04. Petugas PA Sabtu

821 103 18
                                        

Shalom. Selamat membaca cerita SEIMAN [KRISTEN] part empat!♡

SEIMAN

Menjadi bisa itu butuh proses dan kesiapan hati yang baik. Selagi niat dan yang kita lakukan itu hal yang baik, berlatihlah sampai kita mampu mencapainya.

SEIMAN [KRISTEN] —

Happy Reading!🌈


"Ayo, Noel," ajak Dania pada teman yang duduk didepannya dan Yonata.

Noel menoleh sedikit kebelakang, lalu mengangguk, "oh iya, ayo. Sekarang?" Tanyanya.

Dania mengangguk, mengulas senyum manis, "iya sekarang. Kita nanti duduk ditengah-tengah aja. Jangan kebelakang."

"Iya udah, ayo," Noel bangkit dari duduknya, berdiri lalu diikuti oleh Dania dan Yonata.

Baru saja Yoel berhenti didepan ketiganya. Pria itu bersama teman-temannya. Yoel sudah dapat teman, tentu saja.

Masyarakat sekolah mereka ini sangat gampang mengajak orang baru untuk bergabung. Tidak peduli orangnya cuek atau humoris.

Melihat tatapan Yoel, Noel sudah paham kalau saudaranya ini ingin meminta Alkitab padanya.

Tadi mereka berdua buru-buru kesekolah, Yoel yang sudah masuk ke mobilnya mengingatkan Noel untuk membawa Alkitab dua untuknya dan untuk Noel. Berakhirlah Noel mengambilkan Alkitab Yoel sekalian dan menaruhnya ditasnya dulu.

"Ini," Noel menyodorkan Alkitab berukuran sedang pada Yoel.

Yoel tersenyum tipis, sangat tipis, "makasih," katanya lalu pergi keruang kebaktian lebih dulu dengan teman-temannya.

"Yaudah ayo, nunggu apalagi?" Kata Yonata ketika mereka hanya diam berdiri.

"Eh iya, ayo ih nanti telat!" Dania menarik tangan Noel dan Yonata, mengajaknya untuk masuk ke ruang kebaktian.

Saat didepan pintu ruangan, Dania berhenti. "Alkitab udah bawa kan?" Tanyanya, memastikan.

"Sudah!" Jawab Noel dan Yonata serentak.

"Buku kebaktian? Pulpen?"

"Nih," kedua gadis itu menunjuk buku yang ditangan mereka.

"Oke, sip. Aku juga udah nih, ayo masuk."

"Kita duduk dimana?" Tanya Noel yang tampak bingung.

Ruangan itu sudah penuh, masih ada celah-celah yang kosong, hanya belum kelihatan saja dengan mereka.

"Emmm," Yonata mengitari sekitar ruangan, mencari tempat duduk yang tidak terlalu kebelakang. Lalu matanya berbinar saat melihat sebaris bangku panjang yang hanya berisi dua orang pria, "disitu!" Yonata menunjuk bangku itu, "ayo, disitu aja."

Dania dan Noel mengangguk setuju. Lalu mata Dania melihat dua orang pria itu, salah satunya wajahnya mirip dengan Noel. "Noel? Itu kembaranmu kan?" Tanya Dania pada Noel yang disebelahnya.

"Eh iya? Dia kok duduk disitu ya?" Tanyanya.

"Iya udah sih. Bagian cowok udah penuh tuh kayaknya. Yang kosong itu yang didudukin, lagian kan gamasalah," kata Yonata menjawab yang ada benarnya juga.

"Iya sih, ayo."

Mereka berjalan menuju bangku panjang itu, Noel masuk lebih dulu, duduk disamping Yoel. Lalu disusul Yonata baru Dania. Bangku mereka belum padat, masih cukup untuk tiga entah empat orang lagi.

SEIMAN [KRISTEN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang