Part 7

127 9 0
                                        

Pagi lagi, pagi terus dan selalu pagi. Hariku selalu diawali dengan pagi hari. Dimana sinar mentari menilisik dari celah - celah kamar ku, burung - burung berkicau membuat nyanyian indah, menambah hariku semakin cerah.

Aktifitasku tak pernah berubah setiap paginya, selalu seperti itu. Sarapan dengan mbok sirni, berangkat dengan seragam yang rapih. Tiba disekolah dengan senyum yang mengembang.

Sampai disekolah, aku langsung duduk sambil membaca novel yang kemarin ku beli dan diantar oleh Risfan

Flashback on

"Kita mau kemana Fan?" Tanya ku sambil tetap berpegangan pada jok belakang motor, tentu saja aku tak ingin ini menjadi ajang modus

"Udah tenang aja, gue gak akan modusin lu" ucap nya tenang dari balik helm

Aku kembali diam, jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul tiga sore. Aku belum mengatakan pada mbok Sirni bahwa aku akan pulang agak malam.

"Ra, kita udah sampe. Sampe kapan lu mau duduk dimotor terus" ucapnya membuyarkanku dari lamunan

"Oh iya, maaf" ucapku, lalu turun dari motor.

Mataku takjub, pemandangan disini begitu indah. Matahari terlihat begitu menghangatkan. Aku rindu, aku benar - benar rindu dengan semua kebebasan ini. Aku mulai menutup mata, merentangkan tangan, merasakan angin memeluk ku, merasakan hangatnya matahari membelai wajahku.

"Gimana?" Tanyanya

Aku menoleh, matanya juga tertutup. Merentangkan tangan sama seperti ku.

"Indah, gue rasa, gue jatuh cinta sama tempat ini" ucapku menoleh kepadanya lalu tersenyum lembut

"Gue kira lu jatuh cinta sama yang ngajaknya" ucapnya lalu terkekeh

"Maksud lu?"

"Eh, gak ada" lau ia tertawa lagi, menggaruk kepala yang sepertinya tidak gatal

Cukup lama aku disini, merasakan betapa hangatnya sinar matahari. Aku melihat pergelangan tangan, jam sudah menunjukkan pukul setengah lima.

"Fan, udah jam setengah lima. Balik yuk" ucapku menyudahi obrolan kami

Dia hanya tersenyum mengiyakan ajakan ku, lalu menuju tempat ia memarkirkan motor.

"Oh iya Fan, nanti turunin gue di toko buku deket sini aja ya" pinta ku saat motor sedang dilajukan

"Kenapa?"

"Gue mau beli novel"

"Yaudah, gue tungguin"

"Gak usah Fan, nanti kemaleman"

"Yaudah deh kalau lu gak mau" ucapnya akhirnya menyerah memaksa ku.

Flashback off

"Eh Ra, kemaren lu balik sama siapa?" Tanya Shila mengalihkan pandanganku dari novel yang sedang ku baca

"Gue balik bareng anak basket yang kemaren gue temui di lapangan pas waktu gue izin keluar!" Jelas ku panjang lebar agar Shilla tak bertanya macam - macam lagi

"Lu suka sama Risfan?" Tanya Shilla lagi

"Enggak, kenapa?" Ucapku sambil mengangkat sebelah alisku

"Lu serius kan? Gue denger Risfan itu playboy cap beruang Ra. Jangan sampe lu suka sama dia"

"Serius, my babe Shilla. Gue gak suka sama Risfan" ucap ku gemas sambil mencubit pipi Shilla

Ara.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang