Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shalom semuanya! Selamat membaca cerita SEIMAN [KRISTEN] part 31!! Yuhuuu! Puji Tuhan bisa update❤
Selamat meramaikan lapak teman-teman💗 Jangan lupa voment dan share! Kalian bolehh bangett ngespam komen tiap paragrafnya, Nata sukaa kok, ekspresikan ekspresi kalian saat membaca ini💗 Selagi tidak nimbulin war ITS OKE FINE" AJA. DITUNGGU YA!
♪ Bapa Yang Kekal ♪
Happy Reading!🌈
Saat ini Yosua sedang dirumah Natan nongkrong sore-sore gini. Mereka sedang berada di ruang tamu.
Yonata duduk disebelah Yosua dengan memainkan handphone nya. Natan sedang duduk sendiri disofa lain sambil senyum-senyum sendiri.
Yosua diam-diam memperhatikan temannya itu yang sedang senyum-senyum, cowok itu berdigik ngeri pada Natan. "Yon," bisik Yosua ke telinga Yonata.
"Hm."
"Tengok deh kakakmu," bisik Yosua lagi. Yonata mengalihkan pandangannya pada Natan yang sedang senyam-senyum tidak jelas. "Kenapa tuh kakakmu?"
"Kesambet kali," jawab Yonata tidak mau ambil pusing dengan kakaknya. Pasti kakaknya sedang bucin.
"Kakak lo tuh," Yosua menyenggol bahu Yonata. "Oi, Yon."
"Apasih kak?" Yonata menghela napasnya. "Ganggu orang baca wattpad aja," dumelnya. Lalu Yonata meletakkan handphone nya, memperhatikan kakaknya dengan pandangan datar.
Tak tahan melihat Natan seperti itu, Yosua segera melempar bantal sofa yang ada didekatnya kearah Natan, itu berhasil membuyarkan lamunan Natan. "Woii! Lo kenapa dah, Tan? Sawan lo?"
Natan membenarkan posisi duduknya, lalu mengambil bantal sofa itu dan menaruhnya dipahamya. "Gue cinta sama Dania," ceplos Natan.
Yosua melongo tak percaya mendengar jawaban Natan. "Ihh serius Tan gue gak nanyak itu..." ujar Yosua kesal sekaligus frustasi melihat temannya.
"Tadi dia bilang i love you ke gue."
"Jijiknya," semprot Yonata dengan wajah muak.
"Ngarep lo dibilang gitu! Kita pigi yok, Tan," ajak Yosua.
"Kemana?"
"Ke psikiater. Ngecek kesehatan mental lo udah sampai di titik mana?"
Yonata langsung tertawa mendengar kata-kata Yosua. "Kurang asem lo, kak."