Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shalom semuanya!❤ Selamat membaca part 29, nya! Semoga suka ya!
Jangan lupa voment nya ya, makasih semuanya💗 Puji Tuhan Nata jadi up hari ini hehe...
♪ Tetap Cinta Yesus ♪
❝Kamu menjauhkan aku dari luka, tapi kamu sendiri terluka.❞
Happy Reading!🌈
Sabtu pagi ini Yonata sedang tidak terlalu bersemangat. Perutnya sedang sakit. Yonata menatap kejendela mobil, menatapi jalanan ibu kota dipagi hari.
"Ona."
Yonata tak menjawab panggilan Natan. Gadis itu terlarut dalam pikirannya sendiri. "Ona?" Panggil Natan lagi.
"Ehh," Yonata tergelak, lalu menatap kakak laki-lakinya. "Kenapa, kak?"
"Tadi pagi udah saat teduh kan?"
Yonata tersenyum mendengarnya, lalu mengangguk. "Udah."
Natan mengangguk, lalu memfokuskan perhatiannya lagi kedepan karena cowok itu sedang menyetir mobil.
Yonata berbicara sendiri dalam benaknya, pantas saja Dania temannya itu menyukai Natan. Dan Natan juga menyukai Dania, tentu saja. Enak banget ya Dania cintanya sudah terbalaskan walaupun Natan belum mengungkapkannya. Lah Yonata?
Galau lagi. Pagi pagi udah galau, membuat moodnya jadi tak karuan. Sebenarnya Andre itu maksudnya apasih? Akhir akhir ini keduanya udah mulai semakin dekat, cuman gimana ya, bisa gak sih Andre itu kayak kakaknya? Sat set sat set, ini segala gengsian lah, inilah, itulah, ribet amat!
"Bang Andre kapan ya kayak kakak," ceplos Yonata sambil ikut menatap kedepan. Natan melirik sekilas adik perempuannya, lantas Natan terkekeh mendengarnya.
"Bucinn..."
"Biarin," sungut Yonata.
"Masih sma udah bucin, abang kelas lagi yang dibucinin," goda Natan sambil tertawa kecil.
"Ngacaaaa tolongggg kakk ngaca," semprot Yonata pada Natan. "Udahh bucinnn, sama dekel, teman aku lagi."
"Yang penting sayang," jawab Natan membuat Yonata berdigik geli melihatnya.