akhir dari semua)

149 15 4
                                        

💔 happy reading 💔

25 : akhir dari semua

"Cukup mah! Berhenti!!" Zahra berusaha menarik narik lengan tangannya yang tergenggam erat oleh Haura

"Kamu, kalo di bilangin orang tua itu nurut! Ngapain kamu masih sama Zahir?! Mama udah larang kan?!"

Zahra menurunkan tangannya kasar. Zahra menatap tajam mata Haura

"Mama ngelarang aku deket sama Zahir karena dia sebenarnya adalah kakak aku, kan?! Mama kenapa tega tutupin semua dari Zahra!"

Zahra meneteskan air matanya deras depan Haura. Hatinya hancur. Orang yang selama ini ia sayang ternyata adalah saudara kandungnya

"Kamu percaya sama mereka?. Kamu percaya sama orang yang baru kamu kenal?! Iya?!" Bentak Haura depan Zahra yang menangis deras

"Iya, aku percaya sama mereka. Karena semua bukti itu ada ma!"

Haura menggelengkan kepalanya. Mengangkat kedua tangannya depan Zahra

"Kamu jadi anak bodoh banget sih?!"

"Aku bodoh?. Gak kebalik?!"

°°°°

"Zahir mau kalian semua itu hilang di hadapan Zahir!. Zahir gak akan tinggal diam disini! Zahir akan lapor kalian berdua ke kantor polisi, sekarang juga!" Isak Zahir depan Tisna dan Wilson yang masih dengan drama nya

"Kamu jangan kurang ajar Zahir!"

"Buat apa aku hidup dengan sebuah drama yang akan segera selesai ini?!."

"Ma, yah, aku itu sayang sama Zahra. Tapi kalian udah hancurin dengan semua fakta! Kenapa?!!" Bentak Zahir tak kuasa menahan amarahnya

"Tapi itu fakta Zahir! Mau gimana lagi?!"

El. Dia tak mau kalah debat. Saudara tirinya itu tidak akan membiarkan mama tersayang nya hilang dan meninggalkannya

"Iya tapi kenapa harus Ayah yang penyebab ini semua?!!"

"Ayah udah hilangin bunda! Dan sekarang ayah hilangin Zahra!!. Zahra itu adik aku, tapi aku sayang sama dia bukan sebagai adik. Ayah kenapa harus membuka semua fakta ini?!"

"Aku sayang sama Zahra yah!!"

Wilson yang tak tega tiba tiba melihat Zahir dengan emosi dan Isak nya melihat semua kenyataan

"A-ayah minta m-maaf Zahir"

"T-tolong jangan l-laporkan a-ayah ya"

Wilson menghampiri Zahir dan mengelus elus pundak nya lembut. Seakan sebuah kasih sayang itu telah muncul kembali setelah semua fakta terungkap

"Basi! A-ayah minta maaf?! Minta maaf gak akan bisa ngerubah semua yah!. Coba aja kalau waktu itu bisa di putar, pasti Zahir maafin ayah"

Zahir memutarkan badannya malas menghadap El dan Tisna

"Puas kalian hancurin keluarga gue?! Puas?!"

Zahir The Series [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang