『 11 : Confide 』

955 156 2
                                        

Beomie tidak bisa tidur dengan baik dan tenang selepas pulang dari restoran tempat kekasihnya bekerja itu. Kemarin, selama di dalam mobil, tepatnya selama perjalanan menghantarkan Yuri, Beomie didiamkan begitu saja oleh Terry dan juga Yuri. Tak lupa saat mereka sampai di depan rumah Yuri, Yuri meminta untuk bertukar nomor ponsel, jaga-jaga jika terjadi apa-apa katanya.

Setelah mengantarkan Yuri, Beomie yang kesal pun mendiamkan sang kekasih yang terus mengoceh dan tidak menunjukkan bahwa dirinya salah sama sekali itu. Beomie pun terus di ajak untuk membeli kado kembali karena mengingat alasan Beomie saat itu, namun Beomie menolaknya.

Dan sesampainya mereka di rumah Beomie, Beomie langsung masuk begitu saja tanpa adanya sepatah kata yang keluar dari mulutnya sesaat berpisah dengan sang kekasih. Tentu hal itu membuat Terry ter heran, namun ia pikir Beomie mungkin juga lelah karena menunggu dirinya di dalam restoran tersebut selama hampir seharian.

Dan saat Beomie sampai di kamarnya atau tepatnya kasurnya, ia pun langsung menangis sampai tertidur.

♡ ────── { .⋅ TWOINS ⋅. } ───── ♡

Beomie terbangun di pagi hari. Sangat pagi tepatnya. Bahkan, sang mentari pun belum menampakkan sinarnya sama sekali. Karena tak bisa tertidur kembali, ia pun keluar kamar dan mengambil beberapa camilan di kulkas. Setelahnya, ia pergi menuju sofa ruang tamu dan menonton film yang ada.

Beomgyu, yang ternyata masih terbangun itu pun terkejut karena di saat seperti ini, jam tiga pagi, dirinya mendengar suara televisi yang menyala. Belum lagi volume nya cukup kencang. Ia berusaha berpikir positif bahwa itu Beomie. Namun mengingat Beomie itu tidak pernah bangun di sekitaran jam seperti ini membuatnya ketakutan.

Lantas ia mencoba memberanikan dirinya dan keluar dari safe zone atau bisa dipanggil kamar, atau lebih spesifiknya kasur.

Mengendap-endap, dan menatap sana sini, langkahnya terus ia arahkan menuju di mana televisi mereka berada.

Di saat sampai di ruang tamu, dirinya mendapati kembarannya yang tengah menonton televisi yang anehnya, tidak menampilkan apa pun. Televisi itu hanya menampilkan beberapa warna saja dan tidak menampilkan acara apa pun, hal ini di sebut dengan rainbow bars yang memang akan muncul saat televisi tengah mengalami gangguan atau ketika televisi sudah tidak menyiarkan acara.

Sontak Beomgyu pun mendekatinya dan melihat muka adiknya yang fokus menatap ke depan dengan mulut yang fokus mengunyah, tak lupa dengan tangannya yang memeluk erat satu cup ice cream besar. Sedikit terpikir jika Beomie-nya kerasukan, namun ia coba untuk menghilangkan pemikiran tersebut.

"Beomie..." yang di panggil sontak mengerjap kan matanya lalu menoleh. "Kakak kok gak tidur?" tanyanya polos sembari memiringkan kepalanya.

Beomgyu yang sedikit ter heran serta kasihan karena melihat mata sembab sang adik pun langsung duduk di sampingnya. "Kamu abis nangis? Kenapa?"

Beomgyu mengulum bibirnya lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Beomie... gak papa" ucapnya lalu memasukkan kembali sesendok berisikan es krim rasa coklat ke dalam mulutnya.

Beomgyu yang tentunya sangat tidak percaya dengan ucapan adiknya pun mencoba bertanya kembali. Ia menyimpan tangannya di atas tangan kiri sang adik yang tengah memeluk cup es krim berukuran besar itu. "Kamu kenapa-kenapa Beomie... mata kamu sembab gitu, coba ceritain ke kakak kamu kenapa, ya?"

Beomie yang mendengarnya hanya bisa menunduk sembari menggigit bibir bawahnya. Tak lama, ia menjatuhkan es krim beserta sendoknya lalu menubrukkan tubuhnya dan langsung memeluk sang kakak. Beomgyu tentu saja heran serta terkejut, namun ia membalas pelukan sang adik. Mengelus punggungnya yang bergetar, sembari melontarkan kata-kata penenang baginya.

Bagi Beomgyu, melihat Beomie menangis adalah hal yang biasa, namun terdapat emosi yang terselubung di dalamnya. Dan kali ini, emosi serta perasaan yang bisa dirasakannya adalah rasa sakit. Entah sakit macam apa dan karena apa, tapi Beomgyu yakin ini sungguh menyakitkan bagi sang adik.

"K-kakak~"

"Kenapa sayang, hm? Kenapa?"

"P-pacarnya Beomiee~"

"Pacarnya Beomie kenapa? Jahat? Iya?" Beomie mengangguk.

"Jahat gimana? Coba jelasin ke kakak" Beomie pun mengangguk dan melepas pelukannya. Ia langsung menyeka air matanya sembari mulai menceritakan derita yang ia alami.

Setelah selesai, Beomgyu tersenyum dan membawa sang adik dalam pelukannya lagi. Dari cerita Beomie, itu tentu sangat sakit. Mengingat dirinya memiliki kekasih juga, jadi dia bisa merasakan apa yang adiknya ini rasakan.

"Gini aja, sekarang, Beomie harus bener-bener hati-hati sama Yuri, ya? Ehh Yuri kan namanya?" Tanya Beomgyu didapati keheningan yang melanda.

Ia pun melihat sang adik dengan sedikit menundukkan kepalanya, dan didapati muka damai sang adik dengan sedikit warna kemerahan di beberapa daerah. Tertidur, itulah yang Beomgyu lihat. Ia lantas tersenyum dan menidurkan Beomie di sofa.

Dirinya kembali ke kamar, hanya sebatas untuk mengambil selimut hangat, lalu membawanya ke sofa kembali. Dirinya pun ikut tidur di atas sofa bersama Beomie. Ya meski terlihat aneh atau sebagainya, namun sofa mereka cukup luas, jadi cukup untuk mereka yang berbadan kecil ini.

♡ ────── { .⋅ TWOINS ⋅. } ───── ♡

Beomgyu terbangun dari tidurnya. Ia menoleh ke samping dan Beomie memeluk erat lengannya. Ia tersenyum kecil lalu mengelus kepalanya sebentar. Setelah itu, ia beranjak menuju kamarnya. Mau tak mau, ia harus melepaskan pelukan Beomie karena waktu sudah pagi.

Jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi. Ia pun beranjak ke dapur untuk minum dua gelas air putih, lalu pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. Setelah mengambil ponsel, ia kembali ke ruang tamu dan duduk di salah satu single sofa yang ada di sana.

Ia pun menyalakan ponselnya, dan mendapati pesan dari orang tuanya, kekasihnya, serta sahabatnya -Soobin. Ia pun membuka pesan dari orang tuanya terlebih dahulu, atau lebih tepatnya bundanya.

Seperti biasa, bundanya hanya akan menanyakan kabarnya, memberikan kabar mereka, lalu meminta maaf karena tidak bisa merayakan natal bersama tahun ini. Beomgyu pun memakluminya lalu memaafkannya, mengingat kembali pencerahan yang diberikan Taehyun tempo hari lalu itu.

Setelah selesai membalas pesan dari bundanya, ia beralih ke pesan Taehyun. Baru saja membuka pesannya, Beomgyu dikejutkan dengan foto yang dikirim oleh Taehyun. Foto berupa dirinya yang sedang shirtless dan menampilkan otot-otot tubuhnya, tentu membuat Beomgyu mati suri seketika. Ia langsung saja memarahi Taehyun karena mengucapkan selamat pagi dengan foto tersebut.

Setelah menetralisirkan perasaannya yang kacu karena foto Taehyun barusan, ia pun membuka pesan dari Soobin. Isinya hanya ketidak adanya kerjaan saja. Isinya tidak terlalu penting, paling ia hanya mengajak Beomgyu untuk melakukan seperti yang ada di aplikasi tiktok. Tapi ternyata, tidak hanya itu saja, Soobin bilang bahwa dirinya ingin pergi ke rumahnya lagi. Beomgyu langsung saja membolehkan hal tersebut.

Setelah membalas sisa pesan yang ada plus tidak penting, ia melihat ke arah sang adik berada. Ia masih tertidur pulas. Sepertinya kemarin benar-benar hari yang melelahkan baginya.

Ia pun beranjak mendekatinya, lalu mengecup dahinya cukup lama. Setelahnya, ia beranjak menuju dapur untuk memasak sarapan, serta menyediakan beberapa makanan untuk Soobin serta Yeonjun nantinya.

To Be Continue...

TWOINSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang