Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

『 23 : New Year 』

451 64 3
                                        

31 Desember, hari terakhir dalam tahun ini.

Pada hari ini, Beomgyu dan taehyun tengah berjalan-jalan di berbagai tempat. Untuk mencari bahan-bahan untuk merayakan malam tahun baru nanti. Belum lagi, tadi Beomgyu mendapati pesan dari Beomie jika ia akan pulang dan mengajak pacarnya itu. itu membuat Beomgyu senang tentu saja, ia tak akan merasakan kesepian.

Taehyun sendiri sudah sembuh dari demamnya, hanya dalam sehari, pria itu sudah bisa sembuh. Demamnya dengan cepat turun. Mungkin ada pawangnya.

Mengenai masalah Taehyun yang melukai Beomie itu, tentu Taehyun masih merasa bersalah. Tapi ia tekadkan esok hari ia akan meminta maaf padanya dan juga pada Terry. Hanya meminta maaf sebatas itu saja, tidak lebih.

"Kamu mau masak apa aja sayang, hm?" tanya Taehyun sembari mendorong troli supermarket, mendekati Beomgyu.

"Hm?" respons Beomgyu yang masih sibuk memilih bumbu masakan itu. "Emm... banyak, kamu mau apa?" lanjutnya bertanya, tanpa menoleh.

"Bebas." Jawab taehyun diangguki oleh Beomgyu. "Gyu." Panggilnya. Beomgyu berdehem kembali. "Kalau ada yang nyakitin kembaran kamu gimana?" tanyanya tiba-tiba.

Hal itu membuat Beomgyu terdiam, dan menoleh terkejut ke arah Taehyun dengan perlahan. "Beomie? Dia kenapa?" tanyanya ketakutan.

Taehyun sontka menggeleng kuat. "O-oh! E-enggak! Aku cuman penasaran aja, kalau kembaran kamu kenapa-kenapa, dan ternyata yang nyakitin itu orang yang deket sama kamu, kamu bakal gimana?" tanyanya.

Beomgyu heran, kebingungan. Kok Taehyun tiba-tiba nanya hal beginian? "Faedahnya nanya beginian apa?" tanyanya.

"Pengen liat aja kamu sebagai kakak yang baik." Jawab Taehyun, sembari tersenyum hangat, sampai matanya tertutup. Namun tanpa ia sangka, Beomgyu melemparkan satu kotak bumbu masakan pada wajahnya itu. membuatnya meringis.

"Apa sih, gaje." Ucap Beomgyu. Taehyun terkekeh. "Ya, aku harus tau kenapa dulu, masa iya aku harus tiba-tiba nyakitin dia balik?" jawabnya.

Taehyun mengangguk paham. Masih sedikit ketakutan jika Beomgyu mengetahui jika Beomie memang benar-benar terlukai oleh dirinya. Takut jika Beomgyu membencinya, lalu memutus hubungan ini.

"Kalau pun, kamu yang nyakitin adek aku, aku gak bakal ambil tindakan bakal mutusin kamu kok, aku bakal mikir dan cari tau dulu ini ada masalah apa." Ucap Beomgyu lagi, melanjutkan ucapannya yang ternyata ia jeda.

Taehyun mendongak, menatap bagian samping tubuh Beomgyu itu. ia tersenyum kecil mendengar jawabannya. Cukup membuat hatinya tenang. Cukup untuk memberhentikan beban pikirannya itu.

"Ayo, jangan bengong mulu." Ucap Beomgyu sembari menarik troli pada bagian depannya.

Taehyun pun terbangun dan mendorong trolinya. Sembari berjalan, sembari mendorong troli, sembari pula menatap punggung Beomgyu. Tak lama, Beomgyu berhenti di bagian rak yang berisikan sohun. "Japchae?" tanya Taehyun.

Beomgyu mengangguk. "Iya, kata bunda katanya kamu mau ini dari kemarin, tapi bunda gak sempet bikin." Ucapnya lalu memasukkan tiga bungkus sohun ke dalam troli. "Jadi biar aku yang bikin aja ya." Ucapnya sembari menatap Taehyun dengan senyum manisnya.

Membuat hati Taehyun berbunga-bunga, perutnya terasa geli seperti ada kupu-kupu yang berterbangan. "Gyu." Panggil Taehyun, membuat Beomgyu menoleh. "Nikah yuk."

────── { .⋅ TWOINS ⋅. } ─────

TWOINSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang