"Bisa kau pakai ini" ucap profesor snape sambil menyodorkan cincin berwarna perak yg dimana itu adalah cincin pemberian dari draco yg sudah draco ambil.
Charlotte memblakakan matanya, di dalam hatinya ia ingin sekali bertanya kenapa cincin ini bisa berada di tangan profesor snape. namun niatnya ia urungkan saat melihat wajah profesor snape yg terlihat menyeramkan karna melihatnya yg tak kunjung mengambil cincin itu dari tangannya.
"wow" charlotte bergumam saat ia memasukkan cincin itu di jari manisnya dan melihat warna mata dari ular itu yg mulai berubah dari hitam menjadi warna hijau, rupanya saat itu ia benar-benar tidak salah lihat.
Berbeda dengan reaksi charlotte yg nampak kagum, profesor snape nampak terkejut karna melihat perubahan dari cincin itu yg membuatnya seketika melihat gadis itu dengan tatapan curiga.
"apa ini memang bisa berubah warna seperti ini?" gumam charlotte sambil beberapa kali mengusap mata dari ular itu.
"tidak" ucap profesor snape dan membuat charlotte mendongak menatapnya.
"apa maksud profesor?"
Profesor snape nampak tidak menjawab pertanyaan dari pertanyaan charlotte, ia lalu mendekatkan wajahnya pada charlotte sambil menatapnya dengan wajah heran.
"Dengar miss moonllight, apa keluargamu punya hubungan darah dengan keluarga gaunt?" tanyanya dan membuat charlotte terkejut.
"apa maksud profesor bertanya seperti itu? Mana mungkin keluargaku punya hubungan darah dengan keluarga yg merupakan garis terakhir keturunan salazar slytherin?"
"Aku juga tidak percaya namun setelah melihat cincin ini yg bersikap baik padamu, sepertinya salah satu keluargamu menyembunyikan sesuatu padamu" profesor menjeda ucapannya sebentar sambil memandangi wajah charlotte dengan teliti "aku akui itu cukup hebat karna ia sudah berani membohongi semua orang tentang asal usul keluargnya." Ucap profesor dengan tatapan tajamnya.
Charlotte terdiam, ia menyadari akan sesuatu tentang maksud dari ucapan profesor snape padanya dan juga ia yang sama sekali tidak tau tentang keluarganya terutama keluarga ayahnya karna sejak kecil hanya di beritau tentang keluarga ibunya saja.
"Aku tidak mengerti apa yang profesor katakan"
Charlotte menelan ludahnya kasar lalu memperhatikan cincin yg berada di jarinya. "Apa benda ini ada hubungannya dengan—".
"dulu benda itu milik salazar slytherin" ucap profesor snape memotong ucapan charlotte.
Charlotte terkejut bukan main saat mendengarnya, ia menatap profesor dengan tatapan tidak percaya.
"B-bagaimana profesor tau? Maksudku ini bisa saja palsu kan? Tidak mungkin barang sepenting ini bisa sampai ke tangan ku" charlotte berusaha menepis segala pikiran-pikiran buruk yg mulai mendatangi dirinya dan berusaha berbicara dengan setenng mungkin walau pikirannya mulai kacau.
Profesor snape tidak menjawab pertanyaannya, ia pun memundurkan wjaahnya lalu menyuruh charlotte untuk melepaskan cincin itu, charlotte menurut ia lalu melepaskan cincin itu dari jarinya dan memberikan cincin itu pada profesor snape.
"Ini yang terjadi jika seorang selain keturunan salazar memakainya" ucap profesor snape mulai memasangkan cincin itu pada jarinya.
"Dan jangan berteriak, aku sangat benci itu" lanjutnya.
Kemudian Suara-suara teriakan yang memekakkan telinga pun terdengar sesaat setelah profesor snape memasukkan cincin itu pada jarinya sampai charlotte harus menutup telinganya karna suara itu membuat telinganya sangat sakit.
Charlotte mendongak menatap profesor snape yg merintih kesakitan, bisa ia lihat jari yg profesor snape pasangkan oleh cincin itu mulai menghitam dan menjalar dengan cepat.
Charlotte dengan cepat melepaskan kedua tangannya dan menghampiri profesor snape walau ia sendiri juga merasa kesakitan mendengar jeritan-jeritan suara mengerikan yg keluar dari cincin itu, ia dengan cepat melepaskan cincin itu dari jari profesor snape yg sudah tergeletak di lantai dengan susah payah dan sekejap kemudian suara-suara itu berhenti.
Setelah melepaskan cincin itu ia dengan cepat membntu profesor snape untuk bangun dan menyandarkannya tubuhnya pada meja di dekatnya.
"Kau cukup hebat karna tidak berteriak" ucap profesor snape yg masih terlihat ngos-ngossan karna menahan sakit dari jarinya yang rasanya seperti terbakar.
Charlotte yg melihat semua kejadian ini tidak bisa menahan air matanya, namun sebelum ia menangis tiba-tiba saja telingannya berdegung dan rasa sakit yg baru saja ia rasakan tadi mulai kembali menghampiri pendengarannya.
"Ah ya itu efek karna kau mendengarkn suara itu, aku hampir terkejut karna mengira kau akan baik-baik saja setelah mendengarnya" ucap profesor snape dengan santai lalu mulai beranjak sambil memperhatikan charlotte yg tengah menutup kedua telingannya sambil meringis kesakitan.
"Kau beruntung karna tidak mati" profesor snape mulai memapah charlotte yg nampak terlihat semakin kesakitan dan membawanya ke tempat dimana ia biasa menyimpan ramuan-ramuan miliknya.
~
